Pekerjaan Saat Masa Panen Ayam Petelur

Pekerjaan Saat Masa Panen Ayam Petelur

Urbanina.com - Budidaya ayam petelur menjadi salah satu usaha yang dapat menjadi pilihan bagi seseorang yang memiliki keinginan melakukan usaha. Untuk melakukan usaha ini, dapat dilakukan dengan prosedur yang tidak terlalu rumit serta telah teruji panen yang dihasilkan. Kualitas ayam petelur yang dibudidayakan telah dilakukan berbagai riset sehingga dapat dipelihara dengan prosedur yang mudah tersebut sekaligus telah terperinci. Pertumbuhan ayam petelur serta kebutuhan dalam bertumbuh telah dirancang agar dapat menghasilkan telur yang berkualitas sehinga laku di pasar. bagi seorang pembudidaya ayam petelur, telur yang dihasilkan merupakan hasil panen utama sehingga harus mendapat perhatian khusus. Oleh sebab itu, kali ini Urbanina akan membahas beberapa pekerjaan saat masa panen ayam petelur yang perlu dilakukan. masa panen ayam petelur Masa panen ayam petelur secara garis bear adalah masa atau waktu dimana ayam petelur yang dipelihara telah dapat dipanen karena telah menghasilkna hasil panen berupa telur yang cukup untuk dijual di pasar. berikut penjelasannya lebih detail dari Urbanina. Seperti yang diketahui, masa panen ayam petelur yang utama adalah telur. Maka dari itu, perlu dilakukan pemanenan telur yang baik agar didapat telur ayam yang berkualitas, bersih dan akan disukai konsumen. Maka dari itu, disarankan agar pembudidaya melakukan pekerjaan memanen telur ini selama 3 kali sehari. Pemanenan yang dilakukan pada masa ini bertujuan agar telur dapat terhindar dari kerusakan yang disebabkan oleh virus. Adapun waktu yang ditentukan pada ketiga waktu diatas, pengambilan pertama pada pukul antara 10.00-11.00. Pengambilan kedua dilakukan pada pukul antara 13.00-14.00, dan pengambilan ketiga dilakukan pada pukul 15.00-16.00. Pada pengambilan ketiga ini, sekaligus dilakukan pekerjaan pengecekan kandang sehingga kondisi kandang dapat dipantau. Selain hasil utama yang berupa telur, masa panen ayam petelur juga dapat mengahasilkan hasil tambahan yang berupa daging ayam yang telah tua, yang dapat disebut ayam afkir. Karena usia yang sudah tua, ayam petelur akan lebih baik jika dimanfaatkan dagingnya saja, karena kondisi fisik yang sudah melemah jika dimanfaatkan untuk menghasilkan telur. Hasil panen ayam petelur juga dapat berupa kotoran ayam, yang dikategorikan sebagai hasil tambahan. Ayam petelur yang dipelihara tentu akan menghasilkan kotoran ayam yang mana tidak dimanfaatkan oleh pembudidaya. Nah, kotoran ayam tersebut akan memiliki nilai ekonomis jika dijual ke orang yang tepat. Hasil penjualan ini tentu akan menjadi salah satu pundi-pundi rupiah tambahan bagi pembudidaya. Lalu, bagaimana proses pengumulan hasil panen berupa telur ini? Tentu ada banyak cara yang dapat dilakukan agar pengumpulan telur dapat dilakukan dengan baik. Namun, kali ini Urbanina akan memberikan tips tentang bagaimana pengumpulan telur ini dilakukan supaya tenaga yang dikeluarkan menjadi lebih efektif dan efisien. Caranya, telur yang diambil dari sarang ayam sebaiknya langsung diletakkan pada nampan telur atau yang bisa disebut egg tray. Kemudian ketika mengambil telur, juga langsung saja dilakukan pemilihan telur antara yang normal dan yang abnormal. Telur yang normal adalah telur dengan bentuk oval, bersih, mulus, dengan berat 57,6 gram, dan volume 63 cc. Telur yang tidak masuk kualifikasi telur normal tersebut, berarti dikelompokan sebagai terlu abnormal. Setelah telur terkumpul dengan terkelompokkan. Lakukan pembersihan pada telur yang kotor. Telur biasanya kotor karena kotoran tinja atau atau terkena litter. Bila telur terkena litter, maka dapat dibersihkan dengan menggunakan amplas besi yang halus atau juga bisa dengan cairan pembersih. Setelah telur hasil panen ini bersih, barulah layak untuk dijual di pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *