Mengendalikan Penyakit Ikan Patin Yang Dibudidayakan

Mengendalikan Penyakit Ikan Patin Yang Dibudidayakan

Urbanina.com – Selain harus menghadapi serangan hama yang dapat memangsa ikan patin yang dipelihara, pembudidaya juga disibukkan untuk mengawasi ikan patin dari serangan virus maupun bakteri. Serangan dari virus dan bakteri akan menyebabkan ikan patin menderita berbagai penyakit yang bermacam-macam. Namun, pembudidaya dapat bernafas lega karena saat ini telah dilakukan bebagai penelitian yang dapat menyimpulkan berbagai pengendalian terhadap penyakit yang diderita ikan patin peliharaan. Dengan berpegang kepada pedoman pengendalian yang tepat, maka penyakit ikan patin tidak lagi membuat pusing pembudidaya karena penyakit ikan patin tersebut dapat disembuhkan. Dan kali ini, Urbanina akan membahas tentang tema diatas, yaitu tentang bagaimana mengendalikan penyakit ikan patin yang dipelihara, sehingga usaha budidaya ikan patin dapat terhindar dari kegagalan.

penyakit ikan patin

Pertama-tama, akan kami jelaskan secara singkat tentang bagaimana penyakit ikan patin ini dapat mengganggu kesehatan ikan. Menurut penelitian, penyakit ikan patin ini disebabkan oleh dua hal, yaitu disebabkan infeksi dan non-infeksi. Penyakit yang disebabkan infeksi adalah penyakit yang timbul karena gangguan dari organisme patogen. Sedangkan penyakit yang disebabkan non-infeksi adalah penyakit yang timbul karena faktor bukan patogen. Dan penyakit non-infeksi ini termasuk pada penyakit yang tidak menular. Berikut penjelasan tentang macam penyakit tersebut dan cara mengendalikannya.

  1. Penyakit yang disebabkan infeksi

Infeksi yang menyebabkan penyakit ini biasanya berasal dari organisme patoge seperti parasit, jamur, bakteri, dan virus. Beberapa budidaya ikan patin masih mengalami kendala yang disebabkan oleh penyakit infeksi ini. Berdasarkan pengalaman, berikut ini adalah beberapa macam penyakit yang disebabkan oleh infeksi beserta cara pengendaliannya.

1a. Penyakit parasit

Salah satu parasit yang menyebabkan penyakit ikan patin adalah dari bangsa protozoa dari jenis Ichthyoptirus multifilis Foquet. Jenis parasit ini akan menyebabkan ikan patin memiliki penyakti yang bernama penyakit white spot atau bintik putih. Sesuai nama penyakitnya, gejala yang ditimbulkan adalah adanya bintik berwarna putih pada lapisan lendir kulit. Untuk dapat mengendalikan penyakit ikan patin ini, dapat dilakukan dengan cara berikut ini.

Siapkan metil biru atau methilene blue konsentrasi 1%, dengan dosis satu gram metil biru untuk dilarutkan pada 100 cc air. Kemudian ikan yang sakit ditempatkan pada bak air bersih, dilanjutkan ditempatkan di larutan metil biru tersebut. Biarkan ikan berada di larutan tersebut selama 24 jam. Pengobatan ini dilakukan berulang-ulang sebanyak tiga kali dengan selang satu hari.

1b. Penyakit jamur

Penyakit jamur banyak ditemui pada ikan yang memiliki luka badan sebelumnya. Luka yang tidak kunjung sembuh ditambah dengan air yang tidak bersih mengakibatkan jenis jamur yang bernama Saprolegnia sp dan Achlya sp dapat dengan menyerang kesehatan ikan. Gejala yang timbul adalah adanya beberapa benang halus seperti kapas, berwarna putih hingga kecoklatan, yang tumbuh pada penutup insang. Penyakit ini dapat dicegah dengan mengkondisikan air kolam tetap bersih.

Untuk pengobatannya, dapat merendam ikan pada larutan malachyt green oxalate sejumlah 2 –3 g/m air (1 liter) selama 30 menit. Ikan yang sakit diobati sebanyak 3 kali selama 3 hari berturut-turut.

1c. Penyakit bakteri

Bakteri yang menyerang adalah bakteri jenis Aeromonas sp. dan Pseudo-monas sp., dan termasuk pada penyakit yang menular. Ikan yang sakit akan mengalami pendarahan pada bagian dada, peut atau pangkal sirip. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan merendamnya di dalam larutan kalium permanganat (PK) 10-20 ppm selama 30-60 menit.

  1. Penyakit non-infeksi

Penyakit non-infeksi ini dipengaruhi oleh bukan ptogen, melainkan banyak faktor seperti keracunan makanan maupun karena kekurangan gizi. Gejala yang timbul adalah beragam, diantaranya adalah ikan yang lemas, berenang megap-megap di permukaan air, ikan kurus dengan kepala kelihatan lebih besar, serta kurang lincah. Bila telah parah, ikan akan berenang terbalik dan mati. Untuk dapat mengobatinya, dapat dilakukan menjaga kebersihan air, misalnya mengganti air dengan air yang mengalir agar sisa makanan yang sudah basi dapat keluar dari kolam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *