Teknik Budidaya Pembesaran Ikan Patin

Teknik Budidaya Pembesaran Ikan Patin

Urbanina.com –¬†Permintaan pasar terhadap ikan patin adalah salah satu penyebab maraknya budidaya ikan patin di beberapa daerah. Di Indonesia, terdapat beberapa daerah yang menjadi sentra perikanan ikan patin ini. Sebut saja Provinsi Jawa Barat, selain menjadi sentra perikanan ikan patin diprovinsi tersebut juga telah berdiri sebuah balai besar yang meneliti tentang seluk-beluk budidaya ikan patin dan ikan air tawar lainnya. Daerah lain yang juga dapat dikunjungi untuk melihat langsung sentra perikanan ikan patin adalah Kalimantan, Lampung dan Sumatera Selatan. Dengan berkunjung ke sentra perikanan, kita akan dapat melihat secara langsung bagaimana proses pembesaran ikan patin yang bernilain tinggi ini. Namun karena perkembangan teknologi, untuk mengetahui tentang bagaimana pembesaran ikan patin ini juga dapat dilakukan dengan menyimak artikel yang ditulis Urbanina pada kesempatan kali ini.

pembesaran ikan patin

Ada beberapa teknik yang perlu dilakukan dengan tekun oleh pembudidaya jika ingin mengalami kelancaran selama pembesaran ikan patin. Beberapa teknik berikut ini sebenarnya tidak terlalu sulit sehingga dapat dilakukan siapa saja asalkan mau belajar. Langsung saja berikut adalah beberapa tekni pembesaran ikan patin yang perlu dilakukan.

  1. Menjaga kualitas air kolam ikan patin

Hal yang menjadi salah satu faktor pertumbuhan ikan patin yang dibudidaya adalah kualitar tempat tinggalnya yang berupa air yang berkualitas. Kualitas air sangat dipengaruhi oleh kejelian pembudidaya itu sendiri. Sehingga, dalam proses pembesaran pada ikan patin sudah sepatutnya jika pembudidaya harus menjaga kualitas air kolam ikan patin. Kualitas air yang baik dapat dilihat dari dua sisi yaitu sisi secara fisika dan kimiawi. Sisi fisika air dapat dilihat dari faktor suhu, kekeruhan air dan warna air. Suhu yang baik untuk ikan patin adalah 26-28 derajat C. Sedangkan air keruh yang optomal biasanya adalah air dengan kedalaman 25-50 cm, sehingga tumbuh plankton yang cukup dan tidak terlalu keruh karena banyaknya partikel tanah.

Lalu, air secara kimiawi dipengaruhi oleh kadar oksigen terlarut, kandungan karbondioksida, nilai pH serta kadar zat-zat beracun. Kadar minimal oksigen terlarut untuk ikan patin adalah 4 miligram/liter air, sedangkan kadar karbondioksidanya harus kurang dari 5 miligram/liter air.

  1. Menjaga pemberian pakan

Kalau dipikir-pikir lagi, kebutuhan pertumbuhan ikan patin ini hampir sama dengan kebutuhan pertumbuhan manusia. Setelah kebutuhan tempat tinggal berupa air yang berkualitas, ikan patin juga membutuhkan pakan yang berkualitas pula. Seperti pada kebutuhan air, kebutuhan pakan ikan patin juga sangat bergantung pada kejelian pembudidaya itu sendiri. Oleh karena itu, penting bagi pembudiaya untuk menguasai teknik pembesaran ikan patin dalam hal pemberian pakan ini.

Teknik pemberian pakan pada ikan patin dilakukan dengan pemberian pakan secara teratur. Pemberian pakan ikan patin dapat dilakukan sebanyak 2 x sehari, yaitu di pagi dan sore hari. Banyaknya pakan yang diberikan pun juga telah ada pedomannya sendiri, yaitu sebanyak 3-5% dari total berat ikan patin yang dipelihara. Sehingga, banyaknya jumlah pakan yang diberikan pasti terus berganti setiap bulannya. Cara yang dapat digunakan untuk menghitung banyaknya pakan tersebut adalah cukup dengan menimbang 10 ekor ikan patin saja sebagai sampling.

Selain pemberian pakan utama, ada baiknya memberi pakan tambahan terhadap ikan patin yang di pembesaran. Pakan tambahan dapat berupa ikan runcah atau sisa bahan makanan dapur yang diberikan setiap 3-4 hari sekali. Pakan tambahan ini akan bermanfaat sebagai makanan perangsang nafsu makan ikan patin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *