Teknik Sederhana Untuk Pemanenan Lobster

Teknik Sederhana Untuk Pemanenan Lobster

Urbanina.com – Usaha budidaya lobster memang membutuhkan tahapan-tahapan yang harus dilalui secara runtut. Namun, jika pembudidaya dapat melaluinya dengan sesuai prosedur yang benar, ia akan mendapatkan imbalan yang cukup untuk membayar kesabaran yang terus ia pertahankan. Melalui pemanenan lobster yang baik, maka pembudidaya dapat memasarkan lobster hasil budidayanya untuk meraup keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Lobster yang dijual dipasaran pada umunya memiliki harga yang relatif tinggi. Salah satunya mungkin dikarenakan permintaan konsumen yang semakin banyak. Namun, harga yang mahal ini bisa dimengerti oleh konsumen. Karena jika seseorang pergi ke restoran atau warung makan yang menyediakan menu olahan udang, tentu dia akan menemui bahwa harga menu olahan udang tersebut relatif lebih tinggi dari pada menu olahan yang lain.

pemanenan lobster

Untuk dapat melakukan pemanena lobster dengan baik, pembudidaya dapat membagi proses pemanenan lobster ini menjadi tiga jenis panen. Adapun ketiga jenis panen tersebut adalah pemanenan induk lobster, pemanenan induk yang sedang bertelur dan pemanenan benih. Dengan ketiga jenis pemanenan lobster ini, maka terdapat tiga prosedur yang berbeda pula untuk upaya pemanenan lobster yang dibudidayakan. Walau begitu, perbedaan jenis pemanenan ini bertujuan agar dapat memperlakukan lobster yang dibudidayakan dengan benar, selain itu cara untuk pemanenan ini bisa dikatakan mudah dan sederhana untuk dilakukan. Berikut kami jelaskan satu per satu.

  1. Cara pemanenan induk lobster

Secara garis besar pemanenan induk lobster ini dapat digunakan dengan beberapa tahapan yaitu penangkapan, penampungan, pemeriksaan, dan pengadaptasian. Perlu digarisbawahin bahwa proses panen induk lobster harus dilakukan secara perlahan dan hati-hati agar tidak terjadi kerusakan fisik, terutama pada kaki dan capit lobster.

Pertama-tama, perlu disiapkan scoopnet halus berukuran 20 x 30 cm dan ember plastik berdiameter 50 cm yang terisi air jernih setinggi 20cm. Untuk lobster yang masih bersembunyi di shelter peralon, dapat langsung diambil dengan kedua tangan menutup ujung peralon. Kemudian peralon diangkat dan lobster diletakkan di ember yang telah dipersiapkan tersebut. Untuk menghindari stress, kepadatan ideal wadah untuk induk jantan berbanding induk betina adalah 5:6, dan terdapat sirkulasi udara yang baik di wadah penampungan tersebut.

  1. Cara pemanenan induk lobster yang sedang bertelur

Untuk pemanenan induk yang sedang bertelur, diperlukan kehati-hatian yang lebih. Karena, lobster pada kondisi ini memiliki sifat lebih mudah stress bila terjadi pemindahan lingkungan. Salah satu cara sederhana untuk memanen induk yang sedang bertelur adalah sebagai berikut. Pengambilan lobster dapat menggunakan scoopnet secara perlahan dan penuh kehati-hatian. Kemudian induk yang sedang bertelur tersebut diangkat menggunakan tangan, dan lepaskan anakan lobster yang masih menempel dengan membiarkan induk mengibaskan ekornya di permukaan air. Jika diperlukan perontokan juvenil (anakan lobster) dapat dibantu dengan merontokkan juvenil tersebut dengan bantuan jari kita. Setelah itu induk diletakkan di aquarium karantina dahulu, yang dimaksudkan agar dapat memulihkan kondisi tubuhnya.

  1. Cara pemanenan benih

Peralatan yang dibutuhkan untuk memanen benih diantaranya adalah scoopnet ukuran 20 x 10 cm, dan ember plastik. Adapun benih yang dipanen adalah yang berukuran 1-2 cm dengan waktu yang paling tepat untuk melakukan pemanenan benih adalah sebelum pukul 9 pagi. Caranya, pertama-tama air didalam aquarium atau wadah benih dikurangi hingga kedalaman air setinggi 15-20 cm. Lalu, benih yang siap panen ditangkap menggunakan scoopnet secara perlahan dan hati-hati, dan dimasukkan ke ember plastik yang telah dipersiapkan. Jika tempat pemanenan dan tempat penampungan relatif jauh, disarankan untuk meletakkan daun-daunan atau kertas yang sudah dibasahi di dasar ember plastik seebelum melakuakan pemanenan benih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *