Trik Budidaya Lele di Kolam Bulat dengan Sistem Biogreen

Urbanina.com - Salah satu alasan budidaya lele banyak dipilih para pembudidaya ikan tentunya karena banyak konsumennya. Sayangnya kita sering mendengar masalah kolam kotor dan bau terkait budidaya lele. Kini metode budidaya lele semakin modern dan variatif. Saat ini sudah ada budidaya lele bersih dan tidak bau. Salah satu diantaranya dengan sistem biogreen. Malahan, air kolam lele-nya pun dapat diminum (dikonsumsi). Lantas, seperti apa budidaya lele di kolam bulat dengan sistem biogreen? Budidaya lele dapat menjadi salah satu peluang usaha yang memberi harapan. Permintaannya berasal dari usaha kuliner, seperti katering, pecel lele tenda, rumah makan, dan kebutuhan lainnya. Budidaya lele sistem biogreen merupakan teknik budidaya yang bebas dari pencemaran bahan biologi dan kimia, serta aman dimakan (konsumsi).  Sistem ini pertama kali diketemukan oleh H. Muhammad Iqbal, S.E. pada tahun 2014. Trik BudiDaya Lele di Kolam Bulat dengan Sistem Biogreen [[ ]] Salah satu ciri-ciri dari sistem ini yaitu adanya penggunaan manajemen budidaya, media kolam terpal bulat, dan pakan probiotik. Kelebihan penggunaan kolam terpal bulat adalah kecuali murah, efisien, dan praktis, juga sanggup memuat bibit ikan lele lebih banyak dari kolam umumnya. Padat penebaran ikannya bisa mencapai hingga 700 ekor/m2.  Kelebihan lainnya dari budidaya lele di kolam bulat dengan sistem biogreen yaitu tingkat kematian rendah, hemat pakan dan air, bebas bau dan ramah lingkungan, dan tidak membutuhkan mesin aerator. Budidaya lele di kolam bulat dengan sistem biogreen akan maksimal bila ada di daerah/tempat dengan suhu 26 - 36oC. Berdasarkan jenisnya, kolam terbagi menjadi 3 bagian yakni kolam transit untuk panen, kolam pembesaran, dan tandon air dengan rata-rata diameternya berkisar antara 1 - 5 meter pada ketinggian 1 meter. Adapun bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kolam terpal bulat antara lain atap plastik UV/transparan tembus cahaya, gergaji pipa paralon, lem, instalasi pipa air (pipa input, pipa pembuangan, pipa water level), karpet talang dan terpal, rangka kawat berbentuk bulat dengan bagian dasarnya membentuk kerucut, dan rangka kawat besi. Langkah-langkah dalam merangkai kolam:
  • Rangkaian besi disipankan untuk membuat rangka kolam.
  • Sediakan terpal plastik dan karpet talang luar untuk bagian dinding kolam.
  • Siapkan juga pipa-pipa untuk water level, saluran pengeluaran pada dasar kolam, dan saluran masuk air.
Adapun langkah-langkah merangkai kolam dapat dilakukan dengan cara-cara berikut.
  • Menggali tanah dengan bentuk kerucut dan kedalamannya sejajar dengan rangka bagian dasar kolam yang bentuknya kerucut supaya tepat ketika peletakannya.
  • Dasar kolam disemen supaya kolam lebih kokoh dan juga diberikan saluran masuk dan pengeluaran airnya.
  • Galilah saluran pipa air untuk pembuangan air kolam. Lalu rangka besi yang telah disiapkan harus dipasang.
  • Pada rangka pasanglah karpet talang luar lalu terpal plastik pun dipasang. Pasangkan pipa saluran pembuangan, lalau disambungkan dengan pipa yang mengarah pada saluran pembuangan, yakni saluran air atau got.
  • Rapikanlah kedudukan terpal di rangka kolam dengan cara menarik terpal pada bagian tengah sedikit ke atas di bagian rangka sehingga kesemuanya bagian terpal keadaannya rata ke semua bagian dinding kolam.
  • Air dialirkan ke dalam kolam sembari diperiksa kedudukan terpal sekaligus dirapikan. Terpal akan menempel erat pada rangka bila kolam sudah diisi air tanpa memerlukan diikat lagi ke rangka. Kolam dapat segera dipergunakan bila tak ada masalah.
FYI, jika Anda mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik, sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa konsultasi ke 082227639118.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *