Umur Fase Pada Ayam Broiler

Umur Fase Pada Ayam Broiler

Urbanina.com – Broiler merupakan ayam-ayam muda jantan dan betina yang biasanya dipanen saat berumur 5 – 6 minggu dengan tujuan untuk menghasilkan daging (ayam pedaging). Oleh karena itu Anda pun perlu mengetahui umur fase pada ayam broiler agar hasilnya optimal.

Ayam broiler adalah hasil teknologi persilangan antara ayam Plymouth Rock dan Cornish yang mempunyai karakteristik ekonomis, cepat pertumbuhannya, konsumsi pakannya rendah, cepat panen dengan dagingnya berserat lunak. Ayam broiler sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat di pedesaan maupun perkotaan, baik sebagai bisnis sampingan atau bisnis utama, khususnya di Pulau Jawa.

Umur Fase Pada Ayam Broiler

Pemeliharaan ayam broiler tidak membutuhkan lahan yang cukup luas, namun Anda harus mengetahui umur fase pada ayam broiler agar tepat saat memberikan pakan untuk menunjang pertumbuhannya. Umur fase pada ayam broiler ada dua periode (tahap).

Berikut ini umur fase pada ayam broiler yang harus Anda perhatikan dan pahami.

Fase Starter (0 – 3 minggu)

Pada masa awal atau starter keadaan tubuh ayam masih lemah karena organ tubuhnya belum berperan dengan sempurna membuat ayam membutuhkan perhatian yang lebih rutin supaya bisa tumbuh dengan maksimal. Pada ayam komersial, baik broiler ataupun layer yang sudah menetas tidak memiliki induk sehingga membutuhkan induk pengganti. Dengan teknologi, manusia berusaha menciptakan sebuah sistem induk buatan yang dikenal dengan sebutan brooding yang bisa bertindak sebagaimana induk ayam aslinya.

Nyaris seluruh organ vital dalam tubuh ayam menjalani perkembangan pada fase ini antara lain kerangka tubuh ayam (tulang), sistem kekebalan tubuh, organ pernapasan, organ pencernaan, dan organ reproduksi. Pada ayam pedaging ini organ pencernaan akan tumbuh cepat pada usia kira-kira 2 – 14 hari dan berbagai enzim pencernaan pun akan bersekresi serta berperan dengan maksimal pada usia 4 – 21 hari. Organ pernapasan tumbuh cepat pada umur 4 – 14 hari, sedang sistem kekebalan tubuhnya berperan optimal pada umur 7 hari.

Beberapa proses yang berlangsung dalam tubuh ayam sepanjang fase starter demikian penting hingga perhatian dan penanganan secara inten sepaptutnya diterapkan pada fase ini. Kegagalan pada fase ini akan menyulitkan pencapaian produktivitas yang optimal pada fase berikutnya.

Fase Finisher (3 – 6 minggu)

Pada masa finisher (umur 3 – 6 minggu), keadaan pertumbuhan ayam broiler mulai berkurang. Oleh karena itu, protein dalam pakannya dikurangi menjadi 20%, sementara energi pakan yang dipergunakan sebanyak 3000 – 3200 kkal/kg. Beberapa bahan komposisi pakan untuk starter sama dengan bahan komposisi pakan untuk finisher. Bentuk fisik pakan yang umum diberikan pada ayam broiler dapat berupa crumble, mash atau pellet. Pakan ayam broiler banyak dipasarkan dengan merek dagang yang berlainan, tergantung pabrikan yang memproduksinya.

Penggantian pakan starter dengan pakan finisher alangkah baiknya jangan dilakukan serentak, namun dengan cara bertahap. Pada hari pertama dimulai dengan memberi pakan starter 75% ditambah pakan finisher 25%, pada hari selanjutnya diberi pakan finisher 75% dan pada hari seterusnya baru diberikan pakan finisher semuanya. Bila tahapan ini tidak diadakan maka nafsu makan ayam akan berkurang untuk beberapa hari dan dikuawatirkan akan mengganggu pertumbuhannya.

Ayam mengonsumsi pakan untuk mencukupi keperluan energinya. Ayam akan terus makan sebelum keperluan energinya tercukupi. Bila ayam diberikan pakan dengan kadar energi yang sedikit maka ayam akan lebih banyak makan. Kebalikannya, bila disediakan makanan dengan kadar energi tinggi maka ayam akan lebih sedikit makannya sebab keperluan energinya mudah tercukupi. Asal energi pokok dalam pakan umumnya mempergunakan jagung kuning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *