Tips Untuk Pembesaran Ikan Belut Yang Dibudidayakan

Urbanina.com – Ikan belut yang telah melalui tahap pendederan, kemudian akan melalui tahapan budidaya yang selanjutnya. Tahapan selanjutnya untuk ikan belut ini adalah tahap pembesaran ikan belut. Seperti yang terjadi di banyak pembudidaya, bahwa tahap pembesaran merupakan salah satu tahapan yang harus dilewati dengan cermat agar nantinya didapat hasil panen yang bagus baik untuk konsumen maupun untuk pembudidaya itu sendiri. Konsumen tentu menginginkan belut yang dijual adalah belut yang memiliki ukuran standar serta terbebas dari penyakit sehingga dagingnya enak. Dan pembudiday harus melakukan upaya pembesaran ikan belut dengan cermat agar menghasilkan belut yang berkualitas tersebut.

pembesaran ikan belut

Kali ini, Urbanina akan membahas tentang bagaimana melakukan budidaya pembesaran ikan belut ini agar dapat menghasilkan hasil panen yang berkualitas dan disukai konsumen. Untuk dapat melakukan upaya pembesaran ini, tentu persiapan peralatan dan media untuk pembesaran ikan belut telah dipersiapkan terlebih dahulu. Untuk mengingatkan, media dasar kolam budidaya belut ini harus terbuat dari bahan organik agar dapat menjadi air yang kualitasnya setara dengan kualitas air di sawah atau habitat asli ikan belut ini. Setelah semua siap, maka proses pembesaran ikan belut juga telah siap untuk dilaksanakan.

Langkah paling pertama untuk pembesaran belut ini tentu terletak pada menebarkan ikan ke kolam pembesaran dengan kepadatan populasi ikan pembesaran tahap pertama adalah 100 ekor per meter persegi, dan untuk tahap kedua dengan kepadatan 50 ekor per meter persegi. Ikan belut dengan ruang gerak yang bebas akan memicu pertumbuhan yang baik. sebalinya apabila kepadatan populasi pembesaran ini terlalu tinggi, dapat mengakibatkan ketidak merataan pertumbuhan atau dengan kata lain pertumbuhan belut akan terhambat.

Setelah benih belut yang siap dibesarkan ditaburkan ke kolam, maka perlu dilakukan pemupukan secukupnya. Pemupukan ini sebenarnya sudah dilakukan ketika kolam pertama kali dilakukan pengisian air. Air bersih yang telah dimasukkan ke kolam untuk pertama kalinya ini akan memicu adanya pemupukan. Jerami, sekam padi, dan pupuk kandang yang telah disusun ketika mempersiapkan media dasarkolam akan bereaksi setelah waktu tertentu setelah pemberian air kolam pertama kali. Jerami tersebut lama-kelamaan akan lapuk, sehingga akan membentuk pelumpuran yang subur. Kesuburan ini juga tidak lepas dari peran pupu kandang sebagai salah satu bahan organik utama.

Langkah pembesaran yang kedua adalah dengan pemberian pakan tambahan untuk belut yang dibudidayakan. Seperti yang diketahui oleh banyak pembudidaya, bahwa belut memerlukan pakan utama yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi untuk pertumbuhannya. Namun, pemberian pakan tambahan rupanya dapat memberi pengaruh yang baik untuk memperlancar pertumbuhan ikan belut yang dibudidayakan ini. Untuk memberikan pakan tambahan, dapat diupayakan dengan memberi pakan belut berupa kecoa, cacing, dan ulat besar atau belatung yang dapat diberikan kepada belut setiap 10 hari.

Langkah yang ketiga untuk pembesaran belut adalah dengan memberikan vaksinasi. Seperti pada peternakan pada umumnya, vaksinasi pada budidaya ikan belut ini dimaksudkan agar ikan belut yang dipelihara dapat terlingung dari ebrbagai penyakit yang menyerang melalui kekebalan tubuh ikan yang lemah. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa jenis bakteri atau virus ukuran kecil yang berpontensi menyerang ikan belut ini.

Langkah yang keempat dalam pembesaran belut dapat dilakukan dengan upaya pemeliharaan kolam atau yang digunakan untuk budidaya. Pembudidaya harus dapat memastikan bahwa kolam terbebas dari bahan-bahan beracun yang dapat mencemari kolam, serta aman dari gangguan lain yang datang dari sekitar kolam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *