Dua Tipe Ayam Petelur Yang Dapat Dibudidayakan

Dua Tipe Ayam Petelur Yang Dapat Dibudidayakan

Urbanina.com - Ayam petelur merupakan jenis ayam yang menjadi salah satu hewan yang dapat dipelihara dan dibudidayakan. Dengan dapat menghasilkan telur yang banyak dan berkualitas, ayam jenis ini memiliki klasifikasi yang berbeda dengan ayam kampung yang dipelihara di rumah-rumah di desa. Ayam petelur ini memang ditujukan agar dapat menghasilkan telur ayam berkualitas dengan jumlah yang banyak. Bagi seorang yang ingin membudidayakan ayam petelur ini, setidaknya dapat memilih diantara dua tipe ayam petelur dibawah ini. dua tipe ayam petelur Namun, sebelum mengetahui dua tipe ayam petelur diatas, perlu diketahui bahwa budidaya ayam petelur ini menjadi salah satu budidaya hewan ternak yang sudah sangat maju. Karena kamajuan tersebut, sentra peternakan ayam petelur ini akan banyak dijumpai di Pulau Jawa dan Sumatera. Dan jika keluar negeri, peternakan ayam petelur telah banyak menyebar di Asia, Afrika dan sebagian Eropa. Oleh karena itu, bagi yang ingin membudidayakan ayam petelur, harus siap memilih antara dua tipe ayam petelur sesuai prospek yang ada di daerahnya masin-masing. Berikut ini adalah dua tipe ayam petelur yang dapat dibudidayakan.
  1. Tipe Ayam Petelur Ringan
Tipe ayam petelur ringan adalah tipe ayam petelur yang dinamai karena memiliki berat yang ringan dibanding ayam lain dengan jenis yang sama. Tipe ayam petelur ringan ini memiliki sebutan yaitu ayam petelur putih. Sebutan ini disesuaikan dengan warna telur yang dihasilkan, karena ayam tipe ini menghasilkan telur yang berwarna putih. Tubuh ayam petelur putih ini relatif ramping atau dapat kurus-mungil, dengan mata bersinar. Serta memiliki jengger merah dan bulunya berwarna putih bersih. Bila ditelusuri dari asal-usulnya, ayam tipe ini merupakan turunan dari galur murni white leghorn. Bila ingin mencari ayam galur di Indonesia, rasanya cukup sulit. Namun, jenis ayam petelur ringan komersial telah banyak dijual di Indonesia. Dan namanya bukan lagi ayam galur, namun diberi nama yang cukup beragam di Indonesia ini. Meski dagingnya sedikit, ayam petelur putih ini memiliki kemampuan bertelur sebanyak lebih dari 260 telur per tahun produksi hen house. Jika seseorang memilih untuk membudidayakan ayam petelur ringan ini, maka perlu dilakukan pemeliharaan yang sangat teliti. Karena, ayam ini memiliki sensitifitas yang tinggi, sehingga mudah kaget, dan jika kaget produktifitasnya akan menurun. Suhu udara dan juga tingkat keributan disekitar kandang harus dijaga dengan baik agar ayam dapat tetap produktif.
  1. Tipe ayam petelur Medium
Nama tipe ayam pedium berasal dari bobot ayam yang meskipun lebih berat dari ayam petelur ringan, namun tidak lebih berat dari ayam pedaging. Sehingga, namanya menjadi ayam medium. Tipe ayam ini memiliki kemampuan bertelur yang yang berkualitas dengan jumlah yang banyak. Adapun nama lain dari ayam medium adalah ayam petelur cokelat. Nama ini mungkin diambil dari warna telur yang dihasilkan yang berwarna. Namun, kebanyakan dari ayam petelur cokelat ini juga berwarna cokelat. Kemampuan bertelur ayam jenis ini tidak perlu diragukan, dan telur yang dihasilkan adalah berwarna cokelat. Kualitas telur cokelat ini sebenarnya tidak begitu berbeda dengan telur putih yang dihasilkan ayam petelur ringan. Dan harga yang lebih tinggi di pasaran biasanya disebabkan karena berat telur cokelat yang lebih berat serta tingkat produksi telur cokelat yang lebih sedikit dibanding telur putih. Salah satu keunggulan ayam petelur medium ini adalah selain menghasilkan telur yang banyak, ayam ini juga memiliki daging yang rasanya enak dan  tebalnya cukup dikonsumsi, meskipun tidak setebal daging yang dimiliki ayam broiler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *