Pentingnya Pemupukan Pada Kolam Pembesaran Ikan Nila

Urbanina.com - Untuk dapat membudidayakan ikan nila, seseorang harus mampu menyediakan lahan yang cukup untuk digunakan sebagai kolam ikan nila. Adapun beberapa lahan tersebut bisa menggunakan lahan tanah, sawah, maupun tambak juga dapat digunakan untuk dimanfaatkan sebagai tempat kolam. Nah, setelah kolam ikan nila ini siap, diperlukan langkah pemupukan pada kolam pembesaran ikan nila. Langkah ini tentu akan terdengar aneh bagi mereka yang masih awam tentang budidaya ikan nila ini. Maka dari itu, kali ini Urbanina akan membahas mengenai pentingnya pemupukan pada kolam pembesaran ikan nila. Selain itu, kami juga akan membahas sedikit mengenai bagaimana melakukan pemupukan ini. pemupukan pada kolam pembesaran Sebelum mengetahui pentingnya pemupukan pada kolam pembesaran ikan nila ini, akan lebih jelas jika kita mengetahui bagaimana pemupukan ini dilakukan. Berikut langkah-langkahnya, pertama-tama kolam tanpa air dipersiapkan dengan pematang kolam diperbaiki dan dasar kolam dicangkul lalu diratakan. Lalu, taburkan kapur pada kolam sebanyak 100-150 kg/ha. Barulah dilakukan pemupukan atau penaburan pupuk organik sebanyak 300-1.000 kg/ha. Tak hanya pupuk organik, juga taburi pupuk urea dan TSP yang sudah dicampur sebanyak 50 kg/ha. Setelah selesai pemupukan diatas, airi kolam sampai dengan ketinggian 10 cm, lalu kolam dibiarkan selama 3-4 hari. Pembiaran kolam dimaksudkan agar terjadi reaksi yang baik antara beragam pupuk dan kapur yang telah ditaburkan tadi dengan tanah. Hari ke-5, air kolam ditambah hingga mencapai ketinggian 50 cm. Dan setelah sehari semalam, kolam telah siap untuk ditaburi benih ikan nila. Dan pemupukan telah selesai. Namun, masih ada pemupukan susulan yang dapat dilakukan setiap dua pekan sekali. Pemupukan susulan dilakukan dengan cara yang berbeda, yaitu dengan meletakkan pupuk organi sebanyak 500 kg/ha, yang dibagi menjadi empat keranjang bambu. Dua keranjang diletakkan di sisi kiri dan kanan aliran masuk, dan dua lainnya di sudut-sudut kolam. Sedangkan untuk pupuk urea dan TSP diletakkan dalam kantong plastik yang diberi lubang-lubang kecil-kecil. Adapun banyak nya kedua pupuk ini masing-masing 30 kg/ha. Kemudian kantong plastik tersebut diletakkan ke kolam dengan digantung dengan bambu yang dipancangkan, namun kantong plastik yang tenggelam di air tidak boleh menyentuh dasar kolam. Nah, itulah bagaimana pemupukan pada kolam pembesaran ikan nila. lalu, apa pentingnya pemupukan ini? Dengan adanya pemupukan ini, maka akan terjadi reaksi yang terjadi antara pupuk yang ditaburkan, kapur dan juga dengan tanah. Bila telah terjadi reaksi, dapat ditandai dengan warna air kolam yang berubah menjadi berwarna kuning kehijauan. Adapun warna tersebut dihasilkan oleh fitoplankton yang mulai tumbuh didalam air. Selain fitoplankton yang tumbuh, juga terdapat banyak mikroorganisme yang hidup didalamnya seperti cacing, jentik-jentik serangga, anak-anak siput, kutu air dan lain-lain. Nah, banyak mikroorganisme yang tumbuh di air kolam ini yang dapat menjadi makanan alami bagi ikan nila yang dipelihara di pembesaran. Nah, dari sini dapat kita simpulkan bahwa pemupukan menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kolam pembearan ikan nila karena digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok ikan nila yang dipelihara. Walaupun telah diberi makanan alami yang dihasilkan oleh pemupukan diatas, induk nila masih merasa kekurangan pakan. Jadi, perlu dilakukan pemberian pakan tambahan bagi ikan-ikan nila tersebut. Adapun pakan tambahan yang bagus untuk diberikan pada ikannila ini adalah berupa pelet yang mengandung protein sebanyak 30-40%, serta kandungan lemak yang tidak lebih dari 3%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *