Bagaimana Pengendalian Limbah Peternakan Ayam Broiler?

Urbanina.com - Usaha peternakan ayam broiler merupakan satu dari banyak jenis peternakan yang sudah berkembang di Indonesia. Sampai saat ini, hampir di seluruh provinsi di Indonesia telah memiliki sentra peternakan ayam broiler ini. Perkembangan ini tentu menjadi kabar baik karena usaha peternakan mulai memberikan dampak yang baik berupa ketersediaan daging ayam yang mencukupi serta pendapatan peternak yang semakin besar. Namun, disisi lain peerkembangan ini juga memberikan dampak yang kurang baik. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh peternakan ayam broiler adalah limbah. Ada berbagai macam limbah yang berpengaruh negatif terhadap lingkungan, sehingga memerlukan pengendalian yang tepat. Lalu, bagaimana pengendalian limbah peternakan ayam broiler yang tepat? pengendalian limbah peternakan ayam broiler Kali ini, Urbanina akan membahas menenai pengendalian limbah peternakan ayam broiler ini. Limbah yang tidak ditangani dengan tepat dikhawatirkan akan memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan sekitar. Berikut ini adalah 4 macam pengendalian limbah peternakan ayam broiler yang perlu dilakukan.
  1. Pengendalian bau dari kotoran ayam broiler
Bau dari kotoran ayam broiler adalah salah satu limbah yang bisa menyebar ke lingkungan kandang yang lebih luas. Oleh karena itu, kandang yang baik adalah kandang yang letaknya jauh dari pemukiman penduduk, sehingga bau dari feses ini tidak menyebar dan mengganggu ke rumah-rumah penduduk. Untuk upaya pengendalian bau dari kotoran ayam, saat ini telah ada beberapa hal yang dapat dilakukan seperti penambahan zat kapur pada kotoran ayam, penggunaan probiotik starbio pada pakan yang diberikan, dan juga pemakaian zeloit pada pakan. Selain ketiga cara diatas, peternak juga bisa mengatasi limbah ini dengan memanfaatkan kotoran ayam untuk digunakan sebagai pupuk organik atau diolah menjadi biogas.
  1. Pengendalian pencemaran air dan pencemaran tanah
Pencemaran air dan pencemaran tanah adalah dua hal negatif yang dihasilkan peternakan ayam broiler ini. Salah satu cara untuk mengendalikan kedua limbah in adalah dengan membuat saluran air yang tercemar yang tempatnya jauh dari sumber air bersih atau sumur. Sudah sepatutnya bagi peternak untuk menempatkan kandang dan saluran air tercemar di lokasi yang berjauhan dari sumur sumber air bersih karena dikhawatirkan akan mencemari sumur sumber air bersih tersebut. Karena jika air sumur sumber air bersih tersebut sudah tercemar, maka akan sulit untuk membersihkannya dan harus mengebor sumur sumber air bersih yang baru untuk mendapatkan air bersih.
  1. Pengendalian lalat yang banyak
Pengendalian limbah peternakan ayam broiler juga berlaku untuk limbah yang berwujud lalat yang banyak. Terlebih ketika musim hujan, lalat yang bermukim disekitar kandang akan bertambah semakin banyak. Jika terlalu banyak, bukan tidak mungkin lalat akan menyebar lebih jauh lagi sehingga bisa mengganggu pemukiman penduduk. Untuk dapat mengendalikannya, terdapat beberapa cara untuk membasmi lalat. Seperti, menggunakan bahan kimia yang dapat membunuh lalat, menggunakan predator lalat agar dapat memangsa lalat, menggunakan aliran listrik agar lalat tersetrum dan mati, atau juga bisa menggunakan alat penangkap lalat.
  1. Pencegahan terjadinya penyakit flu burung
Virus flu burung (H5N1) memiliki tingkatan yang tinggi dalam hal dapat mematikan penderita, sehingga terlalu dekat dengan unggas seperti ayam broiler adalah salah satu hal yang dikhawatirkan dapat menyebabkan terkena virus membahayakan ini. Maka dari itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar dapat terhindar dari virus ini seperti menggunakan masker ketika berdekatan dengan unggas, cuci tangan dengan air sabun setelah ada kontak dengan unggas, tidak menyembelih unggas yang sakit, tidak membiarkan anak-anak terlalu dekat dengan unggas, serta tidak memakan daging unggas yang dimasak setengah matang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *