Cara Mengumpulkan Spat Tiram Untuk Dibudidayakan

Urbanina.com – Budidaya tiram menjadi salah satu usaha yang menguntungkan karena banyaknya permintaan dari pasar. Salah satu meningkatnya permintaan tiram adalah adanya berbagai olahan yang berasal dari bahan pokok yang bernama tiram ini. Makanan lalapan yang biasa terbuat dari tempe dapat juga dibuat dengan tiram ini. Sehingga jangan terkejut bila budidaya tiram menjadi salah satu pilihan usaha bagai para petani di sekitar Anda. Bagi pembudidaya, terdapat dua tahapan yang perlu dilakukan ketika membudidyakan tiram ini yaitu pekerjaan pengumpulan spat dan pembesaran tiram. Nah, kali ini Urbanina akan membahas bagaimana mengumpulkan spat tiram dalam upaya pembudidayaan tiram ini. Untuk upaya pembesaran, akan Urbanina bahas di artikel yang lain.

mengumpulkan spat tiram

Pertama-tama, spat adalah tiram dengan panjang 25 mm atau kurang. Untuk membudidayakan tiram ini, pembudidaya perlu mengumpulkan spat tiram dari alam. Hal ini perlu dilakukan karena sampai saat ini, spat tiram hanya dapat diperoleh dari alam. Beberapa riset belum menemukan bagaimana memijahkan tiram ini, bahkan di negara maju seperti Inggris dan Amerika sekalipun. Untuk mengumpulkan spat tiram ini diperlukan sebuah alat yang memiliki nama kolektor. Adapun beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika hendak mengumpulkan spat tiram yaitu sebagai berikut.

  1. Lokasi pengumpulan spat tiram

Lokasi pengumpulan spat hanya dapat dilakukan di ladang yang menjadi tempat induk-induk tiram. Akan lebih baik jika di lokasi tersebut sedang atau telah terjadi pemijahan tiram. Adapun pemasangan kolektor harus dilakukan di tempat yang terlindung dari angin dan gelombang berpotensi merusak kolektor tersebut. Kolektor yang terpasang akan dapat ditempeli spat tiram, dan banyaknya spat tiram akan lebih banyak didapat sesuai dengan pengalaman pembudidaya itu sendiri.

  1. Waktu pemansangan kolektor

Pertimbangan yang perlu dilakukan adalah mempertimbangkan waktu pemasangan kolektor pada lokasi yang sudah ditentukan tadi. Hal ini karena munculya spat tiram ini sangat bergantung pada waktu pemijahaninduk-induk tiram yang berada di lokasi yaitu di alam. Adapun waktu yang dapat dimanfaatkan untuk pemasangan kolektor ini adalah pada waktu musim spat. Musim spat yang terjadi dapat dideteksi dengan cara pengambilan air dengan jaring plankton. Burayak tiram(anak tiram) yang berukuran 0,25-0,50 mm dapat dikenali dengan umbonya yang miring. Di Malaysia, jumlah spat yang paling banyak diperoleh adalah ketika 2-3 minggu setelah turun hujan yang tiba-tiba dan lebat. Hal ini tentu bisa berbeda di negara lain, karena beda lokasi akan mempengaruhi banyaknya spat yang didapatkan.

  1. Metode pengumpulan spat

Metode pengumpulan spat dapat mempengaruhi banyaknya spat yang didapatkan. Secara garis besar, pembudidaya harus dapat memilih metode yang tepat dalam upaya mengumpulkan spat ini. Adapun pemilihan metode ini dapat didasarkan pada kemudahan, harga serta kuantitas spat yang didapat, yang dimiliki pada pilihan metode yang ada. Adapun bebrapa metode yang dapat dipilih dalam upaya mengumpulkan spat ini.

Pertama, metode kolektor tancap. Adalah yang paling sederhana, cukup menancapkan bambu-bambu di ladang tiram. Kedua, metode rak. Adalah dengan menggunakan asbes atau kayu yang disusun seperti rak buku. Ketiga, kolektor gantung. Adalah kolektor yang digantung pada rakit atau palang cagak silang. Rakit bisa menggunakan drum bekas, kemudian disusun dan atasnya diletakkan kolektor tersebut seperti rakit. Sedangkan pada metode palang cagak silang, terdapat dua tiang penyangga (cagak) berupa bambu yang disilangkan, kemudian dihubungkan dengan bambu sebagai palangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *