Obat Buat Itik yang Sakit, Peternak Perlu Tahu

Obat Buat Itik yang Sakit, Peternak Perlu Tahu

Urbanina.com - Itik merupakan salah satu ternak unggas yang mempunyai potensi yang menajubkan untuk mencukupi keperluan sumber protein hewani kita. Beternak Itik pun bisa mendatangkan telur dan daging. Salah satu hambatan untuk kaum peternak itik ialah adanya hantaman penyakit pada itik yang bisa mengakibatkan kematian. Tetapi sebetulnya, jika itik dipelihara dengan tepat dan maksimal serta pada itik yang bermasalah diberi obat buat itik yang sakit risiko ancaman penyakit tak akan terjadi. Penyakit yang umumnya menyerang pada itik karena adanya parasit (kutu, protozoa, cacing), virus, bakteri, dan kekurangan unsur gizi. Untuk mengatasinya maka mesti dilakukan pencegahan supaya tidak mengakibatkan kerugian yang besar (kematian). Obat Buat Itik yang Sakit [] Selain pemberian obat buat itik yang sakit, terdapat tiga masalah yang penting dilakukan guna mencegah terjadinya serangan penyakit  pada Itik, diantaranya :
  • Pilih bibit yang sesuai dengan pemeliharaannya, khususnya pada telurnya. Sebaiknya pilih bibit yang dikenal dengan produksi telur dan daya tahannya.
  • Lakukanlah penatalaksanaan dengan tepat, seperti keadaan kandang yang sesuai dengan keadaan itik, penyemrpotan desinfektan terkait kebersihan kandang beserta peralatannya secara teratur.
  • Berikanlah vitamin ternak sebab akan amat mempengaruhi daya tahan itik pada penyakit dan produksinya, baik daging ataupun telur. Banyaknya dosis yang dianjurkan yaitu satu tutup botol vitamin dengan 10 liter air minum setiap tiga hari sekali (itik petelur) atau setiap hari diberikan ( itik pedaging). 
Penyakit  itik terdiri atas dua golongan yakni penyakit yang dikarenakan mikroorganisme (virus, bakteri dan protozoa)  dan defisiensi zat makanan dan penatalaksanaan kandang yang tidak tepat. Berikut ini ada berbagai penyakit yang kerap mengenai Itik dan obat buat itik yang sakit :
  • Duck Cholera, penyakit ini dikarenakan bakteri Pasteurela avicida dengan gejala berupa mengeluarkan tinja kuning kehijauan, lumpuh, dan mencret. Penanganannya dilakukan dengan memberi suntikan penisilin pada urat daging di bagian dada itik dengan dosis menurut yang tertera di label obat.
  • Thypus, penyakit ini dikarenakan bakteri typhimurium dengan gejala berupa mencret dan sesak napas. Penanganannya dilakukan dengan pemberian obat furazolidone lewat makanan yang dikonsumsinya pada konsentrasi 0,04% dan obat sulfadimidin dicampur air minum, dosisnya sesuai aturan di label.
  • Salmonellosis, penyakit ini dikarenakan bakteri Salmonella pullorum ditandai dengan adanya kotoran warna putih lengket di dubur seperti pasta, terjadi kelumpuhan, sayap menggantung, bulu kusam, cepat terengah-engah, lesu, mengantuk, kedinginan dan tubuh lemah. Penanganannya pemberian obat jenis antibiotik dan sulfa.
  • Botulismus, penyakit ini dikarenakan racun yang berasal dari kuman Clostridium botulinum dengan gejala bulu mudah rontok, berjalan sempoyongan, tidak bisa berdiri tegak, terlihat mengantuk, itik lesu dan lemah. Penanganannya dengan pemberian garam atau obat laxanitia pencahar.
  • Cacing, penyakit ini dikarenakan jenis cacing yang mengenai pada itik yang dilepas dengan gejala produksi telur menurun, tubuh kurus, bulu kusam, mencret, dan tidak nafsu makan. Penanganannya dengan pemberian obat cacing sedikitnya tiga bulan sekali.
  • White Eye (Mata Memutih), penyakit ini diduga karena virus dengan gejala berupa keluar cairan putih bening dari paruh dan mata, kotoran berubah warna jadi kekuning-kuningan, lumpuh, lesu, kejang-kejang dan itik kesulitan bernapas. Penanganan yang dilakukan adalah dengan pemberian antibiotika (Oxytetracycline/terramycin atau Chlortetracycline/aureomycin) dicampur ke dalam air minum/makanan dengan proporsi 10 gram/100 kg pakan atau 10 gram dalam 40 galon air minum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *