Panduan Menyiapkan Kolam Tanah Untuk Budidaya Ikan Lele

Panduan Menyiapkan Kolam Tanah Untuk Budidaya Ikan Lele

Urbanina.com – Budidaya ikan lele semakin hari semakin populer dikarenakan budidaya ini terus mendapatkan tempat di pasar. Meningkatnya permintaan ikan lele menjadi berkah tersendiri bagi mereka para pembudidaya ikan lele. Salah satu hal yang menjadi kegiatan pokok seorang pembudidaya adalah mempersiapkan kolam yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan lele. Ada banyak pilihan kolam yang dapat di pilih oleh pembudidaya seperti kolam semen, kolam tanah, kolam terpal dan lain-lain. Namun, kali ini Urbanina akan membahas bagaimana menyiapkan kolam tanah, karena kolam ini sering menjadi pilihan pembudidaya. Ada beberapa tahapan untuk menyiapkan kolam tanah ini, berikut kami urutkan dari urutan pertama.

menyiapkan kolam tanah

  1. Pengeringan tanah

Pengeringan tanah dapat dilakukan dengan membiarkan kolam tersebut dibawah sinar matahari hingga kering. Adapun indikasi keringnya tanah ditandai dengan permukaan tanah yang retak-retak. Menyiapkan kolam tanah dengan dikeringkan tanahnya terlebih dahulu dimaksudkan agar dapat memutuskan keberadaan mikroorganisme jahat yang dapat tumbuh sebagai bibit penyakit ikan lele. Hal ini dikarenakan mikroorganisme dapat tumbuh dari sisa budidaya lele sebelumnya. Dan lama pengeringan biasanya 3-7 hari sesuai dengan panas terik matahari.

  1. Pengolahan tanah

Tanah yang sudah kering in kemudian diolah. Pengolahan dilakukan dengan pembajakan atau pencangkulan permukaan tanah. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kegemburan tanah sekaligus untuk menghilangkan gas beracun yangmungkin tertimbun didalam tanah. Untuk menyiapkankolam tanah yang pernah dipakai sebelumnya, mungkin akan ditemui lumpur hitam didalamnya. Buanglah lumpur itu terdapat gas beracun didalamnya hasil dari sisa makanan yang tenggelam di periode budidaya ikan lele sebelumnya.

  1. Pengapuran kolam

Yang dimaksud dengan pengapuran kolam adalah dengan menebarkan jenis kapur yaitu dolomit atau kapur tohor di atas permukaan dasar kolam secara merata. Hal dilakukan untuk memberantas bakteri patogen sekaligus untuk menyeimbangkan keasaman kolam. Adapun dosis yang sering digunakan adalah 250-750 gram per meter persegi. Dan bagi yang sudah ahli, dosis ygn diberikan tinggal disesuaikan dengan tingkat keasaman tanah.

  1. Pemupukan kolam

Pemupukan pada tanaman dilakukan agar dapat menjadi nutrisi bagi tanaman, lalu bagaimana dengan pemupukan pada kolam ikan lele? Menyiapkan kolam tanah untuk budidaya ikan lele memang membutuhkan proses pemupukan tanah. Hal ini agar tanah yang menjadi dasar kolam memiliki nutrisi bagi biota semisal fitoplankton dan cacing. Karena, biota ini dibutuhkan oleh ikan lele untuk makanan alami yang kaya nutrisi.

Adapun pupuk kolam yang digunakan ini adalah campuran dari pupuk organik dengan pupuk urea dan TSP. Dosis untuk pupuk organik adalah sebanyak 250-500 gram per meter persegi. Pupuk organik yang digunakan dapat dari pupuk kompos atau pupuk kandang. Sedangkan dosis pupuk urea adalah sebanyak 15 gram per meter persegi dan TSP sebanyak 10 gram per meter pesrsegi.

  1. Pengaturan air kolam

Langkah selanjutnya adalah dengan mengisi kolam yang sudah dipupuk dengan air. Dalam mengisi air kolam tanah ini tidaklah dilakukan dengan sekali isi saja. Perlu dilakukan pengisian secara air bertahap. Pertama, isi kolam dengan air setinggi 30-40 cm saja. Ukuran ini dimaksudkan agar air tidak menghalangi sinar matahari untuk sampai kedasar kolam. Dengan begitu, biota seperti fitoplankton dapat tumbuh dengan baik karena mendapat sinar matahari. Kesehatan fitoplankton dapat ditandai dengan warna kolam yang kehijauan.

Setelah satu pekan, barulah benih ikan lele dapat ditebatkan di kolam tanah tersebut. Dan pengisian air kolam dilakukan kembali secara bertahap sesuai dengan pertumbuhan ikan lele. Dan batas ideal pengisian air kolam tanah adalah hanya setinggi 100-120 cm saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *