Sifat Ikan Lele Yang Perlu Anda Ketahui

Sifat Ikan Lele Yang Perlu Anda Ketahui

Urbanina.com – Ikan lele atau dalam bahasa Inggris disebut catfish merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sangat terkenal di kalangan masyarakat. Selain dikarenakan oleh beragam menu masakan lezat yang diolah dari ikan ini, harganya terjangkau, dan mudah dibudidayakan membuat ikan lele menjadi komoditas utama bagi para pembudidaya atau peternak ikan lele. Mengetahui sifat ikan lele secara mendalam adalah salah satu hal yang ikut membantu suksesnya budidaya ikan berkumis ini.

Ikan lele yang dalam beberapa bahasa daerah disebut dengan nama ikan limbet, ikan similiang, dan ikan keli ini memiliki tubuh yang pipih memanjang, mengandung lendir dan tidak bersisik. Kulit tubuhnya ada yang berwarna putih (albino), cokelat, hitam dan abu-abu. Mulut ikan ini berbentuk lebar yang ditumbuhi kumis di sekitar mulut tersebut. Kumisnya berjumlah 8 buah yang berfungsi menjadi alat peraba.

Karakteristik dan Sifat Ikan Lele

Ikan ini memiliki 3 sirip, yakni sirip dubur, sirip punggung dan sirip ekor. Pada mulut atas ada sepasang patil yang tidak hanya tajam, namun mengandung racun yang berfungsi sebagai senjata. Pada insangnya lele memiliki alat pernapasan tambahan yang biasanya disebut labirin. Dengan adanya insang tambahan ini membuat ikan lele mampu bertahan hidup di dalam lumpur dan keadaan air yang keruh.

Sifat ikan lele adalah nocturnal yakni melakukan aktivitasnya di malam hari dan lebih suka di tempat yang gelap seperti saudaranya, ikan baung. Di waktu malam hari lele memijah dengan pasangannya, mencari makan dan melakukan beberapa aktivitas lainnya. Pada siang hari lele lebih banyak bersembunyi di sarangnya dan berdiam diri.

Di habitat aslinya lele sudah terbiasa hidup di persawahan, danau, rawa-rawa, dan sungai-sungai. Ikan lele berkembang biak dengan cara bertelur yang ditempelkan pada tanaman air yang berada di sekitarnya atau diletakkan di dasar sungai. Umumnya telur-telur itu akan menetas dalam waktu 2-3 hari. Proses pemijahan umumnya terjadi pada malam hari di musim penghujan. Pasalnya pada musim penghujan ikan akan mendapatkan rangsangan untuk memijah disebabkan oleh terjadinya peningkatan kedalaman air di tempatnya bersarang.

Di habitatnya aslinya sifat ikan lele adalah carnivora dimana ia memakan makanan alami seperti serangga, jentik nyamuk, cacing, ikan-ikan kecil maupun udang-udang kecil. Apabila ikan ini telah mempunyai ukuran besar maka yang dimakanya berupa burung, ikan-ikan, bebek, ayam dan lain sebagainya. Yang penting makan-makanan tersebut bisa masuk ke dalam mulutnya maka akan disantapnya. Meskipun ikan ini termasuk ke dalam golongan ikan pemakan daging namun ikan inipun suka memakan azolla dan tumbuh-tumbuhan air lainnya.

Sementara itu di kolam pemeliharaan ikan lele termasuk jenis ikan yang paling rakus. Nyaris semua makanan yang diberikannya akan dilahap habis. Pada umumnya makanan yang diberikan pada ikan lele berupa pakan tumbuh-tumbuhan (azolla) dan pellet. Dengan sifat ikan lele yang rakus pada makanan membuat ikan ini akan tumbuh besar dengan cepat. Malahan di alam pernah ditemukan ada ikan lele yang berukuran raksasa dengan beratnya mencapai lebih dari 70 kg.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *