Cara ternak kelinci yang baik sesuai prosedur

Urbanina.com – Beternak kelinci apakah bisa dilakukan dengan cara menggunakan feeling seseorang? Tentu jawabannya adalah bisa. Tetapi, untuk mendapatkan hasil finansial yang diharapkan tentu akan sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, melakukan ternak kelinci yang baik adalah yang dilakukan dengan sesuai prosedur dan tidak hanya berdasarkan feeling manusia saja. Berikut ini adalah cara ternak kelinci yang baik sesuai prosedur yang dapat dilakukan untuk memulai bisnis kelinci.

Cara ternak kelinci yang baik sesuai prosedur

Persiapan kandang kelinci

Cara ternak kelinci yang baik tentu dimulai dengan persiapan yang baik pula. Persiapan kandang kelinci dapat ditempuh dengan dua cara sederhana. Pertama, siapkan terlebih dahulu lahan yang siap untuk dijadikan tempat berdirinya kandang ternak kelinci. Sedangkan yang kedua adalah dengan memulai membuat kandang ternak kelinci tersebut. jika anda memelihara di area yang luas, anda dapat mulai membangun kandang terbuka sebagai rumah bagi kelinci yang anda ternakkan. Jika anda menggunakan kandang terbuka tersebut, anda tidak perlu khawatir apabila suatu saat anda lupa memberi pakan terhadap kelinci yang anda pelhara. Karena, di kandang terbuka tersebut kelinci dapat leluasa mencari pakan sendiri yang ada didalam kandang yang luasnya cukup besar tersebut.

Pemilihan indukan kelinci

Pemilihan indukan yang baik adalah bagian kedua dari cara ternak kelinci yang baik. Indukan yang baik adalah indukan yang nantinya dapat melahirkan banyak anakan kelinci. Oleh karena itu, pemilihan indukan kelinci harus dilakukan secara teliti agar mendapatkan indukan yang berkualitas. Adapun beberapa ciri-ciri indukan yang baik adalah sebagai berikut.

  • Indukan jantan berbobot 3-5 kg, sedangkan yang betina minimal 4-5 kg.
  • Memiliki tubuh yang sehat tanpa cacat
  • Memiliki gerakan yang lincah
  • Memiliki pinggul yang bulat penuh, mata cerah dan tubuh yang bersih

Pemberian pakan

Cara ternak kelinci yang baik dapat dilihat dari cara memberikan pakan terhadap hewan yang dipeliharanya tersebut. Kelinci yang dipelihara sebaiknya tidak hanya diberikan pakan berupa hijauan. Ada kalanya untuk diberi pakan konsentrat yang dapat dibeli di toko peternakan terdekat. Pemberian pakan konsentrat disamping pemberian pakan hijauan tersebut berfungsi untuk menunjang pertumbuhan kelinci.

Pengawinan kelinci

Ada dua cara yang dapat dipilih ketika melakukan pengawinan kelinci. Cara pertama adalah dengan mengumpulkan 1 indukan jantan dengan 1 indukan betina. Sedangkan cara kedua adalah dengan mengumpulkan 1 indukan jantan dengan 5 indukan betina. Pemilihan cara pengawinan dapat anda sesuaikan dengan lahan yang tersedia. Dan tanda-tanda indukan betina yang siap untuk dikawinkan adalah sebagai berikut.

  • Tampak gelisah, dengan perilakunya yang seolah-olah terus mencari atau mendekati pejantan
  • Tampak suka menggosok-gosokkan dagunya pada suatu benda atau pada kelinci lain
  • Memiliki vulva berwarna kemerahan dan basah, biasanya terjadi di umur 6-12 bulan, tergantung jenis ras

Pemanenan kelinci

Pemanenan yang terbaik adalah pemanenan yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Biasanya, konsumen membutuhkan daging kelinci yang kira-kira memiliki bobot sekitar 2-3 kg per ekor. Dan biasanya pula, kelinci yang dibesarkan dengan pemberian pakan yang intensif, akan memiliki bobot 2-3 kg setelah masa pemeliharaan selama 2-3 bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *