Prinsip Pembuatan Kandang Burung Puyuh

Urbanina.com – Pembuatan kandang burung puyuh tentu didasarkan oleh prinsip-prinsip tertentu agar kandang yang dihasilkan nantinya adalah kandang yang tepat guna. Prinsip pembuatan kandang tersebut dapat diaplikasikan untuk beragam bentuk atau desain kandang. Karena pembuatan kandang burung puyuh tidak hanya sakleg harus dengan bentuk atau konstruksi tertentu, asalkan sejalan dengan prinsip maka kandang tersebut dapat digunakan dengan baik atau dalam istilah lain kandang tersebut adalah kandang yang tepat guna. Terdapat beberapa prinsip pembuatan kandang burung puyuh yang perlu diperhatikan dalam membuat kandang tepat guna tersebut. Dan kesemua prinsip tersebut akan dibahan Urbanina didalam artikel ini, sehingga dapat dibaca banyak orang yang hendak belajar tentang pembuatan kandang burung puyuh ini.

pembuatan kandang burung puyuh

Secara singkat, terdapat enam hal yang harus dipertimbangkan sehingga memiliki prinsip yang tepat dalam membuat kandang burung puyuh ini. Keenam hal tersebut adalah tingkat ukuran kandang, tingkat posisi kandang, tingkat kepadatan, kemudahan mendapatkan bahan pembuat kandang, kemudahan memperoleh kandang, serta kemudahan kesediaan alat untuk menunjang proses peternakan. Dari keenam hal tersebut, tiga hal yang berkaitan dengan tingkat kemudahan tentu setiap orang dapat berbeda. Namun, untuk tiga hal lainnya harus berpegang pada prinsip yang tepat agar kandang berfungsi dengan baik. Berikut penjelasannya.

  1. Tingkat Ukuran Kandang

Untuk dapat menentukan ukuran kandang, peternaka tidak dapat membuat ukuran kandang semaunya sendiri. Ukuran kandang harus disesuaikan dengan sifat burung puyuh agar dapat memberikan kenyamanan bagi hewan tersebut. Sifat burung puyuh adalah bahwa ia secara alami sering berlari dan melimpat. Sehingga, ukuran kandang burung puyuh harus dibuat agar ukurannya tidak terlalu sempit atupun terlalu luas untuk memberi ruang gerak pada unggas kecil ini. Ada dua macam kandang burung puyuh yang dapat dibuat, yaitu kandang bertingkat dan kandang tidak bertingkat.

Untuk kandang tidak bertingkat, sebaiknya kandang dibuat dengan ukuran lebar maksimal 60 cm. Ukuran tersebut dibuat agar pada saat pembersihan kotoran dapat dilakukan dengan mudah karena tangan peternak masih dapat menjangkau. Dengan lebar tersebut, ukuran panjang tidak perlu dibatasi, sehingga dapat memanfaatkan seluruh lhan yang tersedia. Untuk tinggi kandang, ukuran yang disarankan adalah 30 cm saja. Ukuran tinggi tersebut dibuat agar dapat sesuai dengan sifat alami puyuh yang suka melompat-lompat. Dengan tinggi tersebut, diharapkan kepala puyuh tidak terbentur terlalu keras dengan atap kandang.

Untuk kandang yang bertingkat, ukuran yang direkomendasikan adalah dengan lebar 45 cm dan tinggi 15 cm. Dengan tinggi 15 cm, biasanya tingkat kematian puyuh lebih rendah dibandingkan kandang bertingkat. Sedangkan ukuran lebar yang lebih sempit ini dibuat agar proses pengambilan kotoran dapat dijangkau dengna mudah, karena kandang bertingkat ini disusun seperti susunan anak tangga dengankandang yang paling atas adalah yang paling sulit dijangkau.

  1. Tingkat Kepadatan Kandang

Untuk kandang tidak bertingkat, kepadatan kandanag yang ideal adalah 200 cm per ekor. Sedangkan kandang bertingakat berkepadatan kandang ideal yaitu 250 cm per ekor. Ukuran ini dibuat agar puyuh tidak terlalu aktif bergerak, serta tidak terlalu sempit untuk bergerak, sehingga pertumbuhannya dapat berjalan normal.

  1. Tingkat Posisi Bangunan Kandang

Bangunan kandang yang baik adalah yang tidak terkena sinar matahari yang terik secara langsung, karena burung dapat mengalami dehidrasi dan stress. Oleh karena itu, sebagian peternak menanami pohon disekitar kandang dengan tujuan agar burung puyuh yang dipelihara mendapatkan keteduhan. Pohon tersebut juga memiliki fungsi lain yaitu untuk menghindari kandang dari terpaan angin yang besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *