Panen Unggas Petelur yang Selalu Dinantikan

Urbanina.com – Budidaya unggas petelur adalah upaya pengelolaan sumber daya hayati berwujud unggas yang bertujuan untuk memanen hasilnya. Binatang unggas adalah sumber lemak dan protein untuk mencukupi keperluan gizi manusia. Salah satu dari bermacam-macam jenis unggas yang terdapat di sekitar kita adalah unggas petelur. Unggas merupakan jenis binatang yang tergolong ke dalam kelompok burung-burungan. Panen unggas petelur merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh para peternak binatang bersayap ini.

Unggas memiliki ciri-ciri antara lain mempunyai paruh, berkaki dua, berbulu dan bersayap. Menurut produk yang dihasilkannya, maka kita pun mengenal adanya  unggas pedaging dan unggas petelur. Unggas petelur ialah hewan dari keluarga burung-burungan yang dipelihara untuk memproduksi/menghasilkan telur. Adapun jenis-jenis unggas petelur ini diantaranya yaitu angsa, burung puyuh, bebek/itik dan tentu saja ayam. Sesungguhnya bila unggas petelur benar-benar diternak dengan baik dan benar maka pada saat panen unggas petelur akan menambah pendapatan (income) keluarga yang signifikan.

Ada berbagai hal yang penting diperhatikan dalam panen unggas petelur diantaranya:

Hasil Utama

Hasil penting dari budidaya unggas petelur ialah berbentuk telur yg dihasilkan oleh ayam, bebek/itik, burung puyuh dan angsa. Alangkah baiknya telur ayam dipanen tiga kali dalam satu hari. Hal ini memiliki tujuan supaya kerusakan isi telur yang dikarenakan virus dapat terhindari (terkurangi). Pengambilan telur pertama di pagi hari antara jam 10.00 hingga 11.00, pengambilan telur kedua pada siang hari jam 13.00 hingga 14.00 dan pengambilan telur yang ketiga (terakhir) dilakukan sembari memeriksa seluruh kandang pada jam 15.00 hingga 16.00.

Hasil Tambahan

Hasil tambahan yang bisa dinikmati dari hasil ternak unggas petelur yaitu daging dari unggas yang sudah afkir (tua) dan kotoran yang bisa dipasarkan untuk dijadikan sebagai pupuk kandang.

Pengumpulan

Telur yang sudah dihasilkan oleh unggas yang dibudidayakan lalu diambil dan ditaruh di atas nampan telur (egg tray). Dalam panen unggas petelur saat pengambilan serta pengumpulan telur, pengambil telur mesti langsung memisahkan mana telur yang normal dan mana yang tidak normal (abnormal). Telur normal ialah telur yang berbentuk oval, bersih, kulitnya mulus dan beratnya sekitar 57,6 gr dengan volume sebesar 63 cc. Telur yang tidak normal berupa telur yang berukuran kecil ataupun terlampau besar, kulitnya keriting (retak) dan berbentuk lonjong.

Pembersihan

Pada saat panen unggas petelur sesudah telur-telur dikumpulkan kemudian telur yang kotor sebab terkena oleh litter ataupun tinja unggas dibersihkan sebersih mungkin. Telur yang terkotori litter tersebut dapat dibersihkan dengan menggunakan amplas besi halus, dibersihkan dengan cara tertentu atau dengan menggunakan cairan khusus pembersih. Pada umumnya pembersihan ini dilakukan untuk kebutuhan telur tetas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *