Panduan Upaya Pemeliharaan Burung Puyuh

Urbanina.com - Burung puyuh adalah salah satu unggas yang menjadi pilihan cerdas untuk dipelihara atau dibudidayakan. Burung puyuh ini memiliki pertumbuhan yang cukup cepat, sehingga akan banyak disukai oleh peternak yang membudidayakannya. Selain pertumbuhannya cepat, ukuran unggas ini juga tergolong kecil jika dibandingkan dengan ayam, bebek ataupun unggas terkenal lainnya. Hal ini tentu juga menjadi kabar gembira bagi mereka yang hanya memiliki lahan sempit. Karena, dengan ukuran tubuh yang kecil, lokasi kandang pemeliharaan pun juga berukuran kecil dan tidak memerlukan lahan yang terlalu luas. Namun, pertumbuhan yang cepat tersebut harus didukung oleh upaya pemeliharaan burung puyuh yang tepat dari peternak itu sendiri. Lalu, apa saja upaya pemeliharaan burung puyuh yang tepat tersebut? Berikut ulasannya. upaya pemeliharaan burung puyuh
  1. Upaya Sanitasi kandang
Upaya pemeliharaan burung puyuh yang pertama adalah upaya sanitasi kandang. Upaya sanitasi kandang adalah upaya yang dilakukan oleh peternak untuk menjaga kebersihan kandang. Untuk menjaga sanitasi kandang tersebut, peternak dapat melakukan pembersihan pada bagian bawah kandang dari rontokan kotoran puyuh dengan menggunakan sapu atau alat tertentu. Upaya sanitasi kandang ini memiliki tujuan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit. Dengan kata lain, upaya ini adalah upaya agar dapat menjaga kesehatan puyuh dengan kandang yang bersih. Karena puyuh yang sehat akan menghasilkan produksi telur yang maksimal tentunya.
  1. Upaya pengontrolan penyakit
Upaya pemeliharaan burung puyuh yang kedua adalan upaya pengontrolan penyakit. Pengontrolan penyakit ini dapat dilakukan dengan selalu siaga dan memeriksa dengan jeli apakah terdapat tanda-tanda munculnya penyakit pada burung puyuh ataukah tidak. Apabila mendeteksi adanya tanda-tanda puyuh kurang sehat, maka peternak harus segera melakukan upaya pengobatan sesegera mungkin. Apabila kurang paham dengan tanda atau gejala penyakit yang diderita puyuh, peternak dapat menanyakannya ke dokter hewan atau poultry shop terdekat.
  1. Upaya pemberian pakan
Upaya pemberian pakan adalah upaya penting yang perlu dilakukan untuk memelihara burung puyuh, tidak kalah penting dengan dua upaya diatas. Pakan yang baik untuk burung puyuh adalah pakan yang pas, tidak kurang dan tidak lebih. Anakan puyuh membutuhkan pemberian pakan setidaknya 2 kali sehari di pagi dan siang hari. Tetapi, untuk puyuh remaja atau dewasa hanya membutuhkan pemberian pakan di pagi hari saja. Jangan lupa juga untuk memberi minum secukupnya terhadap puyuh yang dipelihara. Pakan yang diberikan terhadap burung puyuh yang diberikan dapat berupa pellet, remah-remah dan tepung. Dan untuk menjaga ketersediaan pakan, sebaiknya stok pakan harus mendapat perhatian khusu agar tidak kehabisan makanan. Begitu pula pada stok minuman yang juga tidak boleh kehabisan stok. Karena, kehabisan makanan atau minuman akan mengakibatkan kelaparan atau dehidrasi pada puyuh yang dipelihara. Apabila hal buruk itu terjadi, dikhawatirkan produktivitas puyuh akan menurun, atau bahkan burung puyuh yang dipelihara tersebut bisa mati.
  1. Upaya pemberian vaksin atau obat
Pemberian vaksin atau obat adalah upaya penting lainnya yang harus dilakukan agar puyuh yang dipeihara dapat tumbuh optimal. Pemberian vaksin sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit yang tidak dapat mempengaruhi produksi burung puyuh. Begitu juga dengan pemberian obat pada puyuh yang terlanjur sakit. Apabila burung puyuh yang sakit segera mendapat perawatan dan obat yang tepat, maka peluang puyuh untuk sehat kembali menjadi lebih besar. Salah satu contoh upaya pemberian vaksin adalah ketika anak puyuh berusia 4-7 hari. Pada umur tersebut, anak puyuh diberi vaksin melalu tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *