Apa Saja Yang Harus Diketahui Tentang Bebek Peking ?

Apa Saja Yang Harus Diketahui Tentang Bebek Peking ?

Urbanina.com – Bebek merupakan salah satu hewan peliharaan yang dapat dimanfaatkan daging dan telurnya untuk dikonsumsi. Zat gizi yang terkandung pada bebek ini memang banyak dan sangat beik untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain menyehatkan bagi tubuh, daging bebek juga memiliki rasa yang lezat dan khas. Banyak restoran maupun warung makan yang menjadikan daging bebek menjadi bahan olahan pada menu sajian mereka. Meskipun menu olahan daging bebek ini terhitung lebih baru dari olahan yang lain, namun menu ini dapat bertahan dan menjadi salah satu menu andalan di restoran maupun warung makan. Sehingga, para peternak bebek semakin memiliki permintaan daging bebek yang terus-menerus meningkat. Dan diantara jenis bebek yang diternakkan tersebut, ada satu jenis bebek yang memiliki rasa yang lebih lezat dibandingkan jenis bebek yang lain. Bebek bernama bebek peking, berikut beberapa hal tentang bebek peking yang harus diketahui.

tentang bebek peking

Berbicara tentang bebek peking adalah berbicara tentang daging bebek yang lezat. Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa bebek jenis peking ini memiliki daging yang empuk sekaligus rasa yang lebih lezat jika dibandingkan dengan jenis bebek yang lainnya. Dengan kata lain, bebek peking adalah bebek dengan rasa yang juara. Hal ini berbanding lurus dengan harga yang dibanderol pada menu dagng bebek peking ini. Tak tanggung-tanggung, harga satu porsi atau satu ekor daging bebek peking ini dapat mencapai Rp 230.000, atau bahkan ada yang mematok harga hingga Rp 340.000 setiap satu porsinya. Untuk dapat membeli olahan daging bebek peking ini bisa diperoleh di restoran dan juga di hotel. Meskipun harganya mahal, namun rasa yang dihasilkan dari daging bebek peking ini tidak akan mengecewakan pembeli.

Kelezatan bebek peking ini juga ada hubungannya dengan sejarah ketika bebek peking pertama kali dihidangkan. Sejarah tentang bebek peking ini dimulai dari dimana pertama kali bebek peking ini menjadi bahan olahan, yaitu di negeri China. Menurut sejarah, dulu sajian olahan bebek peking hanya diperuntukkan untuk kaisar dan keluarganya pada masa Dinasty Ming (1368-1644). Baru setelah itu, pada abad 16 ketika Beijing menjadi pusat pemerintahan, cara mengolah bebek peking ini mulai diperkenalkan untuk publik. Dan setelah itu, bebek peking mulai mendunia.

Kemudian, muncul pertanyaan tentang bebek peking ini. Apakah ada potensi untuk dibudidayakan? Dan bebek peking ini memiliki potensi yang sangat besar untuk di buddidayakan atau diternakkan untuk menjadi sebuah peluang usaha. Karena, jenis bebek peking ini merupakan jenis bebek pedaging yang unggul yang dapat membuka peluang keuntungan yang besar jika dibudidayakan atau diternakkan. Bebek peking memiliki pertumbuhan yang sangat pesat. Dalam 10 minggu saja, dapat mencapai bobot 4,5 kg sampai dengan 5 kg. Dengan kata lain, pada usia 50 hari, bobot bebek peking sudah mencapai 3,25 kg. Hal ini dapat dikatakan wajar mengingat bebek peking merupakan jenis bebek yang banyak mekan.

Untuk di Indonesia, pemeliharaan bebek peking masih terhitung sedikit. Hal ini dikarenakan jarangnya ditemui bibit DOD jenis bebek peking ini. Bahkan ada yang menjual DOD bebek peking dengan cara menyilangkan induk bebek peking dengan bebek lokal. Hal ini tentu akan menghasilkan bibit DOD yang kualitasnya dipertanyakan. Sebaiknya, bila sseorang ingin membudidayakan bebek peking ini harus memperhatikan kredibilitas supplier DOD. Bahkan jika perlu, pembeli harus benar-benar melihat induk dari bibit DOD yang hendak dibeli tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *