Cara Pemilihan Induk Lobster Untuk Dipijahkan

Cara Pemilihan Induk Lobster Untuk Dipijahkan

Urbanina.com – Pemilihan induk lobster dilakukan agar didapatkan induk dengan kualitas yang terbaik. Kualitas yang terbaik ini memang hanya didapatkan dari proses pemilihan induk lobster yang benar dari pembudidaya. Dengan induk yang berkualitas, maka akan didapat anakan lobster yang berkualitas pula, sehingga dapat memuaskan permintaan pasar. Permintaan pasar pada umumnya digunakan untuk memenuhi menu olahan di restoran atau warung makan. Olahan lobster yang tersedia di restoran memang memiliki rasa yang khas dan mendapat tempat di hati pelanggan restoran tersebut. Sehingga, meskipun menu olahan lobster ini memiliki harga yang mahal, tetapi tetap saja banyak orang yang menyukainya.

pemilihan induk lobster

Bagi pembudidaya, penting untuk mengetahui bagaimana cara pemilihan induk lobster yang benar. Maka dari itu, kali ini Urbanina akan membahas tentang bagaimana pemilihan induk lobster yang benar tersebut. Langsung saja, pada proses pemilihan induk ini dilakukan pemilihan terhadap induk jantan dan betina saja, yang berkelamin intersex tidak perlu diseleksi. Seperti yang telah tertulis pada artikel sebelumnya, ciri dari lobster jantan adalah terdapat tonjolan di dasar tangkai kaki jalan ke-5 jika dihitung dari kaki jalan dibawah mulut. Sedangkan lobster betina dapat dikenali bila terdapat lubang bulat di dasar kaki ke-3.

Sebuah praktik yang telah sdilakukan di Austrlia berikut ini bisa menjadi teladan bagi para pembudidaya lobster di Indonesia. Langsung saja, berikut adalah cara memilih induk yang berkualitas yang tentu dilakukan dengan tidak mudah.

  1. Pertama-tama, tebarkan 10.000 ekor benih lobster air tawar yang berusia 15 hari pada kolam seluas 1.000 meter persegi dengan kedalaman air 50cm.
  2. Ketika lobster tersebut berusia dua bulan, mulailah diberi pakan yang berupa pelet komersial.
  3. Dari pemeliharaan tersebut, dihasilkan hasil panen sebanyak 6.000 ekor lobster dengan bobot rata-rata 9,2 gram.
  4. Kemudian, lobster yang berbobot lebih dari 9,2 gram, sebanyak 50% dimasukkan kembali ke kolam yang sama. Dan yang tertebar, sebanyak 3.000 ekor dengan bobot rata-rata 10,8 gram.
  5. Setelah dilakukan pemeliharaan yang seperti pada pemeliharaan pertama, dihasilkan panen sebanyak 2.000 ekor dengan berat rata-rata 16,8 gram.
  6. Hasil panen tersebut diseleksi kembali lobster yang memiliki bobot rata-rata 18,1 gram sebanyak 500 ekor atau 25% dari hasil panen. Kemudian, hasil seleksi tersebut dipelihara kembali didalam kolam yang sama.
  7. Pemeliharaan yang dilakukan adalah selama 2 bulan, atau 6 bulan jika pemeliharaan yang awal-awal tadi ikut dihitung, lalu dilakukan pemanenan.
  8. Hasil panen kemudian diseleksi menurut jenis kelamin dan panjang lobsternya. Dan hasilnya, didapat 162 ekor lobster jantan dan 122 ekor lobster betina dengan bobot rata-rata 22,4 gram. Lobster yang seperti inilah jenis lobster yang berkualitas untuk dijadikan calon induk.

Sebenarnya orang dapat belajar dari apa yang telah dilakukan di Australia ini. Pembelajaran yang sedikit lebih lama akan lebih baik dari pada langsung melakukan pemilihan induk secara cepat, tetapi tidak didapat induk yang berkualitas. Mendapatkan calon induk ini tak jarang dilakukan setelah mendapatkannya dari toko atau pasar ikan. Maka perlu dilakukan pemilihan induk sebagai berkut.

Jika semisal didapatkan 100 ekor lobster air tawar dari toko, perlu ditanyakan umurnya serta hasil tangkapan atau hasil produksi sendiri. Maka, perlu dilakukan seleksi ukuran panjang total yang didasarkan umur. Kriteria seleksinya juga harus baik dengan patokan 25% yang terbaik dari individu dalam populasi, yang dilakukan 3 kali. Misalnya, untuk ukuran panjang total, perlu diambil 25% yang memiliki panjang  total tertinggi yang diukur selama 3 kali. Juga tidak lupa untuk mengecek kelengkapan organ tubuh yang dimiliki calon induk lobster ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *