Penyakit Yang Sering Menyerang Burung Puyuh

Urbanina.com – Usaha pengendalian serangan penyakit pada ternak yang kita pelihara merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha itu. Beberapa waktu lalu beternak burung puyuh sangat digalakkan pemerintah sebagai salah satu usaha untuk mendapatkan sumber protein hewani yang murah dan mudah. Sama halnya dengan ternak lain, puyuh pun sering mengalami serangan penyakit. Celakanya penyakit yang menyerang itu ada yang sampai sekarang belum ada obat untuk menanggulanginya. Apa sajakah penyakit yang sering menyerang burung puyuh tersebut?

Burung puyuh berpotensi besar untuk dibudidayakan sebab puyuh menghasilkan pangan yang  bernilai gizi tinggi dan bisa menunjang penyediaan sebagian protein hewani yang diperlukan dalam makanan kita setiap hari. Disamping menambah kesejahteraan keluarga, budidaya puyuh pun efektif untuk meningkatkan pendapatan (income).

Penyakit yang Sering Menyerang Burung Puyuh []

Beberapa penyakit yang sering menyerang burung puyuh itu adalah:

  1. “Ulcerative enteritis” yang disebabkan oleh bakteri dan terdapat di saluran pencernaan. Biasanya sering terdapat pada burung puyuh yang dipelihara dengan sistem litter atau kandang beralaskan tanah. Puncak kematian terjadi 5 – 14 hari jika tidak cepat-cepat diobati. Penularannya terjadi karena burung puyuh mematuk-matuk kotoran (faces) burung yang sakit. Ada gejala mencret sehingga di sekitar duburnya menjadi kotor. Pada usus burung puyuh yang mati karena penyakit ini, dapat dijumpai atau terlihat borok-borok pada permukaan usus bagian dalam. Untuk mengobati penyakit ini, dapat digunakan antibiotika dengan dosis rendah, tergantung anjuran pakai oleh pabrik pembuatnya. Adapun usaha pencegahan penularan yang bisa dilakukan ialah dengan memisahkan burung yang sakit dan membersihkan kotoran setiap saat.
  2. “Coccidiosis” yang disebabkan parasit bersel tunggal yang disebut Coccidia. Gejala-gejala klinis yang dapat diamati ketika berjangkit penyakit ini antara lain, burung tidak nafsu makan sama sekali, kakinya menjadi lemah dan keadaannya menjadi pucat yang dapat dilihat pada mukanya. Biasanya penyakit ini lebih sering menulari burung puyuh yang berumur 2 – 6 minggu. Penularan umumnya karena kesalahan dalam pengelolaan. Pengobatan dan pencegahan dapat meggunakan obat merk coccidiostat.
  3. “Capillary worm” (Capillaria spp). Sering disebut sebagai cacing tembolok atau cacing benang. Burung puyuh yang menderita kelihatannya seperti kelaparan dan pada akhimya akan menderita kesulitan bernafas. Karena cacing ini menyebabkan penebalan pada tembolok. Belum diketahui obatnya yang efektif. Untuk menghindarinya, peliharalah burung puyuh pada kandang yang beralaskan kawat agar terhindar dari infestasi cacing tersebut.
  4. “Brooder pneumonia” atau radang paru-paru. Faktor utama yang menjadi penyebabnya ialah suhu pemanas yang tidak tepat dan keadaan kandang yang terlalu sesak. Karena itu suhu pemanas perlu diamati dengan seksama terutama selama minggu pertama.

Demikianlah 4 penyakit yang sering menyerang burung puyuh peliharaan Anda. Memang datangnya penyakit ini sulit sekali menduganya, maka dari itu mengamati perkembangan burung puyuh yang Anda pelihara paling tidak membantu Anda untuk mengetahui lebih dini terserang tidaknya puyuh itu oleh penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *