Sejarah Kolam Terpal Yang Dipakai Pada Budidaya Ikan Lele

Urbanina.com – Pada kesempatan ini, Urbanina akan membahas mengenai sejarah kolam terpal yang saat ini populer di kalangan pembudidaya ikan lele di Indonesia. Salah satu jenis kolam budidaya ikan lele ini rupanya memiliki rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan. Sejarah kolam terpal ini akan dapat dilihat dari rekam jejak tersebut. dengan mengetahui sejarah kolam terpal melalui artikel ini, diharapkan pengguna kolam terpal akan lebih dapat mengerti masksud diciptakannya kolam jenis terpal ini, serta lebih yakin lagi dalam menggunakan salah satu jenis kolam budidaya ikan lele ini.

sejarah kolam terpal

Awalnya, sejarah kolam terpal dimulai dari kondisi tanah yang berada di kawasan Kabupaten Sumbawa Barat dan Pulau Sumbawa pada umumnya yang memiliki curah hujan yang sedikit. Dengan curah hujan yang sedikit, maka tanah yang ada disana mengalami kekeringan yang membuat banyak lahan disana tidak terpakai dan juga tidak dimanfaatkan penduduk. Namun, kemudan muncul ide untuk menghidupkan kembali fungsi lahan kering ini. Terciptalah ide untuk membuat penampungan air untuk mencukupi kebutuhan air di tempat itu, yaitu untuk keperluan petanian. Penampung air yang digunakan akhirnya berupa terpal ukuran besar karena tidak bocor terkena air dan dapat menampung banyak air yang diperlukan. Sedangkan untuk airnya sendiri didapat dari penggalian sumur dan juga pengeboran sumur.

Setelah air sudah banyak tertampung oleh terpal, air tersebut kemudian diisi dengan ikan lele dumbo yang dipelihara. Dengan ikan lele dumbo dipelihara di penampungan tersebut, sudah seharunya ikan lele tersebut dirawat dengan diberi pakan. Adapun pakan yang diganakan waktu itu adalah dedaunan, otoran ayam dan lainnya. Seelah itu, air sisa buangan/limbah tendon yang berasal dari hasil metabolisme ikan dan juga sisa pakan ikan didalam kolam kemudian dialirkan ke lahan pertanian agar dapat dijadikan air yang telah mengandung bahan organik yang dibutuhkan tanaman.

Dengan berawal dari hal tersebut, saat ini kolam terpal sudah menjadi salah satu jenis kolam yang populer di kalangan pembudidaya ikan lele. Bahkan berawal dari kolam terpal ini telah muncul inovasikolam yaitu berupa kolam plastik yang juga memiliki banyak manfaat bagi pembudidaya. Bergbagai jenis kolam ini dapat diterapkan pembudidaya berdasar lokasi dan kegunaanya. Tendon air yang digunakan saat ini dapat dimanfaatkan di lahan kering yang mana limbahnya dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian. Teknologi ini menjadi salah satu penerapan pertanian hortikultura yang mana selain dapat menghasilkan produk unggulan, juga produk yang ramah lingkungan.

Berbagai penerapan yang dilakukan diatas merupakan salah satu penerapan berbagai teknologi pertanian yang dapat menguntungkan petani itu sendiri. Salah satu teknologi pertanian yang dapat diaplikasikan adalah teknologi pertanian terpadu atau integrated farming. Pertanian terpadu ini salah satunya diterapkan dengan cara sebagai berikut. Yaitu satu lahan pertanian dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, misalnya untuk pertanian tanaman pangan, lalu juga untuk kegiatan budidaya ikan lele, sekaligus untuk memelihara ayam diatas kolam lele tersebut. Setiap dari kegiatan pertanian diatas saling berhubungan dan menguntungkan satu sama lain, sehingga dapat memberi keuntungan bagi petani atau pembudidaya yang melakukannya.

Adapun keuntungan yang berasal dari sejarah kolam terpal ini masih berlaku bagi pembudidaya ikan lele yang menggunakan kolam terpal sebagi tempat budidaya. Salah satu keuntungan yang jelas adalah dapat digunakannya pada lahan kering. Sehingga, bagi siapa saja dan bagi orang yang berada dimana saja dapat meneruskan penggunaan kolam terpal untk budidaya ikan lele.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CLOSE
CLOSE