Kejelian Yang Diperlukan Dalam Pembibitan Ikan Mujair

Kejelian Yang Diperlukan Dalam Pembibitan Ikan Mujair

Urbanina.com – Melakukan budidaya ikan mujair menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan sekaligus membutuhkan ketelitian yang maksimal. Kegiatan ini akan menyenangkan karena budidaya yang dilakukan akan menghasilkan hasil keuntungan berupa panen yang menguntungkan secara finansial. Dan menjadi sesuatu yang membutuhkan ketelitian maksimal karena proses ataupun langkah yang harus ditempuh merupakan gabungan dari beberapa langkah kecil yang banyak sehingga memerlukan konsistensi yang baik ketika membudidayakannya. Salah satu langkah kecil dalam budidaya ikan mujair adalah proses pembibitan ikan mujair. Proses yang diharapkan dapat menghasilkan bibit ikan mujair unggul yang dapat dibesarkan dan nantinya laku dijual dengan harga yang pantas.

pembibitan ikan mujair

Meskipun merupakan langkah kecil dari budidaya, namun pembibitan ikan mujair merupakan langkah kecil yang memberi dampak besar pada kelangsungan budidaya ikan mujair ini. Seperti yang telah diketahui, bahwa pembibitan ikan mujair  dimaksudkan untuk menghasilkan bibit unggul yang dapat dibesarkan sehingga mampu dijual layak di pasar. Keberhasilan pembibitan ini dipengaruhi beberapa faktor yang harus dapa diantisipasi oleh pembudidaya agar tidak mengganggu proses pembibitan ikan mujair ini. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan ketika melakukan pembibitan.

Proses pembibitan ini terus dilakukan sepanjang tahun, yang tentunya dilakukan di kolam pembibitan atau kolam pemuijahan ikan mujair. Perlu dilakukan terus secara konsisten, dan untungnya kolam pemijahan ini tidak perlu memerlukan perlakukan khusus yang menyulitkan pembudidaya. Beberapa perlakuan yang diperlukan hanya berupa pengringan, pemupukan, dan penjagaan kedalaman air yaitu 50 cm.

Adapun satu hal yang dapat dilakukan agar proses pembibitan ini memiliki peningkatan produktifitas dan kesuburan, yaitu dengan memberikan makanan tambahan dengan komposisi tertentu. Salah satu komposisi yang disarankan adalah makanan tambahan dengan perpaduan tepung ikan sebanyak 25%, tepung kopra 10%, dan dedak halus sebanyak 65%. Makanan tambahan atau ransum ini telah diyakini dapat digunakan untuk memperbagus kapasitas produksi selama pembibitan.

Namun, jika pembuatan ransum diatas dirasa sulit, makanan untuk pembibitan dpat dilakukan dengan menggunakan pakan pelet tertentu. Adapun pelet yang disarankan untuk diberikan adalah pelet yang memiliki kadar protein sebanyak 20-30%. Pelet jenis ini dapat diberikan dengan dosis 2-3% dari berat populasi per hari. Sedangkan untuk waktu pemberian pakan tambahan adalah 2 kali sehari, pada pagi dan sore hari.

Pembudidaya harus denga jeli melihat tanda terjadinya pemijahan atau pembibitan pada induk yang telah diterbarkan ke kolam. Hal ini dapat ditandai dengana adanya cekungan di dasar kolam dengan ukuran garis tengah sekitar 10-35 cm yang merupakan sarang buatan induk jantan. Setelah sarang tersebut jadi, maka langsung digunakan untuk pemijahan. Kemudian, terjadi proses pembuahan telur yang dilanjutkan dengan proses telur dierami induk betina di mulutnya. Induk betina yang mengerami telur-telurnya, mereka tidak aktif makan, sehingga badannya terlihat kurus.

Setelah 3-5 hari, telur yang dierami induk betina didalam mulutnya akan menetas, dengan syarat suhu air berada pada 25-27° C. Ikan-kan kecil yang baru menetas ini tidak langsung dilepaskan induknya. Namun, hanya akan dilepas setelah dua pekan, yaitu masa dimana telah dianggap bisa mencari makanan sendiri.

Selesai sudah proses pembibitan ikan mujair yang dilakukan. Langkah kecil diatas kemudian akan dilanjutkan dengan langkah kecil lainnya yaitu prosees pendederan. Pendederan ikan mujair ini dilangsungkan oleh pembudidaya dengan memberi pakan yang sesuai dengan masa pertubuhan benih ikan mujair ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *