Bakteri Penyebab Penyakit Pada Ayam Petelur

Bakteri Penyebab Penyakit Pada Ayam Petelur

Urbanina.com – Membudidayakan ayam petelur akan menghasilkan hasil berupa telur yang dapat dijual dipasar. Kebutuhan telur ayam di pasar memang relatif banyak, sehingga budidaya ayam petelur ini menjadi salah satu usaha yang memiliki prospek bagus. Namun, dalam upaya membudidayakan ayam petelur bukan berarti tanpa hambatan. Karena, keberadaan bakteri di sekitar lingkungan ayam dapat memberikan dampak yang besar bagi kelangsungan hidup ayampetelur. Kali ini, Urbanina akan membahas tentang bakteri penyebab penyakit pada ayam petelur, sekaligus cara mengatasi penyakit yang diciptakannya.

bakteri penyebab penyakit

Pada manusia, sering kali penyakit pada manusia disebabkan oleh bakteri yang menempel pada kulit sehingga masuk melalui alat pernapasan. Misalnya, penyakit flu yang bisa menular ke manusia lain jika bakteri penyebab flu ini masuk ke tubuh manusia lain. Dan pada kehidupan ayam petelur, penyakit sering kali disebabkan oleh bakteri yang tidak terkontrol keberadaannya oleh pembudidaya. Berikut ini beberapa bakteri penyebab penyakit pada ayam petelur yang perlu diketahui.

  1. Bakteri Salmonella Pullorum

Bakteri ini adalah bakteri penyebab penyakit pullorum atau berak putih. Penyakit berak putih ini perlu diwaspadai pembudidaya karena dapat mengakibatkan kematian pada ayam. Dan untuk mengendalikan bakteri yang salmonella pullorum, dapat menggunakan antibiotika sebagai obat bagi ayam petelur.

  1. Bakteri Salmonella Gallinarum

Bakteri ini adalah bakteri penyebab penyakit Foel typhoid. Ayam petelur yang terjangkiti penyekiti ini dapat dideteksi dari warna tinja yang dikeluarkan, yaitu berwarna hijau kekuningan. Pada banyak kasus, bakteri ini menyerang ayam remaja dan dewasa. Dan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan bakteri ini, dapat menggunakan antibiotika atau preparat sulfa.

  1. Mycoplasma gallisepticum

Bakteri jenis ini akan dapat mengakibatkan penyakit yang bernama CRD. Di Indonesia, penyakit ini juga populer dengan penyakit ngorok. Dan untuk mengobati penyakit yang diakibatkan bakteri mycoplasma gallisepticum ini adalah dengan memberi antibiotika Spiramisin dn Tilosin.

  1. Bakteri Pasteurella Multocida

Apabila bakteri ini erhasil menyerang ayam petelur, maka ayam akan terjangkiti penyakit kolera. Jika penyakit ini sudah parah, ayam petelur akan memiliki pial(gelambir dibawah paruh) yang membesar. Biasanya ayam dewasa yang terserang bakteri ini. Untuk mengendalikannya, pembudidaya dapat menggunakan antibiotika Tetrasiklin atau Streptomisin.

  1. Bakteri dari genus Salmonella

Bakteri dari genus Salmonella ini akan membuat ayam petelur terjangkit oleh penyakit Parathyphoid. Penyakit Parathyphoid ini harus diwaspadai karena dapat menyerang ayam yang baru berusia kurang dari satu bulan. Bila ada ayam yang terdeteksi penyakit ini, dapat dikendalikna dengan pemeberian preparat sulfat atau obat sejenisnya.

  1. Bakteri dari genus Mycoplasma

Bakteri ini dapat menyerang ayam petelur yang dipelihara sehingga kesehatan ayam terganggu. Adapun naman penyakit ayam petelur yang terjangkiti bakteri ini disebut dengan Infeksi synovitis. Penyakit ini biasanya menyerang ayam yang masih muda. Dan untuk mengobatinya, dapat dilakukan dengan memberi ayam dengan antibiotika.

  1. Makhluk intermediet antara bakteri dan virus

Bakteri yang dapat menyerang kesehatan ayam petelur tidak hanya dari bakteri murni saja. makhluk intermediet antara bakteri dan virus juga dapat mengganggu kenyamanan hidup ayam petelur yang dipelihara. Salah satu penyakit yang diakibatkan serangn makhluk intermediet tersebut adalah penyakit coryza atau juga disebut pilek ayam. Seperti namanya, ayam akan kelihatan pilek seperti halnya manusia juka sudah terserang penyakit ini. Walaupun biasanya menyerang ayam yang masih kecil, namun penyakit ini dapat menyerang ayam dengan segala umur, sehingga perlu diwaspadai. Maka dari itu, jika ayam sudah terserang penyakit ini, perlu segera diobati dengan antibiotika atau preparat sulfa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *