Penyakit Ayam Buras Dan Tindakan Pengendaliannya

Penyakit Ayam Buras Dan Tindakan Pengendaliannya

Urbanina.com – Ternak ayam buras dapat menjadi salah satu pilihan bagi peternak yang hendak melakukan usaha perternakan. Karena, sebagian masyarakat di desa memiliki kemampuan dasar yang dibutuhkan untuk dapat memelihara ayam buras ini. Mengapa? Karena sebagian besar dari mereka telah melakukan pemeliharaan ayam buras tersebut walaupun hanya dalam jumlah yang sedikit saja. Selain itu, ayam buras ini memiliki kekebalan tubuh yang cukup bagus terhadap serangan virus maupun bakteri sehingga lebih tahan terhadap penyakit. Sehingga kebanyakan ayam buras yang dipelihara di desa tersebut dapat tumbuh dengan baik dan laku dijual. Namun, ayam buras ini tetap memiliki potensi terserang penyakit yang mempengaruhi kesehatannya. Berdasarkan penelitian, berikut beberapa penyakit ayam buras yang perlu diketahui oleh peternak.

penyakit ayam buras

  1. Penyakit cacing ayam

Penyakit ayam buras yang pertama dinamakan cacing ayam atau worm desease. Tidak hanya terhadap manusia, penyakit cacing ternyata juga dapat menjangkiti ayam buras. Bila ayam teserang penyakit ini, maka akan timbul gejala seperti tubuh ayam lemas dan kurang aktif, pertumbuhan terhambat, serta bulu kelihatan kusam. Untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit worm desease, dapat dilakukan dengan pemberian obat caciing secara berkala, menjaga sanitasi kandang yang baik, mencegah adanya serangga yang bisa menjadi perantara cacing penyebab penyakit ini. Karena disebabkan oleh cacing, penyakit ini dapat diobati dengan pemberian obat cacing pipedon x-liquid atau sulfamezatin atau obat lainnya.

  1. Berak kapur (pullorum)

Penyakit ayam buras ygn kdu adalah pullorum atau yang terkenal dengan nama penyakit berak kapur. Penyakit ini menimbulkan adanya kotoran yangmelekat di bulu-bulu disekitar anus, kepala ayam menunduk, serta ayam akan mendekati pemanas. Untuk dapat mengobati ayam dari penyakit ini, dapat dilakukan dengan memberi obat seperti noxal, quinoxalin, coxalin atau obat lainnya.

  1. Berak darah (coccidiosis)

Penyakit ayam buras yang ketiga adalah coccidiosis, yang disebabkan oleh bakteri protozoa Eimeria sp. Penyakit ini dapat dikenali karaena menimbulkan gejala seperti kotoran ayam yang berwana coklat bercampur darah, sayap terlunglai, bulu-bulu disekitar anus kotor, dan ayam bergerombol di tepi atau sudut kandang. Pengobatan penyakit ini dapat menggunakan noxal, sulfaquinoksalin, diklazuril atau obat lainnya. Untuk dapat menjegah penyakit ini, dapat dilakukan dengan mencampur pakan ayam dengan coccidiostat sesuai takaran.

  1. Gumboro (gumboro desease)

Penyakit gumboro termasuk salah satu penyakit yang harus dihindari ayam buras serta diwaspadai pembudidaya karena penyakit ini belum ada obatnya. Apabila ayam buras sampai terjangkiti penyakit gumboro, ayam akan tiba-tiba sakit dan bulu-bulunya bergetar sendiri, tubuhnya lemah dan lesu, serta mengalami diare putih disekitar anus. Meski belum ada obatnya, penyakit ini dapat dihindari dengan dilakukan vaksinasi secara teratur dan secara teratur juga dalam menjaga sanitasi kandang.

  1. Tetelo

Penyakit tetelo adalah sebutan lain dari nama penyakit newcastle desease. Penyakit ini juga belum ditemukan obatnya seperti pada penyakit gumboro. Gejala yang timbul pada ayam buras yang terjangkiti penyakit ini antara lain ayam akan ngorok dan batuk-batuk. Selain itu, tubuh ayam juga akan gemetaran, kepala ayam akan berputar-putar, sayap dan kaki ayam menjadi lumpuh, dan kotoran ayam berwarna putih kehijauan. Penyakit ini disebabakan oleh paramyxivirus. Untuk dapat mencegah ayam dari penyakit ini, perlu dilakukan vaksinasi secara teratur dan terus menjaga sanitasi kandang baik. Namun, jika telah ada salah satu ayam yang menderita penyakit tetelo ini, maka tindakan yang tepat terhadap ayam yang sakit tersebut adalah dengan membakarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *