Tips Untuk Memilih Bibit Burung Puyuh

Urbanina.com - Memilih bibit burung puyuh dapat dilakukan dengan mudah oleh para peternak burung puyuh yang telah mahir dalam melakukan usaha peternakan. Mereka akan terlihat santai tetapi cepat dalam memilih bibit burung puyuh yang akan mereka beli dan dibesarkan. Berbeda dengan mereka yang masih pemula, yang terlihat kaku dan lama ketika hendak menentukan mana bibit yang unggul dan mana bibit yang kurang baik. Perbedaan mencolok diantara peternak mahir dan pemula ini salah satunya adalah tingkat pengalaman. Pengalaman peternak yang sudah mahir tentunya lebih banyak dan beragam daripada mereka yang masih pemula. Namun, seberapapun cepatnya atau seberapapun kakunya orang memilih bibit burung puyuh, yang lebih penting adalah bagaimana dapat memilih bibit burung puyuh yang unggul. memilih bibit burung puyuh Kali ini, Urbanina akan memilih untuk membahas tentang tips yang dapat digunakan untuk memilih bibit burung puyuh yang unggul. Tanpa basa-basi, berikut terdapat 5 tips yang dapat digunakan dalampemilihan bibit burung puyuh yang unggul.
  1. Membeli dari peternak terpercaya kualitasnya
Untuk mendapatkan bibit burung puyuh, peternak dapat membelinya di pasar burung atau langsung ke peternak. Kami menyarankan agar membelinya di peternak saja, dan tentunya yang terpercaya kualitasnya. Acuan untuk menilai kualitas peternak tersebut dapat dilihat dari pengalaman dan latar belakang (track record). Peternak yang memiliki pengalaman yang lama biasanya memiliki kualitas bibit puyuh yang lebih baik. Mengenai latar belakang peternak dalam menyediakan bibit, dapat ditanyakan ke teman sesama peternak yang pernah membeli bibit di tempat tersebut. Jika ingin membeli di pasar burung dari pada membeli di peternak langsung, harap hati-hati dengan rawannya penipuan. Kasus penipuan yang pernah terjadi adalah adanya penjual burung puyuh tua yang di make-up agar telihat muda dan laku untuk dijual mahal.
  1. Saran agar membeli yang berumur sekitar 3 minggu
Sekedar saran, dengan membeli bibit yang berumur sekitar 3 minggu, bibit tersebut biasanya dapat menghasilkan telur yang lebih berkualitas nantinya. Sebenarnya bisa saja membeli bibit yang lebih muda atau yang lebih tua, namun kualitas telur nantinya akan sedikit lebih rendah.
  1. Mengenali secara fisik
Peternak yang melakukan pemilihan bibit akan lebih baik jika sudah mengenali ciri fisik bibit yang unggul terlebih dahulu. Adapun ciri-ciri fisik dari bibit burung puyuh yang unggul adalah seluruh anggota tubuh lengkap, bergerak aktif dan lincah, bulunya berwarna cerah dan tidak kusam, serta tubuhnya simetris atau proposional.
  1. Mengenali ciri bibit burung puyuh betina
Mengenali ciri-ciri bibit burung puyuh betina diperlukan agar dapat membedakannya dengan bibit jantan. Karena ingin diambil telurnya, maka peternak tentu membutuhkan untuk membeli bibit yang berkelamin betina, bukannya jantan. Untuk itu, agar dapat mengenali burung puyuh betina, dapat dilakukan dengan memahami 4 perbedaannya dari bibit puyuh jantan berikut ini. Pertama, burung puyuh jantan memiliki benjol seperti kelereng di bagian pantat, sedangkan burung betina tidak punya. Kedua, puyuh jantan berkokok, sedangkan puyuh betina tidak. Ketiga, bobot puyuh betina lebih berat dari puyuh jantan. Dan keempat, bulu dada puyuh betina terdapat garis atau bercak hitam, sedangkan puyuh jantan tidak punya.
  1. Lakukan penyuntikan setelah bibit terpilih
Penyuntikan tersebut adalah proses yang disebut dengan vaksinasi tetelo atau ND(Newcastle desease). Penyuntikan ini dilakukan agar bibit yang dipelihara nantinya akan kebal terhadap penyakit tetelo atau ND sehingga mampu bertahan hidup lama. Bagi sebagian peternak, apabila sudah benar-benar yakin dengan kesehatan bibit, biasanya tidak melakukan penyuntikan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *