Mengapa Kualitas Ternak Ayam Buras Perlu Ditingkatkan?

Urbanina.com – Ayam buras adalah salah satu spesies ayam yang paling terkenal di desa-desa. Ayam buras ini bukanlah ayam ras, melainkan kalau di desa-desa ayam ini lebih populer dengan nama ayam kampung. Karena ayam kampung tersebut merupakan salah satu jenis ayam buras yang banyak dipelihara di desa-desa tersebut. Banyak masyarakat desa yang memiliki ayam jenis ini untuk dipelihara. Ayam ini dapat hidup dengan adaptasi yang cukup bagus sehingga dapat hidup pada lingkungan dan iklim di desa. ayam kampung ini tergolong sebagai golongan ayam buras. Nama buras tersebut merupakan nama yang telah disepakati sejak dulu yang mana singkatan dari bukan ras. Karena, dahulu ada dua jenis ayam, yaitu ayam ras, dan ayam bukan ras tersebut. Ayam buras ini sebenarnya sudah banhyak diternakkan di desa-desa, namun hanya perlu ditingkatkan saja. Lalu, mengapa ternak ayam buras perlu ditingkatkan?

ternak ayam buras

Kali ini, Urbanina akan membahas mengenai alasan diperlukannya peningkatan pada usaha ternak ayam buras ini. Seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa telah banyak usaha ternak ayam buras yang dilakukan di desa-desa. Usaha ternak ayam buras tersebut rata-rata ditujukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, atau hanya sekedar untuk memanfaatkan pekarangan yang ada. Adapun hasil dari ternak ayam buras yang dilakukan masyarakat desa ini sudah dapat memenuhi kebutuhan dan tujuan peternakan. Namun, untuk dapat mencapai potensi ayam buras yang maksimal, ternyata belum mencukupi.

Potensi ayam buras yang salah satu jenisnya adalah  ayam kampung yang diternakkan ini setidaknya terdapat pada daging dan telur ayam yang dihasilkan. Karena ayam buras ini memiliki daging dan telur yang berkualitas seperti unggas ayam jenis lain pada umumnya. Lalu, mengapa hasil dari ternak ayam kampung yang didesa kurang maksimal? Berikut penjelasannya.

Ayam buras yang dipelihara di desa ini belum dapat menghasilkan panen yang maksimal sesuai potensi pada ayam buras ini. Tercatat bahwa telur yang dihasilkan dari pemeliharaan di desa in masih sangat rendah, yaitu ±60 butir/tahun/ekor. Sedangkan berat badan ayam jantan yang dihasilkan tidak lebih dari 1,9 kg dan yang betina berkisar antara 1,2-1,5 kg. Hasil dari pemeliharaan ini tentu diakibatkan karena sistem pemeliharaan yang dilakukan adalah masih dengan cara tradisional.

Maka dari itu, usaha peternakan ayam buras perlu ditingkatkan agar hasil peternkan akan dapat lebih meningkat, serta potensi maksimal dari ayam buras ini juga akan lebih terpenuhi. Solusi yang dapat digunakan untuk meningkatkan usaha ternak ayam buras adalah pemeliharaan intensif. Pemeliharaan intensif ini dapat dilakukan dengan memelihara ayam buras dengan lebih baik sehingga potensi hasil ayam tersebut dapat diperoleh.

Dengan pemeliharaan intensif ini dapat dilakukan oleh pemelihara, sehingga produksi telur dan daging yang dihasilkan ayam buras akan meningkat. Peningakatan ini akan memicu ayam buras untuk mencapai potensi yang dimilikinya. Selain dapat meningkatkan produksi telur dan daging, pemelihaaan intensif juga akan meningkatkan kualitas dari pemeliharaan itu sendiri. Pencegahan wabah penyakit juga akan lebih mudah dilakukan jika menggunakan pemeliharaan intensif ini. Pemeliharaan intensif juga akan memudahkan tata laksana kandang ayam sehingga dapat dilakukan usaha tenak ayam buras yang lebih optimal.

Ayam buras yang diternak dengan pemeliharaan yang intensif, akan mengedepankan beberap aspek yang akhirnya akan dapat menghasilkan hasil panen yang maksimal. Adapun sistem pemeliharaan ayam buras ini dibagi menjadi beberapa aspek yang perlu diperhatikan, yaitu bibit ayam buras, pemeliharaan ayam buras, perkandangan, pakan ayam buras, dan pencegahan penyakit yang berpotensi mengganggu kehidupan ayam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *