Sejarah Perkembangan Bisnis Ikan Lele Di Indonesia

Sejarah Perkembangan Bisnis Ikan Lele Di Indonesia

Urbanina.com – Ikan lele merupakan salah satu ikan yang memiliki daging dengan citarasa yang banyak digemari oleh masyarakat. Di tahun 2016 ini, ide untuk membudidayakan ikan lele untuk menyuplai masyarakat pecinta kelezatan daging ikan lele ini sudah banyak dilakukan oleh sebagian orang. Selain untuk menyediakan pasokan daging ikan lele, pembudidaya ikan lele akan dapat memperoleh keuntungan hasil dari penjualan ikan lele yang mereka budidaya. Kemudian, apakan di masa lalu bisnis semacam ini sudah ada? Bagaimana perkembangan bisnis ikan lele dimasa lalu? Semua itu akan dibahas Urbanina di paragraf berikutnya.

perkembangan bisnis ikan lele

10 tahun yang lalu, tepatnya ditahun 2006 ada sebuah lembaga yang mencatat statistik mengenai perkemabngan bisnis ikan lele ini. Sejarah perkembangan bisnis ikanlele setidaknya dapat dimulai dengan melihat keadaan pasar di tahun tersebut. Adalah “Warta Pasar Ikan” yang mengeluarkan data statistik bahwa ditahun tersebut telah terdapat 5.000 orang anggota pengusaha warung tenda pecel lele yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Tak hanya itu, data yang dikeluarkan lembaga tersebut juga mengenai kebutuhan daging ikan lele yang mencapai 40 ton per hari.

Dulu, orang hanya membudidaya ikan lele sebagai pekerjaan sampingan saja. Ikan lele yang mereka pelihara ditempatkan di kolam pekarangan rumah agar dapat sebagai hewan yang memakan sisa-sisa makanan atau limbah rumah tangga saja. Kita tahu, bahwa ikan lele merupakan ikan yang dapat hidup di lingkungan air kotor akibat limbah rumah tangga ini. Lele yang dipelihara dengan pakan sisa makanan rumah tangga ini tentu tidak dapat tumbuh dengan pesat, tetapi daging yang dihasilkan tetap dimanfaatkan untuk kebutuhan makan.

Perkembangan bisnis ikan lele mulai dilakukan setelah banyaknya permintaan ikan lele di pasaran. Banyak orang yang melihat peluang usaha ini yang kemudian beranjak untuk memelihara ikan lele untuk dibudidayakan dan dibisniskan. Dengan begitu, keuntungan finansial pun dapat diperoleh. Setelah ada satu orang yang memulai usaha dan untung, maka orang yang mendengar berita ini pun banyak yang kemudian tertarik untuk ikut melakukan budidaya agar dapat mendapatkan keuntungan finansial juga. Namun, tidak semua orang yang melakukan bisnis ini berhasil dalam usahanya. Salah satu penyebabnya adalah karena kurangnya strategi dalam pemasaran, sehingga tidak sedikit pembudidaya ikan lele yang rugi waktu itu.

Meskipun banyak yang mengalami kerugian, tetapi perkembangan bisnis ikan lele ini tidak semakin menurun, justru semakin meningkat. Hal ini dikarenakan perkembangan bisnis ikan lele pada waktu itu didukung oleh riset yang dilakukan oleh lembaga terkait. Salah satu lembaga ygn ikut berperan adalah Balai Riset Perikanan Budidaya Ikan Air Tawar (BRPBAT) yang bertempat di Bogor. Lembaga tersebut telah banyak melakukan riset mengenai ikan lele yang telah dimulai sejak tahun 1978.

Adapun riset yang dilakukan oleh BRPBAT ini tentu agar perkembangan bisis ikan lele ini dapat melaju cepat. Adapun beberapa aspek yang dilakukan riset diantaranya riset dalam aspek budidaya untuk induk ikan lele, benih, pakan, lingkungan dan penyakit ikan lele. Riset ini tentu dilakukan dari satu bidang menuju bidang yang lain, sehingga membutuhkan banyak waktu. Dan pada tahun 1995, ikan lele telah dianggap sebagai komoditas budidaya umum sehingga riset yang dilakukan sudah terbatas. Dan jika dibandingkan dengan tahun tersebut, bisnis ikan lele yang dilakukan akhir-akhir ini tentu memiliki kesamaan prinsip meskipun teknologi yang digunakan sedikit lebih maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *