Tips Pemeliharaan Ikan Lele Di Kolam Terpal

Tips Pemeliharaan Ikan Lele Di Kolam Terpal

Urbanina.com – Dalam upaya membudidayakan ikan lele, terdapat beragam pilihan jenis kolam yang dapat dipilih oleh pembudidaya. Dan jika pembudidaya memilih menggunakan kolam terpal untuk membudidayaknnya, maka dianjurkan untuk membaca artikel ini. Karena, kali ini Urbanina akan membahas tentang bagaimana pemeliharaan ikan lele yang benar ketika membesarkannya di kolam terpal ini. Meskipun secara garus besar pemeliharaan ikan lele di kolam terpal ini sama dengan di jeniskolam lainnya, namun ada beberapa hal yang menjadi perhatian khusus agar dapat menghasilkan hasil panen ikan lele yang maksimal.

pemeliharaan ikan lele

Tahapan pemeliharaan ikan lele adalah dari pembibitan, kemudian dilanjutkan dengan pembesaran ikan lele. Agar pemeliharaan ikan di kolam terpal ini menghasilkan hasil panen yang maksimal, maka perlu dilakukan beberapa tips dibawah ini.

  1. Untuk memasukkan air kedalam kolam terpal diperlukan mesin pompa air yang mencukupi agar lebih mudah dalam pengerjaannya. Hal ini disarankan karena jika kolam terpal harus diisi air secara manual menggunakan ember, dikhawatirkan akan terlalu menguras tenaga.
  2. Adapun bila kolam yang digunakan tersebut adalah kolam baru, maka diperlukan langkah untuk menghilangkan bau terpal yang masih baru ini. Caranya, setelah kolam baru tersebut terisi air, biarkan kolam selama beberapa hari. Setelah itu, air kemudian dibuang, lalu diisi air lagi setinggi setengah kolam. Setelah beberapa hari lagi, air dibuang dan kolam dibiarkan hingga kering. Dengan cara ini, diharapka kolam terpal yang digunakan tidak lagi berbau terpal yang tidak disukai ikan lele.
  3. Kolam terpal yang baik sebaiknya diengkapi dengan saringan pada saluran pembuangan. Hal ini dimaksudkan agar ikan tidak dapat ikut keluar ketika dilakukan pembuangan air.
  4. Pengisian air dengan pompa air tersebut pertama kali dilakukan dengan diisi air setengahnya atau dengan ketinggian air sekitar 40 cm. Air yang telah diisi tersebut kemudian dibiarkan selama 3-4 hari.
  5. Setelah air tersebut didiamkan selama 3-4 hari, kemudian lakukan penebaran benih ikan lele ukuran 3-5 cm kedalam kolam tersebut. Kepadatan ikan yang ideal bagi benih ikan lele di kolam terpal adalah 20 ekor per meter persegi. Sehingga, bila ukuran kolam terpalnya adalah 6 x 8 meter, kolam tersebut dapat ditebari benih sebanyak 1000 ekor.
  6. Dengan catatan, penebaran ikan lele yang baik adalah ketika pagi atau sore hari. Hal ini agar benih ikan lele yang ditebarkan tidak mengalami stress.
  7. Pemberian pakan pada 1 bulan pertama dapat menggunakan pelet dengan dosis 5 sampai 10% dari berat total benih ikan lele.
  8. Selanjutnya, perlu dilakukan penggantian air yanag dilakukan agar benih ikan lele dapat bertahan hidup. Adapun kurun waktu yang dibutuhkan untuk penggantian air ini minimal 2 minggu sekali. Penggantian ini hanya diperlukan dengan mengganti 50% dari keselurauhan air yang ada di kolam.
  9. Apabila ikan yang dipelihara terlihat sakit cacar atau bercak, perlu segera dilakukan tindakan yang tepat. Dapat dilakukan upaya pemanenan ikan yang sakit, lalu direndam menggunakan larutan PK 0,1 ppm. Jika menggunakan bahan alami, dapat menggunakan daun pepaya dan sedikit garam dapur.
  10. Apabila ingin mencegah penyakit jamur, dapat digunakan bahan alami yaitu daun pepaya yang dijadikan pakan alami untuk ikan lele yang dipelilhara.
  11. Pemanenan ikan lele pada kolam terpal dapat dilakukan setelah umur 2,5 sampai 3 bulan. Ikan lele pada usia in akan memiliki bobot seberat 200 gram per ekor. Dengan bobot tersebut, maka pemeliharaan ikan lele di kolam terpal dianggap berhasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *