Mengenal Sifat-Sifat Ikan Lele Untuk Dibudidayakan

Mengenal Sifat-Sifat Ikan Lele Untuk Dibudidayakan

Urbanina.com – Ikan lele merupakan salah satu ikan yang populer di masyarakat dengan salah satu olahan yang terkenal adalah pecel lele. Di sepanjang Jabodetabek, menu olahan ikan lele ini begitu digemari masyarakat yang dapat ditemui di warung-warung tenda yang menjual menu ini. Selain memiliki daging yang cukup besar, ikan lele juga memiliki rasa yang tidak kalah lezat jika dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Hal ini yang menjadi salah satu faktor meningkatnya permintaan akan ikan lele di pasar. Peningkatan yang terjadi kemudian dapat menciptakan peluang usaha yaitu usaha budidaya ikan lele. Ketika ada pasokan ikan lele yang melimpah, maka permintaan ikan lele akan terpenuhi. Dan bagi mereka yang membudidaya ikan lele, mereka harus mengenali sifat ikan lele sehingga dapat memberikan tindakan yang tepat ketika membudidayakannya.

sifat ikan lele

Sifat ikan lele untuk dibudidayakan tersebut akan dibahas Urbanina dalam artikel ini. Sifat ikan lele ini tentu dimuat berdasarkan dari beberapa sumber yang terpercaya sekaligus berdasarkan pengalaman ketika membudidayakan ikan lele ini. Berikut ulasannya.

Telah dilakukan uji coba yang dilakukan oleh BRPBAT(Balai Riset Perikanan Budidaya Ikan Air Tawar) yang berdomisili di Bogor dengan melakukan pembesaran ikan lele di kolam seluas 1000 m² berkedalaman 1 m. Dengan memasukan benih berukuran 5-8 cm dengan kepadatan penebaran 30-50 ekor/m², diberi pakan campuran dedak dan ikan rucak dengan rasio 3:1. Dengan konversi pakan adalah 6:1, yaitu setiap 6 kg pakan, dapat menghasilkan 1kg ikan. Ikan tersebut dipelihara selama 24 pekan (5-6 bulan), dan dapat menghasilkan lele dumbo seberat 180-200 gram per ekor, dan banyaknya mortalitas adalah 30%.

Dari hasil penelitian tersebut, dapat diketahui beberapa sifat lele dumbo jika dibandingkan dengan lele lokal. Lele dumbo ini disebut demikian karena ikan lele tersebut dapat tumbuh dengan cepat sekaligus memiliki badan yang besar. Konon, pemberian nama dumbo ini diberikan oleh orang Jawa yang berasal dari kata dhomba(bahasa Jawa). Dhomba adalah nama hewan yaitu kambing domba yang memiliki pertumbuhan yang cepat sekaligus memiliki tubuh yang gemuk dan berlemak banyak. Ucapan dhomba mungkin kurang enak didengar sehingga diganti dengan sebutan dumbo yang juga digunakan pada jumbo jet yang berarti jet yang besar. Itulah awal mula dari penamaan lele dumbo yang dipercayai. Kembali ke topik, berikut adalah data sifat ikan lele yang dapat diambil dari penelitian oleh BRPBAT Bogor.

Ikan lele dumbo akan memiliki respon terhadap stress atau terkejut yang ia alami, yaitu warna tubuhnya akan berubah menjadi loreng-loreng. Sedangkan lele lokal akan memiliki warna gelap. Tetapi, ketika lele dumbo ini dalam keadaan normal atau sehat, ikan ini akan memiliki gerakan yang gesit dan lebih agresif jika dibandingkan dengan lele lokal.

Di sisi lain, lele dumbo juga memiliki patil seperti lele lokal pada umumnya. Namun, yang membedakan adalah patil ikanlele dumbo ini tidak memiliki racun seperti yang dimiliki oleh ikan lele lokal. Dan juga, ikan lele dumbo akan ramah dan tidak akan merusak pematang. Berbeda dengan lele lokal yang memiliki sifat merusak pematang dengan membuat lubang. Itulah beberapa sifat yang dapat dilihat dari ikan lele dumbo dan lokal.

Secara lebih detil, pertumbuhan dari kedua jenis lele ini juga berbeda. Di umur 5 pekan, lele dumbo akan tumbuh dengan bobot 10-15 gram per ekor. Angka ini jauh berbeda dengan lele lokal yang hanya mencapai 1-1,5 gram per ekor di umur yang sama. Sehingga, di umur 24 pekan(5-6 bulan), lele dumbo dapat tumbuh dengan bobot 180-200 gram per ekor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *