Cara budidaya kelinci pedaging

Cara budidaya kelinci pedaging

Urbanina.com – Daging kelinci adalah salah satu daging sehat yang semakin digemari masyarakat. Dan hal ini menjadi salah satu alasan mengapa permintaan daging kelinci semakin meningkat di Indonesia. Bagi peternak kelinci pedaging tentu hal ini menjadi kabar baik yang patut disyukuri. Dan bagi orang yang masih pemula mungkin masih penasaran tentang bagaiman cara budidaya kelinci pedaging untuk memanfaatkan peluang ini. Oleh karena itu, kali ini Urbanina membagikan cara yang dapat dilakukan untuk memulai membudidayakan kelinci pedaging berikut ini.

Cara budidaya kelinci pedaging

Pembuatan Kandang

Kandang dapat dikatakan sebagai alat utama sekaligus sebagai tempat yang sangat dibutuhkan untuk memperlancar udaha budidaya kelinci pedaging ini. anda juga dapat memilih jenis mana kandang yang sesuai dengan lahan yang anda sediakan. Setidaknya terdapat 3 pilihan kandang yang dapat anda pilih yaitu kandang terbuka, kandang postal, dan kandang baterai.

Sanitasi kandang Kelinci

Agar budidaya kelinci pedaging berjalan dengan baik, perlu dilakukan beberapa hal salah satunya adalah dengan memelihara sanitasi kandang. Setelah kandang kelinci berhasil dibuat dan beberapa ekor kelinci telah berada didalamnya, maka perlu dilakukan sanitasi kandang. Sanitasi tersebut dilakukan agar kandang tidak menjadi sarang penyakit untuk kelinci yang ada didalamnya. Cara melakukan sanitasi adalah dengan menjaga kandang agar tetap kering sepanjang waktu.

Monitoring penyakit ternak

Langkah selanjutnya untuk melakukan budidaya kelinci pedaging adalah monitoring penyakit pada hewan ternak, yaitu kelinci. Penyakit dapat menyerang ternak kelinci yang dipelihara, dan peternak harus cermat dalam memantau kelinci yang ia ternakkan. Ada beberapa gejala umum yang menjadi indikasi terserangnya ternak kelinci dari serangan penyakit, yaitu nafsu makan menurun, mata sayu, serta suhu badan naik. Kelinci yang mengalami gejala penyakit tersebut dapat segera dikarantina.

Pemberian Pakan Kelinci

Seperti yang diketahui, bahwa kelinci membutuhkan pakan seberat 4-5% dari bobot tubuh kelinci per harinya. Sedangkan pemberian pakan dapat dilakukan dengan menggunakan campuran dari hijauan dan pakan konsentrat. Pakan hijauan dapat berupa wortel, sawi dan lainnya, sedangkan pakan konsentrat dapat berupa pelet dengan dosis tertentu.

Pemeliharaan Kandang Kelinci

Kandang kelinci dapat dipelihara dengan membersihkan semua komponen kandang kelinci yang rawan kotor dan dapat menimbulkan penyakit untuk ternak. Pembersihan dapat dilakukan pada tempat pakan, tempat minum dan juga alas kandang. Selain dibersihkan, kandang juga akan lebih baik jika terus mendapatkan sinar matahari di pagi hari.

Pemanenan ternak kelinci

Pemanenan kelinci dapat dilakukan dengan cara yang cukup mudah. Apabila kelinci yang dipelihara tersebut sudah memiliki bobot 2-3 kg, maka itu artinya kelinci tersebut telah siap untuk dipanen. Biasanya, bobot 2-3 kg per ekor tersebut akan dapat dihasilkan dengan pemeliharaan intensif selama kurang leibh 3,5 bulan masa pembesaran. Dengan berat tersebut, daging yang dihasilkan sudah dapat memenuhi kebutuhan konsumen sehingga sudah layak untuk dijual di pasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *