Sejarah Munculnya Ayam Petelur Di Indonesia

Urbanina.com – Ayam petelur merupakan ayam betina dewasa yang dapat menghasilkan telur berkualitas dengan jumlah yang banyak dan secara terus-menerus. Dengan begitu, ayam jenis ini dapat dibudidaya untuk dimanfaatkan telurnya untuk dijual. Orang tentu penasaran dengan bagaimana ayam semacam ini dapat menyebar di Indonesia dan telah banyak dibudidaya. Untuk itu, kali ini Urbanina akan membahas mengenai sejarah munculnya ayam petelur di daratan Indonesia ini.

sejarah munculnya ayam petelur

Sejarah munculnya ayam petelur ini dimulai dari penjinakan ayam hutan terlebih dahulu. Jadi, sebelum ayam dapat dipelihara seperti saat ini, dulu ayam hutan yang liar sengaja ditangkap kemudian baru dipelihara di tempat tertentu. Hasil dari pemeliharaan ayam hutan ini rupanya dapat menghasilkan telur yang cukup banyak.

Sejarah munculnya ayam petelur kemudian dilanjutkan dengan dilakukannya proses seleksi atau pemilihan unggas yang dipelihara yang telah menghasilkan telur banyak tadi. Ayam yang dipelihara rupanya tidak hanya menghasilkna telur yang banyak, namun sebagian ayam juga dapat menghasilkan daging yang relatif lebih tebal dari sebagian yang lain. Karena hal tersebut, dilakukanlah pemilihan ayam berdasarkan produksi yang dapat dihasilkan oleh ayam tersebut. Proses seleksi ini dilakukan oleh pakar, dan telah menciptakan hasil sebagai berikut. ayam yang dapat memproduksi daging yang disebut ayam broiler, dan ayam yang dapat memproduksi telur yang disebut ayam petelur.

Ayam petelur yang telah dihasilkan dari hasil seleksi oleh pakar diatas dilanjutkan lagi dengan proses seleksi yang lebih teliti. Sejarah munculnya ayam petelur mengatakan bahwa seleksi yang dilakukan pakar diatas terus dilakukan pada ayam petelur yang telah dahulu dihasilkan. Kali ini, seleksi diarahkan pada warna kulit telur yang dapat dihasilkan. Hasilnya, dapat ditemukan ayam yang menghasilkan telur dengan warna putih yang disebut ayam petelur putih, dan ayam yang menghasilkan telur berwarna cikelat yang disebut ayam petelur cokelat. Kemudian, terus dilakukan persilangan agar didapatkan telur dengan kualitas yang terbaik. Proses ini berlangsung cukup lama karena setiap persilangan sifat jelek dari hasil persilangan dibuang dan sifat baiknya dipertahankan. Setelah didapatkan kualitas telur yang paling baik, barulah didapat ayam petelur unggul, yang saat ini banyak dibudidayakan.

Tahun 1940-an, orang mengenal ayam jenis lain yang berbeda dengan ayam liar yang telah mereka jinakkan itu. Saai itu Belanda masih menjajah Indonesia, dan orang mulai membandingkan antara ayam orang Belanda dengan ayam liar yang ada di Indonesia. Ayam orang Indonesia ini diberi nama ayam kampung, karena ayam ini memang hidup di kampung atau di pedesaan. Sedangkan ayam Belanda dinamai dengan ayam negeri atau ayam ras.Lalu, tahun 1980-an ketika orang Indonesia tidak terlalu tahu klasifikasi ayam, ayam negri ini dianggap selain memiliki kemampuan bertelur yang baik, juga memiliki daging yang enak. Namun, ternyata sifat daging ayam ras ini berbeda dengan ayam kampung.

Dan sebelum tahun 1990-an telah dimulai peternakan ayam ras petelur jenis white lwghorn yang dapat menghasilkan banyak telur. Namun, ayam ini akan memiliki badan yang kurus setelah melewati masa produktifnya. Dan diawal tahun 1990-an barulah dilakuan budidaya terhadap ayam ras pedaging yang dapat menghasilkan daging yang enak. Selain ayam ras pedaging, ayam ras petelur juga banyak menyebar dibudidayakan. Sejak saat itulah masyarakat menyadari bahwa ayam ras mempunyai pengelompokan yang khusus agar dapat dimanfaatkan menjadi ayam yang dapat menghasilkan daging(ayam pedaging) dan ayam yang menghasilkan telur(ayam petelur).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *