Budidaya Bebek Hibrida Berpeluang Untung Besar

Urbanina.com – Peluang bisnis beternak bebek sampai saat ini makin menjanjikan. Pasalnya permintaan daging bebek untuk kuliner terus bertambah. Menu masakan bebek merupakan pilihan yang dilirik sesudah menu olahan berbahan ayam. Rasa daging bebek goreng yang khas jadi referensi untuk para pemburu kuliner. Bahkan dari budidaya bebek hibrida menghasilkan cita rasa daging nan gurih mirip ayam kampung, bertekstur lembut dan rendah kolesterol.

Bebek hibrida ini diketahui selaku bebek pedaging dari hasil perkawinan silang yang cocok antara bebek peking dengan bebek lokal. Bebek peking terkenal dengan postur tubuhnya yang pendek tetapi tegap/berdaging; kelihatan lebih gemuk ketimbang bebek lokal. Salah satu diantara ciri khas yang dimiliki bebek ini yaitu mempunyai paruh hitam dan kepalanya berukuran relatif lebih besar daripada bebek lokal. Sedangkan bebek lokal mempunyai ciri khas produksi telurnya tinggi, namun kualitas karkasnya rendah.

Budidaya Bebek Hibrida Berpeluang Untung Besar

Dari persilangan kedua jenis bebek itu menghasilkan berbagai kelebihan diantaranya tidak bau amis, empuk, mempunyai lebih banyak karkas daging, masa tumbuh besar kira-kira 40-50 hari, cepat tumbuh besar, dan tahan terhadap perubahan cuaca.

Kelebihan lain dari budidaya bebek hibrida ini yakni klop diternak di halaman rumah dengan lahan sempit sebab bebek ini termasuk bandel. Bebek ini juga tahan dengan penyakit dan stres. Sedangkan dari sisi rasa, daging bebek hibrida dikenal lebih gurih mirip ayam kampung bertekstur lembut, tetapi kolesterolnya rendah.

Syarat melakukan budidaya bebek hibrida relatif mudah. Cukup menyiapkan tempat yang tidak terlalu lembab dan tidak bising (tenang). Kemudian dilengkapi dengan perkandangan yang mempergunakan kombinasi atap transparan dan atap teduh serta pagar.

Secara garis besar beberapa keuntungan/kelebihan dari budidaya bebek hibrida dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Masa produksinya lebih singkat daripada bebek lokal.
  • Pada bebek lokal memerlukan waktu 2-3 bulan dari mulai masa pertumbuhan sampai panen. Sementara itu pada bebek hibrida biasanya pada umur 45-60 hari telah bisa dilakukan panen.
  • Mempunyai cita rasa daging yang lebih gurih.
  • Lebih irit pakannya. Pakan setiap ekor itik lokal sampai mencapai berat 1,4 Kg memerlukan pakan sebanyak 4 Kg, sedangkan untuk itik hibrida hanya memerlukan pakan sebanyak 2,7 Kg untuk mencapai berat 1,6 – 2 Kg.
  • Lebih banyak berproduksi. Sesudah 40-50 hari bebek hibrida bisa meraih berat 1,6 – 2 Kg, sedangkan bebek lokal perlu memerlukan waktu 2-3 bulan untuk meraih berat 1,2 – 1,4 Kg.

Dalam budidaya bebek hibrida juga terdapat kekurangan dan hambatan diantaranya:

  • Bibit bebek ini belum dijual bebas di pasaran, masih dalam kendali perusahaan pembibitan.
  • Langkanya bibit (DOD) berkualitas.
  • Makanan bebek dari bekatul masih bergantung kepada musim panen.
  • Harga daging bebek cukup mahal.
  • Sebagian besar orang masih memilih daging ayam broiler yang harganya lebih murah.

Dari Uraian mengenai kelebihan dan kekurangan budidaya bebek hibrida di atas, jelaslah jika  peluang usaha budidaya bebek hibrida lebih menguntungkan ketimbang bebek lokal. Tetapi anakan bebek ini memang lebih tinggi harganya sehingga Anda mesti menyediakan biaya yang lebih banyak daripada beternak itik lokal.

Jika Anda mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik, sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa konsultasi ke 082227639118.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *