Pemeliharaan Pembesaran Bebek Pedaging

Pemeliharaan Pembesaran Bebek Pedaging

Urbanina.com – Pemeliharaan pembesaran bebek pedaging ini dapat juga disebut dengan pemeliharaan masa grower, disesuaikan dengan bahasa yang populer bagi masing-masing peternak bebek. Seperti yang diketahui, pemeliharaan bebek pedaging setidaknya harus melalui dua tahapan pemeliharaan yaitu pemeliharaan awal untuk DOD dan pemeliharaan pembesaran untuk pemeliharaan setelah melewati tahapan pemeliharaan awal. Urbanina membahas tentang pemeliharaan awal di artikel yang kami tulis sebelumnya. Maka, hari ini kami akan membahas tentang pemeliharaan pembesaran bebek pedaging.

pemeliharaan pembesaran bebek pedaging

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pemeliharaan pembesaran bebek pedaging dilakukan setelah pemeliharaan awal. Kalau pemeliharaan awal dimaksudkan untuk menumbuhkan agar menjadi bebek yang besar, maka pemeliharaan pembesaran bebek pedaging dimaksudkan untuk menambah bobot bebek pedaging yang sudah besar. Seorang peternak bebek harus dapat membudidayakan bebek agar dapt mencapai bobot yang diminta oleh pasar. Saat ini permintaan bobot di pasaran berkisar antara 1,2 kg sampai dengan 1,5 kg. Sehingga untuk mendapakan bobot yang diminta pasar, peternak dapat menambah bobot bebek dengan pemeliharaan pembesaran bebek pedaging ini.

Fokus yang dilakukan adalah untuk mendapatkan bobot minimal yang diminta konsumen, sehingga diperlukan upaya yang benar untuk mendapatkannya. Dan cara yang diyakini paling efektif adalah dengan melakukan pemeliharaan yang dilakukan secara intensif oleh peternak itu sendiri. Pemeliharaan intendif ini diantaranya adalah menyangkut dengan pemeliharaan yang dilakukan dengan mnyediakan kandang yang layak untuk para bebek. Adapun di artikel sebelumnya Urbanina juga telah menulis jenis-jenis kandang yang dapat menjadi pilihan pembuatan kandang untuk pembesaran bebek pedaging.

Setelah menyediakan kandang yang layak untuk bebek besar ini, maka juga perlu dilakukan disinfeksi terhadapap kandang bebek. Proses disinfeksi ini tidak dilakukan ketika  bebek sudah ditempatkan dikandang melainkan sebelumnya. Disinfeksi dilakukan dalam waktu minimal satu pekan sebelum bebek dimasukkan kandang. Disinfeksi ini juga bisa disebut dengan mensucihamakan kandang dengan tujuan dapat membersihkan kandang dari bakteri yang mungkin saja menyebabkan penyakit pada bebek besar.

Pemeliharaan intenif tentu tidak hanya menyinggung masalah kandanag saja. Satu hal yang tidak kalah penting adalah pakan. Pemberian pakan juga harus dilakukan secara intensif agar didapatkan bobot yang ideal bagi bebek besar ini. Pemberian pakan yang intensif ini dapat dilakukan dengan cara diberi makan secara terus-menerus. Pakan yang baik untuk pembesaran bebek adala pakan yang cukup dan juga memenuhi standar hygienis sekaligus berkualitas.

Peternak harus paham bahwa pada masa grower pakan merupakan kebutuhan utama sehingga menjadi biaya dengan persentase terbesar dibandingkan lainnya. Pemberian pakan bebek dapat berupa ransum yang mana Urbanina telah menulis artikel tentang gizi yang harus terkandung pada ransum ini.

Setelah mengetahui, tentang pakan yang harus diberikan kita kembali lagi ke kandang. Karena pemeliharaan intensif kembali memperhatikan kepadatan bebek didalam kandangnya. Bebek yang dipelihara di kandang harus dijaga kepadapannya agar tidak menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan. karena, jika kepadatan terlalu tinggi dapat mengaibatkan dominasi pada sekelompok bebek. Selain itu, populasi bebek yang terlalu tinggi juga dapat mengakibatkan stress pada bebek dan pertumbuhannya terhambat.

Maka dari itu, berikut ini adalah kepadatan ideal untuk kandang pembesaran bebek ini.

  1. Umur 3-4 pekan, dengan jumlah 9 ekor per m²
  2. Umur 4-5 pekan, dengan jumlah 7 ekor per m²
  3. Umur 5-6 pekan, dengan jumlah 6 ekor per m²
  4. Umur 6-7 pekan, dengan jumlah 5 ekor per m²

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *