Jenis Kolam Budidaya Ikan Nila Yang Umum Digunakan

Urbanina.com – Kolam budidaya ikan nila menjadi salah satu komponen utama dalam upaya usaha pemeliharaan ikan nila ini. Kolam ini menjadi tempat hidup bagi ikan-ikan yang dipelihara sekaligus menjadi tempat bekerja bagi pembudidaya ikan nila itu sendiri. Dan kali ini, Urbanina akan membahas mengenai jenis kolam budidaya ikan nila yang biasanya digunakan oleh banyak pembudidaya pada umumnya. Karena, ada beberapa pilihan jenis kolam yang dapat dipilih oleh pembudidaya dalam usaha budidaya ikan nila yang digelutinya. Ada sistem pemeliharaan 1 kolam, ada juga sistem 2 kolam. Berikut adalah jenis kolam budidaya ikan nila yang umu digunakan.

kolam budidaya ikan nila

  1. Kolam Pemeliharaan Induk

Kolam pemeliharaan induk ini juga bisa disebut denga nkolam pemijahan. Kolam ini disebut kolam pemijahan karena kolam ini juga difungsikan untuk tempat terjadi pemijahan antara induk jantan dan betina yang dpat menghaailkan telur, sehingga menghasilkan bibit ikan nila yang baru. Untuk membut kolam pemijahan ini, sebaiknya menggunakan model kolam tanah. Adapun ukuran kolam yang disarankan adalah kolam dengan ukuran luas kolam antara 50-100 meter persegi.

Untuk mengisi kolam ini, disarankan diisi ikan nila dengan kepadatan 2 ekor saja per meter perseginya. Karena salah satu fungsi kolam budidaya ikan nila yang satu adalah untuk pemijahan induk ikan nila, maka perlu diketahui suhu air yang baik untuk pemijahan, yaitu suhu yang berkisar antara 20-22 derajat C. Selain suhu, kedalaman air yang baik untuk proses pemijahan adalah sekitar 40-60 cm, dengan dasar kolam berpasir.

  1. Kolam Pemeliharaan Benih

Kolam pemeliharaan benih merupakan adalah kolam yang difungsikan untuk memelihara benih ikan nila yang dihasilkanoleh kolam pemijahan. Kolam ini juga bisa disebut dengan kolam pendederan. Untuk membuat kolam ini, sebaiknya dibangun dengan luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi, kemudian diisi air dengan ketinggian air antara 30-50 cm. Adapun kepadatan ikan sebaiknya 5-50 ekor per meter persegi. Pendederan ikan biasanya berlangsung dalam waktu 3-4 pekan, dan benih ikan nilan dapat mencapai ukuran 3-5 cm.

  1. Kolam Pembesaran

Kolam pembesaran ini memiliki fungsi untuk membesarkan benih setelah melewati masa pendederan di kolam pendederan. Untuk kolam pembesaran ini terkadang dibutuhkan beberapa tahapan sebagai berikut.

Kolam Pembesaran Tahap I, yang digunakan untuk memelihara benih ikan nila selepas darikolam pendederan. Adapun konstruksi kolam tahap-1 ini dianjurkan tidak menggunakan kolam semen karena ikan memerlukan tempat untuk bergerak bebas. Sebaiknya membuat 2-4 buah kolam jenis ini dengan ukuran 250-500 meter persegi per kolanya. Ikan yang dipelihara pada tahap I ini akan mencapai ukuran gelondongan kecil, dan bisa dilanjutakan dipelihara atau dijual ke petani yang ingin membeli.

Kolam Pembesaran Tahap II, yang digunakan untuk membesarkan ikan nila dari ukuran gelondongan kecil menuju ukuran gelondongan besar. Dapat menggunakan kolam tanah atau sawah dengan kepadatan ikan tidak lebih dari 10 ekor per meter persegi. Ada juga pembudidaya yang menggunakan keramba apung dengan menggunakan mata jaring berukuran 1,25-1,5 cm.

Kolam Pembesaran Tahap III, yang digunakan untuk pembesaran ikan nila oleh para pembudidaya. Ikan biasanya dibesarkan sampai ukurannya sesuai dengan permintaan pasar, barulah ikan dapat dipanen. Adapun luas kolam pembesaran tahap III ini mencapai 500-2.000 meter persegi. Demikian penjelasan mengenai jenis kolam ikan nila yang biasa digunakan untuk keperluan budidaya, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *