Menanam dengan sistem hidroponik? butuh pestisida juga kah?

Menanam dengan sistem hidroponik? butuh pestisida juga kah?

Urbanina.com – pestisida organik atau kimia? Banyak orang beranggapan bahwa membudidayakan atau menanam tanaman dengan metode hidroponik tidak membutuhkan pestisida atau obat pembunuh hama. Meskipun tidak ditanam pada tanah yang berarti tanaman bebas hama yang tinggal didalamnya, tanaman hidroponik tetap dapat terserang hama yang menyerang daun atau batangnya seperti ulat, serangga maupun jamur. Jika hama-hama penyerang tanaman menyebabkan tanaman rusak parah maka pestisida dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut.

industri tomat hidroponik

Pada dasarnya ada dua macam pestisida yang dapat digunakan dalam metode tanam hidroponik yakni pestisida kimia atau non-organik dan pestisida alami atau organik. Masing-masing jenis pestisida memiliki kekurangan dan kekurangannya masing-masing. Kelebihan dan kekurangan pestisida tersebut antara lain :

  • Pestisida kimia ( tidak dianjurkan )

Pestisida kimia memiliki kelebihan diantaranya penggunaan pestisida yang praktis dan efisien. Pestisida kimia ini mudah didapat di toko-toko yang menjual peralatan pertanian. Selain mudah digunakan, pestisida kimia biasanya sudah teruji dan efektif membasmi hama tertentu. Meskipun demikian kekurangan pestisida kimia diantaranya tidak ramah lingkungan dan dapat mencemari tanaman. Zat kimia yang terkandung dalam pestisida kimia dapat menyebabkan residu yang tertinggal pada tanaman dan dampaknya berbahaya jika dikonsumsi terus menerus bahkan dapat menyebabkan penyakit kanker. Oleh sebab itu, sayur dan buah yang menggunakan pestisida kimia sebaiknya dicuci hingga bersih sebelum dimasak atau dikonsumsi.

 

  • Pestisida organik

Pestisida hidroponik lebih aman dan ramah lingkungan serta cocok digunakan untuk sistem tanam hidroponik ornganik. Tanaman akan menghasilkan sayuran dan buah dengan kualitas yang lebih baik dan sehat dibandingkan dengan tanaman yang menggunakan pestisida kimia. Kekurangan pestisida organik adalah pembuatannya yang cukup rumit dan tidak praktis. Selain itu pestisida organik tidak dapat dikontrol kualitasnya serta belum tentu efisien untuk tanaman tertentu. Meskipun demikian, banyak petani yang lebih memilih menggunakan pestisida organik dibandingkan pestisida kimia. Beberapa jenis tanaman dan bagiannya dapat digunakan untuk membasmi hama terutama pada bagian yang mengandung zat fenolic dan zat fitokimia tumbuhan.

 

Ada beberapa formula pestisida organik yang biasa digunakan para petani, salah satu diantaranya adalah campurang bawang putih, kunyit, lengkuas, sereh dan merica. Cara pembuatan pestisida ini cukup muda, dengan langkah berikut ini :

 

  • Haluskan bawang putih, kunyit, lengkuas masing-masing 100gram dengan 3 batang serai dan merica secukupnya.
  • Tambahkan 1 liter air pada bahan yang sudah dihaluskan.
  • Didihkan air tersebut diatas api dan sisihkan. Tunggu larutan hingga dingin.
  • Saring formula larutan tersebut kemudian campur air saringan dengan sabun cuci cair yang biasa digunakan untuk mencuci piring. Setiap 100 ml larutan ini dapat dilarutkan kembali dengan 3 liter air sebelum disemprotkan pada tanaman.
  • Tampung larutan pestisida pada botol spray secukupnya dan kemudian disemprotkan pada tanaman hidroponik secara rutin satu hingga dua kali sehari.

 

Beberapa hama yang dapat menyerang tanaman hidroponik diantaranya adalah semut, lalat buah, tungau, kutu bemisia, ulat, belalang, jangkrik, laba-laba dan lain sebagainya. Hama ini dapat dibasmi dengan pestisida organik akan tetapi sebaiknya perhatikan terlebih dahulu kerusakan yang ditimbulkannya. Jika kerusakan baru sedikit lihat perkembangannya dan jika kerusakan semakin parah baru pestisida alami ini dapat digunakan. Gunakan pestisida ini dengan hati-hati dan bijaksana karena penggunaan pestisida yang tidak tepat baik organik maupun nonorganik dapat menciptakan masalah pada tanaman di kemudian hari.

www.urbanina.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *