Penetasan Dan Pendederan Ikan Gurame Untuk Dibudidayakan

Penetasan Dan Pendederan Ikan Gurame Untuk Dibudidayakan

Urbanina.com – Pendederan ikan gurame merupakan salah satu proses yang sangat diharapkan bagi mereka yang memiliki usaha budidaya ikan gurame. Karena, dengan dilakukannya proses ini maka langkah yang perlu ditempuh untuk membudidayakan ikan gurame ini semakin sedikit dan semakin dekat dengan mendapat keuntungan yang diinginkan. Pendedaran merupakan pross yang daat dilakukan hanya jika telah dilakukan penetasan ikan gurame yang berjalan dengan baik.

pendederan ikan gurame

Sebelum melakukan pendederan ikan gurame, penetasan yang baik perlu mendukung proses pendederan ini. Oleh karen itu, kali ini Urbanina akan membahas mengenai penetasan telur dan pendederan ikan gurame yang tepat agar dapat menghasilkan ikan gurame yang dapat tumbuh sehat. Pertama-tama, lakukan terlebih dahulu proses penetasan telur ikan gurame di tempat yang terpisah, berikut penjelasannya.

Tempat yang dapat dijadikan tempat penetasan telur diantaranya ember, aquarium ataupun benda lain karena tidak membutuhkan tempat yang terlalu besar. Semisal menggunakan ember, maka isilah ember tersebut dengan air dengan volume ¾ bagian ember.

Kemudian, lakukan pemindahan talur. Diperlukan kehati-hatian yang ekstra untuk dapat sukses melakukan penetasan ini. Pertama, dengan penuh kasih sayang ambil sarang berbahan ijuk yang telah berisi telur yang berada 5 cm dibawah permukaan air. Sarang yang masih tertutup jangan dibuka. Sarang telur tersebut diambil dengan maksud dipindahkan ke ember yang telah berisi ¾ volume ember tadi dengan tutup sarang menghadap keatas. Kemudian, barulah secara perlahan sarang telur tadi dibuka tutupnya, maka telur-telur akan keluar dari sarang dan mengembang di permukaan air. Telur yang telah mengambang kemudian dipindahkan dngan piring menuju ember yang lain yang telah berisi air bersih.

Terus lakukan pergantian air secara rutin agar telur menetas dengan sempurna. Waktu yang dibutuhkan semua telur untuk menetas adalah 30 sampai 36 jam. Jadi, keluarkan telur yang tidak dapat menetas.

Setelah penetasan telur berjalan dengan baik, maka proses selanjutnya yaiu pendederan ikan gurame siap dilakukan. Pertama-tama, telur yang menetas ini tidak membutuhkan makanan dari pembudidaya di 5 hari pertama dari lahirnya ikan. Ikan yang masih kecil ini mendapat psokan makanan dari kuning telur. Dan setelah melewati 5 tahun, sudah saatnya diberi makanan tambahan. Infusoria dapat menjadi salah makanan tambahan yang cocok untuk benih ikan gurame ini jika ketika umru 5 hari belum ditebarkan di kolam pendederan.

Pendederan ikan gurame hanya dapt dilakukan jika kolam pembesaran yang akan degunakan telah memenuhi beberapa syarat berikut ini. Kolam untuk pembesaran harus terlebih dahulu dikeringkan dan diberi pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 1kg / m². Benih ikan gurame kemudian dapat ditebarkan ketika kolam telah siap.

Lama ikan yang dimasukkan ke kolam pendederan ini adalah selama 7 hari saja, namun jika lebih juga tidak apa-apa. Ketika benih berumur 7 hari sejak ditebarkan, maka dapat dicirikan dengan warna kolam yang berubah mejadi kehijau-hijauan. Benih dengan usia 7 hari ini dapat dijual kepada pendedar dengan sistem jual sarang. Keuntungan yang dapat diperoleh dari sistem penjualan jual sarang ini adalah frekuwensi pembenihan nantinya akan dapat ditingkatkan. Kepadatan benih yang ideal untuk pendederan adalah 50 sampai dengan 100 ekor/m². Sehingga kolam yang besar dapat mencapai luas 50.250 m².

Itulah proses penetasan telur dan pendederan ikan gurame. Bila seseorang ingin membudidayakan ikan gurame, maka dibutuhkan kesabaran yang besar karena meskipun harga dagingnya mahal, pertumbuhan ikan gurame relatif lebih lamban dibanding ikan budidaya yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *