Upaya Pencegahan Penyakit Pada Bebek Pedaging

Upaya Pencegahan Penyakit Pada Bebek Pedaging

Urbanina.com – Dalam usahanya membesarkan bebek, tentu hal yang diharapkan para peternak adalah menghasilkan bebek pedaging yang memiliki daging tebal sekaligus aktif atau sehat. Karena bebek jenis inilah yang nantinya dapat menghasilkan daging yang empuk dan gurih yang disukai para konsumen. Namun, kelezatan daging bebek ini terwujud bukan karena kebetulan saja. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas daging bebek terutama ketika bebek tersebut dibesarkan di pembesaran atau peternakan. Bebek yang sehat adalah bebek yang memiliki segala keunggulan yang diharapkan dari bebek tersebut. Namun, jika sampai bebek terkena penyakit, maka yang terjadi adalah penurunan pertumbuhan bebek yang akan mempengaruhi hasil akhir dari panen bebek. Maka dari itu, perlu diupayakan pencegahan penyakit yang dapat menyerang para bebek yang diternakkan tersebut.

pencegahan penyakit

Ada ungakapan yang mengatakan bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Hal ini memanglah benar adanya. Dalam dunia peternakan bebek pun ungkapan ini juga berlaku. Akan lebih baik jika peternak melakukan pencegahan penyakit dari pada mengobati. Karena, mungkin saja penyakit yang diderita bebek dapat menular ke bebek lain yang tentunya berdampak buruk bagi laju usaha kedepannya.

Upaya pencegahan penyakit bebek harus dilakukan sesuai prosedur yang benar agar memiliki dampak yang efektif bagi kesehatan bebek. Sehingga, peternak harus dibekali dengan pemahaman yang mendalam tentang memelihara kesehatan bebek. Hal ini berkaitan dengan berbagai macam hal seperti jenis-jenis penyakit, jenis vaksin, jenis obat-obatan dan antibiotika dan tak lupa tentang penanganan bebek yang terserang penyakit.

Upaya pencegahan penyakit harus didasari dengan ilmu yang telah teruji baik melalui pelatihan maupun dari buku yang dibaca. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan dalam upaya mencegah bebek penyakit menyerang bebek yang diternakkan.

  1. Upaya pencegahan penyakit dengan cara mengkondisikan kandang dan sekitarnya agar aman dari binatang pembawa penyakit. Binatang tersebut diantranya tikus, burung, dll.
  2. Upaya yang kedua adalah dengan melakukan tindakan preventif yaitu tindakan disinfeksi. Kandang dapat di disinfeksi dengan cara penyemprotan terhadap serangga, lalat serta hama lainnya dengan menggunakan disinfektan yang ramah lingkungan. Selain kandang yang di disinfeksi, peralatan kandang juga membutuhkan pembersihan agar aman dari hama yang berpotensi menimbulkan penyakit.
  3. Membersihkan kandang meskipun kandang tersebut kosong dan ketika kandang akan dimasukkan bibit-bibit bebek baru.
  4. Menjaga sanitassi dankebersihan yang ada disekitar kandang, sehingga standar kebersihan atau hygiene dapat dipertanggungjawabkan.
  5. Menangani bebek yang terkena penyakit menular dengan tepat. Bila penyakit menular tersebut tidak dapat diobati lagi, kemudian apabila terdapat bangkai bebek yang tergeletak didalam kandang, maka bebek tersebut harus segera dikubur. Karena, bukan tidak mungkin jika dibiarkan akan dapat menularkan penyakit ke bebek lainnya.
  6. Diperlukan tindakan vaksinasi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan dibidang kesehatan hewan. Vaksinasi ini akan berfungsi sebagai upaya pencegahan penyakit yang bisa saja menyerang hewan ternak yang dipelihara.
  7. Apabila ditemukan penyakit menular atau penyakit yang diduga penyakit menular, maka diharapkan agar melapor kepada Dinas yang memiliki keahlian fungsi peternakan dan kesehatan hewan.

Demikian tadi 7 tindakan preventif atau pencegahan terhadap penyakit yang dapat menjangkiti bebek yang dipelihara. Tindakan ini sebenarnya perlu dilakukan mengingat faktor yang dapat menimbulkan penyakit pada bebek ini tak hanya dari barang yang tampak mata seperti tikus maupun burung. Namun, virus, bakteri dan protozoa juga dapat menimbulkan penyakit terhadap bebek yang dipelihara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *