Terhindar Penyakit, Panen Ikan Kakap Putih Bisa Optimal

Terhindar Penyakit, Panen Ikan Kakap Putih Bisa Optimal

Urbanina.com – Dalam upaya budidaya ikan kakap putih, terdapat satu langkah budidaya yang paling ditunggu-tunggu oleh pembudidaya. Langkah tersebut adalah langkah untuk memanen ikan kakap putih. Panen ikan kakap putih memang menjadi momen yang ditunggu-tunggu pembudidaya karena merupakan langkah untuk mendapatkan ikan kakap yang sudah besar dan bisa segera dijual. Namun, untuk mendapatkan panen ikan kakap putih tersebut tidaklah dicapai dengan usaha yang kecil dan mudah. Perlu dilalui tahapan-tahapan yang memerlukan kejelian untuk dapat dikerjakan. Adapun salah satu tahapan yang mempengaruhi hasil panen ikan kakap putih adalah tahapan untuk menghindarkan ikan dari serangan berbagai penyakit. Semakin sedikit ikan yang terserang, maka akan menghasilkan hasil panen yang lebih maksimal.

panen ikan kakap putih

Kali ini, Urbanina akan membahas bagaimana mengatasi serangan penyakit pada ikan kakap putih yang dipelihara, sehingga akan menghasilkan panen yang optimal. Untuk mengantisipasi serangan penyakit yang menyerang ikan kakap putih ini, pembudidaya perlu mengetahui penyakit apa yang menyerang ikan yang dipelihara tersebut, sehingga bisa memberikan tindakan selanjutnya yang sesuai. Namun, sayangnya publikasi penyakit yang menyerang budidaya ikan kakap putih ini belum banyak tersebar. Dengan begitu, pembudidaya akan kesulitan untuk mengidentifikasi secara pasti penyakit apa yang diderita ikan kakap yang dipelihara tersebut. Oleh sebab itu, kali ini Urbanina akan memberikan tips untuk menghindarkan ikan dari penyakit meskipun tidak mengetahui jenis penyakit yang diderita ikan.

Sebelumnya, pelu diketahui bahwa ikan kakap putih adalah jenis ikan yang dikompokkan pada kelompok ikan teleostei. Sehingga, ikan ini berpotensi untuk diserang oleh virus, bakteri, dan jamur. Ikan yang telah terserang penyakit juga akan menimbulkan gejala-gejala yang dapat dideteksi oleh pembudidaya melalui pengontrolan berkala yang ia lakukan. Dari sebuah penelitian, ikan kakap putih yang menderita penyakit akan memiliki gejala seperti kurang nafsu makan, kelainan tingkah laku, dan kelainan bentuk tubuh.

Bila ikan kakap putih yang dipelihara telah mempunyai gejala sakit tersebut, maka setidaknya perlu dilakukan tiga tindakan sebagai berikut. Pertama, pemberian pakan terhadap ikan perlu dihentikan dan menggantinya dengan jenis yang lain. Kedua, ikan yang terjangkiti penyakit perlu dipisahkan dari ikan sehat lainnya. Juga bisa dilakukan pengurangan kepadatan ikan yang ada di kurungan. Dan yang ketiga, dengan memberi obat yang didapat dari toko budidaya ikan terdekat. Adapun obat yang digunakan untuk mengobati ikan kakap putih ini telah memiliki takaran dosis yang terletak pada kemasan atau brosur obat tersebut. Itulah metode yang perlu dilakukan apabila ikan kakap yang dipelihara telah dijangkiti penyakit.

Setelah ikan-ikan yang dipelihara terhindar dari penyakit, barulah budidaya ikan kakap putih ini memiliki potensi besar untuk bisa dipanen nantinya. Sebelum masa panen tiba, pembudidaya harus bersabar dalam menantikan masa panen ikan kakap putih ini. Ikan kakap putih bisa dinyatakan panen dan dapat dijual di pasar ketika telah memenuhi kelayakan jual. Biasanya, bila ikan kakap putih telah mencapai berat 500 gram per ekor, ikan terebut telah layak untuk dijual dan menjadi ikan konsumsi. Dan untuk mencapai berat tersebut, perlu dilakukan pemeliharaan pada 5-6 bulan lamanya.

Panen ikan kakap putih dapat dilakukan dengan pengangakatan jaring keluar rakit. Setelah jaring tersebut terangkat, kemudian dilakukan upaya penyerokan pada ikan kakap yang siap panen tersebut. Jika panen ikan tersebut memiliki survival rate/kelulusan hidup sebanyak 90%, maka sudah bisa dianggap berhasil. Misal, dari penebaran sebanyak 2.500 ekor benih ikan, akan diperoleh/dipanen sebanyak 2.250 ekor ikan kakap putih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *