Penyebab Puyuh Lambat Bertelur, Ini Biang Keladinya

Penyebab Puyuh Lambat Bertelur, Ini Biang Keladinya

Urbanina.com – Puyuh adalah jenis burung yang tak bisa terbang. Ukuran tubuhnya cukup kecil, memiliki kaki pendek dan bisa diadu. Burung puyuh dikenal pula dengan sebutan Gemak. Biasanya pada usia 40 hari puyuh telah mulai mengeluarkan telur. Namun ada sebagian puyuh yang telah berusia 50 hari belum bertelur satupun. Apakah penyebab puyuh lambat bertelur dan itu merupakan pertanyaan yang sering mengusik para peternak puyuh, khususnya peternak pemula.

Burung yang dalam bahasa ilmiah disebut coturnix ini adalah jenis burung liar yang pertama sekali dibudidayakan pada tahun 1870 di Amerika Serikat. Sementara itu di Indonesia puyuh mulai dikenal dan dibudidayakan sejak penghujung tahun 1979. Saat ini di Indonesia sudah mulai banyak bermunculan puyuh dipelihara di kandang-kandang ternak. Peluang usaha ternak puyuh, khususnya puyuh petelur termasuk merupakan usaha sampingan dengan modal kecil, namun lumayan menguntungkan. Apalagi sekarang permintaan telur puyuh di pasaran terus bertambah pesat sejalan dengan makin maraknya usaha warung makan yang berada di berbagai daerah.

Penyebab Puyuh Lambat Bertelur

Sebenarnya, penyebab puyuh lambat bertelur itu apa sih? Barangkali 4 alasan berikut ini bisa merupakan salah satu penyebabnya.

  • Jenis Puyuh

Berdasarkan riset A. Genches, jenis puyuh berpengaruh pada awal bertelur. Puyuh jenis manchurian golden kebanyakan mulai mengeluarkan telur pada usia 42-49 hari. Manchurian golden adalah jenis puyuh dengan ciri bulunya berwarna kuning keemasan. Sedangkan puyuh jenis lokal biasanya mulai menghasilkan telur pada usia sekitar 44-49 hari.

  • Kelamin Belum Matang Sempurna

Seperti halnya unggas yang lain, puyuh pun mempunyai alat reproduksi yang memiliki masa reproduksi yang matang. Terdapat berbagai alasan yang membuat alat reproduksi puyuh terlambat matang.

Tak tercukupinya nutrisi di dalam pakan puyuh menyebabkan alat reproduksi puyuh terlambat matang. Penyebabnya karena terdapat beberapa hal, bisa dikarenakan kita sengaja mengurangi jatah makanannya, bisa juga lantaran pakan yang diberikan tidak secara merata dimakan oleh semua puyuh. Boleh jadi sebab pada waktu masih kecil puyuh tersebut terserang virus atau penyakit mengakibatkan berkurang nafsu makannya.

  • Terkena / Terserang Penyakit atau Virus

Salah satu penyebab menurunnya produksi puyuh ialah lantaran sedang terkena penyakit. Pada umumnya puyuh yang telah akan mulai mengeluarkan telur mempunyai rasa kepekaan yang relatif tinggi. Jadi wajar sekali bila ditemukan puyuh yang mulai terkena serangan penyakit seperti CRD atau kolera.

  • Mungkin Puyuhnya Jantan

Saat membeli bibit puyuh mungkin Anda tidak teliti atau memang belum dapat membedakan mana ciri-ciri puyuh jantan dan puyuh betina sehingga salah ambil. Justru yang dibeli dan dipelihara adalah bibit puyuh jantan, bukannya puyuh betina. Hal ini seringkali terjadi karena ketidaktahuan dan kurangnya pengetahuan kita tentang burung puyuh selain kesengajaan penjual bibit burung puyuh yang memang nakal.

Demikianlah 4 penyebab puyuh lambat bertelur dan semoga setelah membaca tulisan ini Anda menjadi tahu serta menemukan solusinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *