Cara Membedakan Ikan Patin Jantan Dan Betina

Urbanina.com - Ikan patin (Pangasius spp) adalah salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Permintaan ekspor dan permintaan lokal terhadap ikan patin makin meningkat setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan daging ikan patin mengandung protein dan kalori yang lumayan tinggi, gurih, lezat, enak, dan rasa dagingnya khas. Ikan ini dianggap lebih aman buat kesehatan sebab rendah kadar kolesterolnya ketimbang dengan daging ternak. Keunggulan ini membuat ikan patin menjadi salah satu primadona perikanan tawar. Anda perlu mengetahui cara membedakan ikan patin jantan dan betina saat ingin membudidayakannya agar hasilnya maksimal. Ikan patin merupakan ikan perairan tawar yang tergolong ke dalam keluarga pangasidae dengan nama umumnya yaitu catfish. Populasi di alam bebasnya ikan ini dijumpai di sungai-sungai besar di daerah sebagian Jawa, Kalimatan dan Sumatera. Di wilayah penyebarannya itu di Indonesia ada kira-kira 14 jenis ikan patin. Kecuali di Indonesia, ikan patin pun banyak ditemui di wilayah Asia seperti di China, Thailanda dan Vietnam. Diantara jenis-jenis patin itu yang sudah sukses dibudidayakan ialah dua spesies, yaitu patin jambal (Pangasius djambal) dan ikan patin siam (Pangasius hypophthalmus). Selain itu ada patin pasupati (Pangasius sp) yang merupakan hasil persilangan (hibrida) antara patin jambal jantan dengan patin siam betina. Cara Membedakan Ikan Patin Jantan dan Betina 2 Cara membedakan ikan patin jantan dan betina dapat dilihat dari berbagai aspek. Sebelumnya kita ketahui dulu ciri-cirinya. Ikan patin mempunyai badan memanjang dengan warna putih seperti perak dan punggungnya memiliki warna kebiru-biruan. Panjang tubuhnya dapat mencapai hingga 120 cm, sebuah ukuran yang lumayan besar untuk ukuran ikan air tawar dalam negeri. Kepala patin cukup kecil dengan mulut berada di ujung kepala sedikit di sebelah bawah. Hal ini menjadi ciri khas kelompok catfish. Pada sudut mulutnya ada 2 pasang kumis pendek yang berguna sebagai peraba.  Jantan dan betina tiap-tiap hewan bisa dibedakan dengan jelas, termasuk patin. Tentunya sebelumnya mesti dipelajari terlebih dulu dengan memperhatikan dari dekat beberapa tanda pada tubuh ikan itu. Untuk yang telah paham, membedakan jantan dan betina tidak mesti dari dekat, namun dari jauh saja telah cukup. Cara membedakan ikan patin jantan dan betina tidak jauh berbeda dengan cara yang digunakan pada jenis ikan lainnya. Induk jantan dicirikan dengan ukuran tubuh yang relatif lebih kecil dan ramping dari yang betina serta panjang, kulit berwarna cerah sedikit kemerahan, mempunyai 1 alat kelamin berbentuk panjang. Bagian punggungnya reltif rata. Pada jantan berumur matang, kelaminnya berwarna memerah dan sedikit menggembung. Disamping itu jika diurut kadang-kadang cairan yang warnanya putih susu keluar. Sedangkan induk betina dicirikan dengan ukuran tubuh relatif lebih besar dari yang jantan. Bagian punggungnya sedikit bongkok dan bagian perutnya relatif besar, tubuh gemuk dan pendek, kulit berwarna sedikit kusam dan lebih halus, serta mempunyai dua alat kelamin, satu untuk mengeluarkan telur dan satunya lagi untuk mengeluarkan air kencing. Pada induk yang telah matang bisa dicirikan dengan perutnya yang gendut, permukaan kulitnya lebih lembut, jika diurut kadang-kadang keluar telur berwarna kecoklatan.    

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *