Keunggulan Beternak Burung Puyuh Petelur

Urbanina.com – Keunggulan beternak burung puyuh petelur hanya dapat dirasakan apabila sudah pernah melakukan usaha beternak burung puyuh ini. Apalagi bagi mereka yang sudah pernah melakukan usaha peternakan jenis unggas lainnya selain burung puyuh, mereka akan tahu betul perbandingan keunggulan beternak burung puyuh petelur dengan beternak jenis unggas lain. Meskipun kita tidak perlu membandingkan satu dengan lainnya, namun perbandingan yang didapat diatas adalah dalam artian positif karena hanya untuk berbagi pengalaman karena sudah pernah mengalami dua jenis peternakan unggas yang berbeda. Meskipun tidak semua orang sudah pernah merasakan keunggulan beternak burung puyuh petelur tersebut, namun setidaknya mereka dapat mengetahui apa saja kelebihan itu dengan membaca artikel dari Urbanina ini.

keunggulan beternak burung puyuh

Tanpa basa-basi, berikut ini adalah beberapa keunggulan beternak burung puyuh petelur, yang dimulai dari nomor 1; tidak perlu lahan yang luas.

  1. Tidak perlu lahan yang luas

Beternak burung puyuh petelur memang tidak memerlukan lahan yang luas. Hal ini dikarenakan ukuran burung puyuh tersebut yang kecil, sehingga dapat dipelihara di kandang yang relatif kecil, dan akhirnya kandang bisa diletakkan di lahan yang tidak perlu luas. Sebagai gambaran, lahan seluas 50×150 cm sudah dapat menampung 50 ekor burung puyuh yang dipelihara. Dan dengan keunggulan ini, peternak burung puyuh sangat terbantu karena cukup menyediakan lahan yang tidak terlalu luas.

  1. Hasil panen banyak disukai masyarakat

Hasil panen peternakan burung puyuh yang berupa telur, memang sangat disukai masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah bahwa telut burung puyuh tersebut mengandung gizi berupa protein yang banyak, bahkan paling banyak jika bibandingkan jenis telur unggas lainnya. Sehingga, banyak anak-anak kecil yang menyukai telur burung puyuh ini karena menjadi makanan pilihan orang tua untuk memberi nutrisi protein terhadap buah hatinya. Selain dapat memenuhi gizi masyarakat, peternak burung puyuh juga dapat menerima keuntung finansial karena hasil panennya berhasildijual ke konsumen.

  1. Memiliki banyak hasil panen tambahan

Kita tentu sangat paham bahwa hasil panen utama dari beternak burung puyuh adala telurnya yang berlimpah. Namun, rupanya ada hasil panen lain yang merupakan hasil panen tambahan. Adapun beberapa hasil panen tambahan dari peternakan burung puyuh adalah dari panen bulu, kotoran, dan daging afkir. Ketiganya akan kami bahas satu-persatu sebagai berikut.

Pertama, panen bulu burung puyuh. Hal ini bisa dilakukan jika peternak mau menjual bulu burung puyuh kepada pengrajin kerajnan atau perabot tumbah tangga yang terbuat dari bulu burung puyuh. Di beberapa daerah yang dekat dengan pusat kerajinan tersebut, mereka dapat bekerja sama dan akhirnya peternak dapat memperoleh penghasilan tambahan melalui panen burung puyuh ini.

Kedua, panen kotoran burung puyuh. Seperti bulu burung puyuh , kotoran burung juga dapat dijual ke orang yang tepat untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Kotoran burung puyuh dapat dimanfaatkan untuk diolah dan dijadikan pupuk kandang. Dan pupuk kandang tersebut banyak dibutuhkan oleh para petani organik.

Ketiga, panen daging afkir. Hasil panen tambahan yang ketiga berasal dari panen daging afkir. Rupanya daging burung puyuh afkir juga memiliki kandungan gizi yang banyak seperti telur yang dihasilkannya. Untuk mendapatkan hasil tambahan, peternak dapat menjual burung puyuh afkir terhadap penjual menu olahan daging puyuh. Untuk saat ini, sudah banyak warung di pinggir jalan yang menyediakan menu olahan daging puyuh yang memiliki rasa yang lezat. Untuk harga burung puyuh afkir ini biasanya berkisar antara 4-5 ribu rupiah per ekor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *