Panduan Pemijahan Ikan Nila Menggunakan Induk Nila Unggul

Panduan Pemijahan Ikan Nila Menggunakan Induk Nila Unggul

Urbanina.com – Pada kesempatan ini, Urbanina akan membahas mengenai bagaimana pemijahan ikan nila dilakukan sehingga menghasilkan benih ikan nila. Ikan nila merupakan salah satu ikan yang hidup di perairan di Indonesai yang dapat dibudidayakan. BPPBAT (Badan Penelitian Perikanan Budidaya Ikan Air Tawar) yang berada di Bogor, Indonesia telah mengeluarkanhasil riset atau penelitain berkaitan dengan potensi ikan nila untuk dibudidayakan. Salah satu tahapan budidaya ikan nila ini adalah tahap pemijahan ikan nila. Proses pemijahan ikan nila sebenarnya bisa dilewati dengan membeli benih ditempat yang menjual. Namun dengan melakukan pemijahan sendiri, rupanya pembudidaya dapat lebih berhemat disisi finansial.

pemijahan ikan nila

Untuk dapat melakukan upaya pemijahan ikan nila ini, tidaklah cukup hanya dengan menyediakan kolam dan peralatan yang lengkap saja. Proses ini memerlukan ketelitian dan usaha yang maksimal dari pembudidaya agar menhasilkan benih ikan nila yang benar-benar bagus dengan pemanfaatan waktu yang efisien. Pemijahan tersebut dimaksudkan untuk memperoleh bibit atau benih ikan nila yang baru untuk disesarkan, sehingga juga bisa disebut dengan proses pembibitan benih.

Untuk mendapatkan bibit atau benih baru yang benar-benar bagus atau benih unggul, maka harus diawali dengan pemilihan bibit induk yang unggul. Induk unggul ini kemudian yang akan dipijahkan di kolam pembibitan. Berikut ciri-ciri umum dari induk ikan nila yang unggul. Pertama, mampu memproduksi benih yang banyak serta berkualitas. Kedua, memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Ketiga, memiliki sifat sangat responsif ketika diberi pakan. Lalu, resisten terhadap penyakit dan hama, dan berat yang biasa dimiliki ikan nila adalah 120-180 gram per ekor dan sudah berumur sekitar 4-5 bulan. Setelah bibit induk yang unggul didapatkan, barulah memulai kegiatan pembibitan.

Dalam upaya pembibitan ikan nila ini, terdapat dua upaya pokok, yaitu upaya untuk memijahkan induk ikan agar dapat menghasilkan burayak (anak ikan), dan upaya pendederan (pemeliharaan anak ikan) agar tumbuh menjadi benih ikan nila yang lebih besar lagi.

Mulai dari upaya yan pertama, yaitu upaya memijahkan induk ikan nila menggunakan sebuah kolam pemijahan. Yang perlu digarisbawahi adalah, bahwa ikan nila yang dipijahkan memiliki sifat mudah kawin silang dan bertelur secara liar. Ketelitian pembudidaya tentu sangat diperlukan agar dalam upaya pemijahan ini. Karena akibat dari sifat induk ikan nila ini adalah kolam ikan akan mengalami penigakatan kepadatan ikan didalam kolam. Selain itu, ikan nila yang sedang beranak akan mengalami perlambatan dalam pertumbuhannya sehingga memakan waktu yang lebih lama agar dapat memiliki ukuran ikan yang layak konsumsi.

Benih yang telah dihasilkan oleh induk ikan unggul ini kemudiana akan dilanjutkan dipelihara dengan nama pendederan. Seperti yang telah ditulis diatas bahwa ini merupakan langkah pokok yang harus dilakukan dalam upaya pembibitan ikan nila ini. Adapun tujuan pemeliharaan benih ikan nila ini adalah untuk membuat ukuran benih agar tidak terlalu kecil untuk dibesarkan dikolam pembesaran.

Benih yang keluar dari mulut induknya biasa disebut benih kebul di kalangan pembudidaya. Benih ini terus dipelihara di kolam pendederan sampai ikan kecil ini memiliki ukuran 6 cm dengan berat 8-10 gram per ekor. Adapun ukuran ini juga memiliki sebutan unik di kalangan pembudidaya, yaitu ukuran gelondongan kecil. Benih yang berukuran gelondongan kecil ini kemudian dipelihara lagi agar ikan kecil mencapai ukuran gelondongan besar. Ukuran gelondongan besar berkisar antara 10-12 cm dengan berat 15-20 gram per ekor. Untuk mencapai benih ukuran gelondongan besar ini dapat dicapai dalam waktu antara 1-1,5 bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *