Pengendalian Terhadap Hama Ikan Belut Budidaya

Pengendalian Terhadap Hama Ikan Belut Budidaya

Urbanina.com – Budidaya ikan belut memang mendapat renspin yang positif dari konsumen pecinta daging belut. Tidak sedikit juga menu olahan yang terbuat dari ikan belut ini, seperti belut goreng, belut bakar, belut sambalado dan lain-lain. Konsumen yang menyukai menu olahan belut akan sangat senang ketika belut yang disukainya dapat dibeli dengan mudah di pasar tanpa harus repot-repot berburu belut di sawah yang becek. Hal ini lah yang menjadi salah satu inspirasi bagi banyak pembudidaya dalam menekuni usaha budidayanya ini. Namun, meski budidaya yang mereka geluti telah dilakukan dengan tekun, bukan berarti proses budidayanya berjalan dengan mulus. Salah satu hal yang menjadi penghambat budidaya salah satunya adalah serangan hama, dan perlu dilakukan pengendalian terhadap hama ikan belut agar budidaya tetap dapat berjalan dengan mulus.

pengendalian terhadap hama ikan belut

Kali ini, Urbanina akan membahas mengenai pengendalian terhadap hama ikan belut ini. Hama ikan belut yang menyerang memang dapat membuat pertumbuhan ikan belut menjadi terhambat, sehingga usaha budidaya juga otomatis akan terhambat juga. Kekhawatiran ini tentu tidak boleh menjadi suatu alasan bagi pembudidaya untuk berhenti menjadi pembudidaya ikan belut. Karena jika ditangani dengan benar, kerugian yang diakibatkan oleh  hama ikan belut ini akan dapat diatasi sehingga proses budidaya akan tetap bisa berjalan normal.

Untuk dapat melakukan pengendalian terhadap hama ikan belut, perlu terlebih dahulu mengetahui jenis hama apa saja yang memiliki potensi untuk mengacaukan kehidupan ikan belut ini. Definisi dari hama ikan belut adalah hewan apa saja yang memiliki sifat atau perilaku mengganggu atau menyakiti ikan belut sehingga perkembangan kehidupan ikan belut terganggu. Sehingga, hewan apa saja yang mengancam pertumbuhan ikan belut dapat dikatakan hama ikan belut. Ada dua macam hama ikan belut yang dibedakan dari tempat hama tersebut menyerang ikan belut, yaitu sebagai berikut.

Ketika belut hidup di habitat aslinya, belut biasa diserang oleh beberapa hewan berikut ini: berang-berang, katak, ular, serangga, burung, ikan gabus dan musang air. Ikan belut dapat terganggu kehidupannya hingga nyawanya melayang dikarenakan beragam hewan diatas. Hal ini tentu dikarenakan oleh rantai makanan yang ada di ekosistem ini. Namun ketika ikan belut ini dibudidayakan, hama atau hewan yang biasa menyerang ikan belut antara lain adalah katak dan kucing. Katak dan kucing yang menyerang ikan belut ini banyak ditemui pada budidaya ikan belut yang dilakukan di daerah perkotaan.

Demi melangsungkan proses budidaya yang lancar, maka hama yang menyerang ikan belut ini harus diberantas. Dan tuga memberantas hama in menjadi tuga pembudidaya itu sendiri. Cara yang dibutuhkan untuk mengendalikan hama ini pun tidak terlalu sulit. Kami menyebut upaya pengendalian terhadap hama ikan belut ini dengan nama pemeliharaan intensif. Karena, dengan pemeliharaan intensif ini dapat mengendalikan hama yang menyerang. Dengan pemeliharaan intensif, maka setiap kali ditemukan hama yang memasuki kolam, pembudidaya harus segera membuang hama tersebut sejauh-jauhnya. Dan bila perlu, disekitar kolam belut ini diberi pagar pembatas agar hama yang berpotensi menyerang ikan belut tidak dapat masuk ke kolam.

Hama yang mengancam kehidupan ikan belut tidak hanya hama yang kasat mata seperti yang telah disebutkan diatas, namun organisme kecil seperti virus, bakteri, jamur dan protozoa adalah beberapa mickroorganisme yang dapat menyebabkan ikan belut yang dipelihara mengidap berbagai penyakit. Untuk itu, agar ikan belut yang dipelihara kebal terhadap serangan mikroorganisme ini, perlu diakukan vaksinasi terhadap ikan belut yang dipelihara. Vaksinasi ini juga dapat disebut dengan salah satu cara untuk melakukan pemeliharaan intensif, sehingga pemeliharaan intensif adalah salah satu solusi cerdas dalam mengatasi hama ikan belut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *