Cara Pembesaran Tiram Yang Dibudidayakan

Urbanina.com – Dalam upaya pembudidayaan tiram, setidaknya terdapat dua tahapan yang harus diupayakan agar dapat menuai hasil yang maksimal. Kedua tahapan budidaya tersebut adalah pengumpulan spat dan pembesaran tiram yang berasal dari spat tersebut. Urbanina telah membahas bagaimana pengumulan spat itu dilakukan di artikel yang sebelumnya, maka dari itu kali ini kami akan membahas tentang bagaimana cara pembesaran tiram yang dibudidayakan.

pembesaran tiram

Tiram adalah sejenis hewan air yang memiliki cangkerang. Hewan ini memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh manusia yang berupa kalsium dan vitamin A. Oleh sebab itu, menu olahan yang berbahan pokok tiram ini banyak disukai oleh penikmat kuliner didekat pantai. Nah untuk mendapatakan pasokan tiram yang memadai, restoran atau warung makan dapat bergantunga pada pembudidaya tiram yang bersedia menyuplai pasokan tiram di restorannya. Agar dapat meyuplai tiram dalam jumlah yang banyak dan secara teratur, tentu dibutuhkan budidaya yang baik dan teratur pula. Salah satu tahapan budidaya yang perlu dilakukan secara teratur adalah pembesaran tiram itu sendiri. Lalu, bagaimana pembesaran tiram dapat berjalan dengan baik? berikut penjelasannya.

Proses pembesaran tiram dimulai ketika spat yang telah dikumpulkan mulai berukuran 20 mm atau lebih. Apabila spat telah berukuran tersebut, maka spat mulai dilepas dari kolektor agar dapat dibesarkan. Untuk membesakan tiram ini, perlu dilakukan di lokasi yang berbeda dari lokasi pengmpulan spat. Dan juga terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk membesarkan tiram ini sebagai berikut.

  1. Metode cagak

Metode cagak merupakan salah satu metode yang digunakan untuk membesarkan tiram. Dalam budidaya tiram, cagak adalah semacam tiang yang dibuat dari bambu atau kayu. Dan pada metode cagak, cagak yang terbuat dari bambu atau kayu tersebut ditancapkan didasar laut. Kemudian cagak tersebut akan berguna sebagai tempat melekatnya tiram yang dibudidayakan. Dan tiram yang sudah matang telur biasanya segera dipindahkan agar tidak terjadi desakan antar tiram yang dipelihara. Adapun metode ini biasanya digunakan pada tempat pembesaran dengan perairan yang dangkal.

  1. Metode dulang

Dengan metode dulang, berarti perlu dilakukan pembuatan dulang yang aknmenjadi tempat menempelnya tiram yang dipelihara. Adapun dulang ini dibuat dengn menggunakan kawat ram tahan karat bermata 12,7 cm. Kawat ram tersebut kemudian disusun dengan dikombinasikan dengan menggunakan kayu sebagai kerangka dari susunan kawat ram tersebut. Dengan kerangka kayu ini, maka dulang akan menjadi kuat dan kawat ram tidak mudah bengkok karena gelombang yang mengganggu. Karena terdapat bahan kayu didalamnya, metode dulang ini juga banyak digunakan pada tempat budidaya dengan perairan yang dangkal.

  1. Metode rakit

Metode rakit ini dapat dilakukan dengan menggunakan rakit sebagai alat agar tempat-tempat spat menempel dapat tergantung di air. Rakit akan menggantung dulang plastik atau sangkar jaring yang menggantung pada kedalaman 5 meter keatas. Rakit untuk pembesaran ini memiliki bentuk yang sama dengan rakit untuk pengumpulan spat. Nah, spat yang masih kecil akan menempel pada sangkar jaring atau dulang plastik yang telah tergantung di rakit tersebut. Karena digunakan pada kedalaman air yang cukup dalam, maka dibutuhkan perairan yang tenang, yang bebas dari amukan air dan gelombang. Metode rakit ini disarankan digunakan pada perairan yang sedang pmengalami pasang surut. Nah, dengan berbagai metode tersebut diatas, pembudidaya dapat memilih metode yang dirasa cocok dengan lingkungan yang tersedia. Dengan begitu, tiram yang dibudidaya dapat hidup dengan normal dan keuntungan dapat diperoleh pembudidaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *