Tolak Ukur Kunci Keberhasilan Ternak Ayam Padaging

Tolak Ukur Kunci Keberhasilan Ternak Ayam Padaging

Urbanina.com – Beternak ayam pedaging membutuhkan banyak langkah yang harus ditempuh agar mendapatkan hasil yang maksimal sehingga dapat memuaskan semua pihak. Pihak peternak puas karena dapat memperoleh keuntungan yang diharapkan, begitu pula konsumen yang dapat memperoleh daging a ayam yang sehat dan berisi. Sebenarnya banyaknya langkah yang harus ditempuh dalam pemeliharaan ayam pedaging ini tidak semua harus dilakukan dengan metode yang sama. Karena, ada metode lain yang prinsipnya sama dan yang terpenting dapat membuat pekerjaan menjadi lebih efisien. Namun, tingkat keberhasilan dalam beternak tetap dapat diukur melalui tolak ukur yang telah ditentukan. Adapun tolak ukur ini adalah dapat disebut parameter yang menjadi ukuran dalam hal ini untuk mengukur tingkat keberhasilan ternak ayam pedaging.

tolak ukur

Dua tolak ukur kunci untuk keberhasilan ternak  ini meliputi tolak ukur dalam pemberian air minum dan pakan terhadap ayam pedaging yang dipelihara. Dua tolak ukur ini dikemukakan oleh seorang Researcher Nutrition, Rick van Emous. Pemberian patokan kunci keberhasilan ini diharapkan agar dapat menjadi acuan bagi para peternak ayam pedagin supaya dapat mengukur tingkat keberhasilan usaha peternakan mereka. Dengan dapat mengukur tingkat keberhasilan ternak, maka peternak dapat lebih leluasa dalam memilih pemeliharaan ayam supaya lebih efisien. Pemeliharaan yang efisien ini tentu dimaksudkan agar mendapat pekerjaan yanglebih mudah sekaligus keuntungan yang lebih banyak.

Pertama, pemberian air dapat menjadi parameter keberhasilan peternakan ayam padaging. Hal ini dijelaskan bahwa  ayam yang sehat biasanya lebih banyak dalam meminum air. Sehingga, peternak senantiasa diharuskan untuk mencatat laporan air yang diminun ayam perharinya. Dengan dicatat secara detail, maka pertumbuhan ayam dapat dilihat dengan jelas melalui catatan tersebut.

Rick juga menerangkan bahwa minuman yang panas tidak disukai ayam. Hal ini kemudian harus menjadi perhatian bagi para peternak agar dapat menjaga suhu air yang diberikan kepada ayam pedaging yang diternakkan. Hal ini dapat dilakukan salah satunya dengan membuat penampungan air yang tidak terkena sinar matahari sehingga air tidak memanas. Atau juga bisa dengan membuat penampung air yang dicat putih sehingga suhu air tidak mudah panas.

Kedua, pemberian pakan dapat menjadi parameter keberhasilan peternakan ayam pedaging. Hasil penelitian Rick ini menyatakan bahwa kesehatan ayam dikatakan bagus jika ayam tersebut memakan pakan yang semakin hari semakin banyak. Sehingga, apabila terjadi penurunana pakan yang dimakan ayam, maka hal tersbut dapat menjadi indikasi adanya hal-hal yang tidak beres seperti penurunan berat badan, ayam terserang penyakit, atau bisa saja ada ketidakcocokan ayam terhadap pakan yang diberikan.

Oleh karena itu, juga dibutuhkan pencatatan pemberian pakan yang dilakukan oleh peternak itu sendiri. Pencatatan yang detail akan dapat membantu peternak dalam membaca keberhasilan peternakan ayam pedaging yang ia geluti. Sedikit saja terjadi penurunan pemberian pakan, maka peternak harus segera siap untuk memeriksa apa yang salah dengan usaha peternakannya itu.

Kemudian, ada pula tolak ukur yang ketiga yaitu tingkat kematian ternak. Kematian ternak menjadi salah satu hal yang juga harus dicatat oleh peternak ayam pedaging. Kematian tersebut bisa menjadi ukuran kenyamanan kandang atau juga dapat dianallisa penyebab kematian yang mempengaruhinya.

Selain itu, ada juga tolak ukur yang ada kaitannya langsung dengan ayam, yaitu bobot ayam pedaging. Dengan parameter ini, akan diketahui pertumbuhan ayam apakah sehat atau tidak. Parameter yang terakhir ini didasarkan pada hewan ternak yang selalu mengalami kenaikan berat badan jika tumbuh sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *