Fase Pemeliharaan Ayam Pedaging (Broiler)

Fase Pemeliharaan Ayam Pedaging (Broiler)

Urbanina.com – Fase pemeliharaan ayam pedaging  dipengaruhi oleh masa pertumbuhan ayam pedaging itu sendiri. Ayam pedaging yang masih kecil tentu membutuhkan perawatan atau pemeliharaan yang berbeda dengan ketika ayam pedaging telah tumbuh besar. Oleh karena itu, seorang peternak ayam pedaging atau broiler harus mencermati ayam yang dipelihara dan memberikan pakan maupun perawatan yang sesuai dengan masa pertumbuhan ayam.

fase pemeliharaan ayam pedaging

Untuk memelihara ayam secara benar dan tepat, maka peternak dapat menandai pertumbuhan ayam berdasarkan pada umur hewan ternak tersebut. Adapun beberapa fase pemeliharaan ayam pedaging yang diurutkan dari ayam kecil sebagai berikut.

  1. Pekan Pertama (hari ke 1 – 7)

Ini adalah fase awal yang memerlukan pemeliharaan yang cermat. Ayam kecil atau kutuk dipindahkan ke pemanas untuk mendapatkan kehangatan tubuh yang cukup, karena bulu ayam masih belum sempurna tumbuh. Setelah dipindahkan, maka segera diberi air minum hangat yang ditambahkan nutrisi didalamnya dengan takaran yang sesuai dengan label dari nutrisi tersebut. Selain nutrisi, juga ditambahkan gula didalamnya sebagai pengganti energi yang hilang saat ayam dipindahkan.  Nutrisi untuk ayam kecil ini dapat banyak didapatkan melalui toko pertanian terdekat.

Setelah itu, berikan pakan dengan takaran minimal 13 gram per ekor. Bila ada 100 ekor maka dapat memberi pakan sebanyak 1,3 kg.

Hari ke-2 hingga panen adalah fase pemeliharaan ayam pedaging yang berbeda dengan hari pertama. Setelah hari pertama atau hari kedua mulai, ayam dapat diberi air minum dingin hingga hari ketika ayam panen.

Pekan pertama juga dilakukan vaksinasi, yaitu pada hari ke-4.

  1. Pekan Kedua (hari ke 8 – 14)

Pekan kedua hampir sama dengan pekan pertama dengan sedikit perbedaan. Suhu pemanas dapat dikurangi, dan dosis pemberian pakan ditingkatkan. Ayam usia pekan kedua ini membutuhkan pakan 33 gram per kor.

  1. Pekan Ketiga (hari ke 15 – 21)

Pemanas ayam broiler dapat dimatikan disiang hari ketika terkena terik panas matahari. Pakan yang diberikan juga memiliki takaran yang lebih besar yaitu 48 gram per ekor.

Pada pekan ketiga ini dilakukan baksinasi yang ke-2. Agar vaksinasi berhasil, disarankan agar ayam dibiarkan lama tidak diberi minum agar benar-benar kehausan. Dengan begitu, ayam pedaging akan meminum air minum yang mengandugn vaksin ini.

  1. Pekan Keempat (hari 22 – 28)

Pekan keempat ini ayam kecil sudah mulai tumbuh dengan bulu yang lebat, sehingga pemanas sudah tidak diperlukan lagi ketika siang hari. Ada dua hal yang menjadi perhatian khusus di pekan keempat ini. Pertama, ayam pedaging rawan terkena penyakit, jadi harus mendapat pengawasan yang lebih. Kedua, pertumbuhan ayam dapat dideteksi, maka lakukan penimbangan pada beberapa ayam untuk sampling. Berat ayam normal adalah minimal 1,25 kg. Dan kebutuhan pakan juga meningkat menjadi 65 gram per ekor.

  1. Pekan Kelima (hari ke 29 – 35)

Pertama, kebutuhan pakan ayam pada pekan ini menjadi 88 gram per ekor. Setelah sampling penimbangan bobot dipekan keempat, pekan kelima juga dilakukan. Ayam yang tumbuh baik dapat mencapai bobot 1,8 kg – 2 kg. Ayam pedaging dengan bobot tersebut sudah dapat dipanen. Yang juga perlu dilakukan adalah kandang yang sudah terdapat banyak kotoran ayam dilantai. Maka dari itu, perlu dilakukan tatalaksana lantai kandang dengan pengadukan dan penambahan alas lantai agar lantai terjaga tetap kering.

  1. Pekan Keenam (hari ke 36 – 42)

Ini adala pekan terakhir fase pemeliharaan ayam pedaging atau yang juga disebut ayam broiler. Pekan ini dapat dijadikan pekan untuk menambah bobot ayam pedaging. Untuk menjaga lantai kandang tetap kering, terus lakukan tatalaksana lantai kandang seperti pada pekan kelima. Pada pekan ini, bobot ayam yang baik dapat mencapai 2,25 kg.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *