Cara budidaya kelinci lokal

Urbanina.com – Cara budidaya kelinci lokal berikut ini dapat anda pelajari untuk memulai usaha ternak kelinci anda. Tentu dalam melakukan usaha ternak kelinci dapat dilakukan dengan mudah. Tetapi, kemudahan yang didapatkan tersebut tidak diraih begitu saja tanpa kerja keras. Karena dengan kerja keras sesuai prosedur yang benarlah yang akan membawa seseorang untuk mendapatkan kemudahan dalam beternak kelinci lokal. Oleh karena itu, kali ini Urbanina bagikan cara untuk membudidayakan kelinci lokal.

Cara budidaya kelinci lokal

Menyiapkan kandang

Tahapan pertama untuk membudidayakan kelinci lokal adalah dengan menyiapkan kandang yang dibutuhkan. Apapun jenis kandang yang dipilih, kandang yang dibuat nantinya harus memiliki beberapa kriteria pokok berikut ini. yaitu, memiliki suhu ideal sekitar 21 derajat C, memiliki sirkulasi udara yang lancar, memiliki pencahayaan minimal 12 jam perhari, serta aman dari predator. Penyiapan kandang yang siap 100% tentu dapat menjadi pondasi yang kuat agar proses budidaya kelinci lokal nantinya dapat berjalan dengan baik.

Menyiapkan bibit unggul

Langkah selanjutnya untuk melakukan budidaya kelinci lokal adalah menyiapkan bibit unggul. Bibit unggul dapat disiapkan dengan hanya memilih bibit yang memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri bibit yang baik antara lain berasal dari keturnan kelinci yang besar dan sehat, dengan kepala besar, lubang hidung kering, serta memiliki mata yang terang. Selain itu, bibit tersebut juga harus memiliki gerakan yang lincah, dengan warna bulunya yang bersih. Adapun jumlah puting susu harus genap 10-12 buah.

Mengawinkan dan kelahiran kelinci

Perkawinan kelinci lokal dapat dilakukan setelah bibit ersebut genap berumur 5 bulan. Adapun waktu pengawinan yang baik adalah di pagi atau di sore hari yang suhuny tidak terlalu panas. Melakukan pengawinan kelinci merupakan bagian daru upaya budidaya kelinci lokal yang memrlukan perhatian yang lebih.

Kemudian, kelahiran kelinci dapat terjadi setelah selama 30-32 hari mengandung. Sebelum melakukan proses melahirkan, sebaiknya ternak dipindahkan ke tempat khusu beranak agar induk tersebut mempersiapkan kelahiran dengan sebaik-baiknya,  yang ditandai dengan perontokan bulu untuk menghangatkan tempat kelahiran. Biasanya, kelinci dapat lahir di malam hari dengan kondisi anak kelinci yang matanya tertutup dan belum berbulu. Adapun jumlah anaknya berkisar antara 6-10 ekor.

Perawatan kelinci

Perawatan kelinci lokal yang penting adalah dengan memperhatikan asupan pakan yang dia konsumsi. Dalam sehari, kelinci lokal dapat menghabiskan pakan seberat 1-1,5 kg tergantung besar kecilnya tubuh kelinci. Berikan pakan berupa hijauan seperti wortel, sawi ataupun yang lainnya dan ditambah lagi makanan penguat dari campuran 1 kg bekatul, 1 sendok makan garam, 2 sendok mineral dan air secukupnya. Makanan penguat tersebut dapat diberikan terhadap kalinci di pagi hari dengan dosis 100-200 gram per ekor sesuai ukuran kelincinya.

Perawatan kandang juga tidak kalah penting dengan pemberian pakan kelinci lokal. Anda harus dapat memastikan bahwa kandag kelinci lokal yang anda pelihara selalu terjaga dalam keadaan kering. Dengan begitu, penyakit tidak mudah masuk ke kandang untuk menyerang kelinci yang anda budidayakan.

Pemanenan kelinci

Kelinci dapat dipanen ketika kelinci tersebut telah memiliki bobot sekitar 2-3 kg. Kalau perawatan kelinci berjalan sebagaiman mestinya, maka pertumbuhan kelinci lokal yang dibudidaya akan dapat lebih cepat lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *