Proses Pemijahan Lobster Budidaya Di Aquarium

Urbanina.com – Pemijahan lobster termasuk dalam langkah yang ditempuh untuk membudidayakan lobster. Pembudidaya tentu sudah tahu bahwa fungsi dari langkah pemijahan ini adalah agar didapatkan benih unggul yang dapat dipelihara dengan dibesarkan nantinya. Oleh sebab itu, pembudidaya sangat teliti dalam memilih induk lobster yang nantinya akan dipijahkan ini. Selain karena faktor pemilihan induk, pemijahan lobster juga dipengaruhi oleh bagaimana induk tersebut dipelihara dengan baik ataukah tidak. Selain dari dua proses pemijahan lobster diatas, kali ini Urbanina akan membahas bagaimana proses pemijahan lobster dari awal hingga akhir.

pemijahan lobster

Pemijihan lobster dapat dilakukan di aquarium ukuran sedang yang biasa digunakan untuk memelihara ikan. Aquarium yang diperlukan memang tidaklah terlalu besar karena tidak membutuhkan pemijahan ini tidak memerlukan area yang terlalu besar. Biasanya, ukuran aquarium yang banyak dipakai adalah ukuran 100 x 50 x 20 cm, dengan lobster yang ditebar adalah 5 induk jantan dan 4 indi. Untuk menyiapkan aquarium yang dibutuhkan untuk memijahkan induk lobster ini, perlu diperhatikan dimana aquarium tersebut diletakkan. Penempatan aquarium yang baik adalah di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung, dan juga tempat yang memiliki suasana teduh dan tenang. Dengan tempat yang sesuai ketentuan tadi, akan lebih dapat merangsang lobster dlam melakukan pemijahan atau perkawinan. Tempat tersebut juga akan merangsang agar lobster mau mengerami telur yang dihasilkan setelah perkawinan.

Pemijahan yang terjadi pada lobster ini terjadi secara alami. Sehingga pembudidaya tinggal menempatkan induk jantan dan betina pada tempat yang sama kemudian lobster akan melakukan pemijahan dengan sendirinya secaara alami. Dalam hal ini, pembudidaya menggunakan aquarium untuk tempat pemijahannya. Jadi, langsung saja letakkan induk jantan dan betina yang benar-benar siap untuk melakukan pemijahan. Adapun perbandingan jumlah induk jantan dan betina yang ditempatkan di aquarium yang sama adalah 3:5, yaitu 3 ekor untuk induk jantan dan 5 ekor untuk induk betina. Jumlah tersebut adalah untuk aquarium yang berukuran 100 x 50 x 25cm dengan ketinggian air 20 cm.

Meskipun induk lobster melakukan pemijahan secara alami, namun pembudidaya tidak bisa hanya membiarkan saja induk yang hidup di aquarium pemijahan tersebut. Para induk lobster tetap membutuhkan makanan yang hanya didapat dari pembudidaya. Pemberian pakan dapat dilakukan pembudidaya dengan dosis seperti biasanya. Hanya saja, akan lebih baik jika memberi pakan yang banyak mengandung protein. Karena, dengan konsumsi protein dari pakan tersebut dapat mempercepat pematangan gonad dan induk akan terangsang untuk melakukan pemijahan. Pakan yang banyak terkandung protein dapat ditemui pada cacing tanah, cacing sutera dan lain sebagainya.

Pembudidaya tetap harus mengontrol kondisi induk lobster setelah terjadi pemijahan atau perkawinan. Setelah 19 hari setelah terjadi perkawinan, atau 4 hari setelah telur keluar semua, telur akan berwarna kuning. Kemudian, pemijahan telur akan mengubah warna telur menjadi berwarna orange. Pada pekan keempat, akan muncul bintik-bintik hitam, dan pada pekan kelima atau keenam, telur yang telah dierami akan menetas. Namun, benih hasil dari telur yang menetas tersebut tidak dapat langsung  keluar dari tubuh induknya. Biasanya, anakan lobster tersebut akna keluar dari tubuh induknya setelah berumur 4-5 hari.

Proses melepasnya anakan lobster dari induknya tersebut dapat terjadi secara alami. Namun, untuk mengantisipasi sifat kanibalisme induk lobster terhadap anaknya, pembudidaya dapat membantu proses keluarnya benih lobster hanya setelah benih yang keluar dari tubuh induknya telah mencapai 20-30%, yang biasa terjadi pada pekan keenam. Caranya, dengan merontokkan anakan lobster pada tubuh induk betina. Kemudian, induk tersebut akan melakukan perlawanan dengan mengibas-ibaskan ekornya dan mengerak-gerakkan kakinya, sehingga mengakibatkan anakan lobster akan lepas dari iniduknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *