Cara Penyiponan Kolam Budidaya Gurame

Cara Penyiponan Kolam Budidaya Gurame

Urbanina.com – Aktivitas lain yang tak kalah pentingnya dalam budidaya gurame di kolam terpal yaitu penyiphonan. Tujuannya adalah supaya di dasar kolam terpal tersebut tidak ada tanah dan mikroorganisme pengurai kotoran. Maka dari itu sisa-sisa makanan dan kotoran di dalam kolam mesti dibuang. Salah satu diantaranya dilakukan dengan cara penyiphonan minimal dilaksanakan sebulan sekali. Mungkin Anda belum mengetahui cara penyiponan kolam budidaya gurame.

Salah satu kegiatan yang jangan ditinggalkan pada budidaya ikan gurame di media kolam terpal yakni pembersihan lumpur/kotoran pada dasar kolam. Di lingkungan peternak/pembudidaya ikan proses ini disebut dengan nama penyiphonan. Lumpur yang warnanya cokelat tua/cokelat kehitam-hitaman tersebut terwujud dari penimbunan kotoran ikan (feses) dan sisa pellet yang tidak termakan oleh ikan.

Cara Penyiponan Kolam Budidaya Gurame [ ]

Akumulasi lumpur ini dengan cara berkala memang mesti dibuang dari dalam kolam sebab menjadi sumber terciptanya amonia selaku hasil proses penguraian kotoran. Bila kotoran berupa lumpur pekat ini tidak secepatnya dibuang karena tidak tahu cara penyiphonan kolam budidaya gurame maka kandungan amonia di dalam air kolam akan bertambah dan bisa membahayakan kelangsungan hidup ikan-ikan yang dibudidayakan.

Ketelatan atau ketidakingatan menjalankan penyiphonan bisa mnyebabkan kematian sebab kandungan amonia yang relatif tinggi dalam area air kolam dapat mengakibatkan kematian ikan secara massal. Inilah alasannya kenapa penyiphonan pada budidaya ikan gurame di kolam terpal harusnya dilakukan dengan cara teratur dan berkala.

Berikut cara penyiponan kolam budidaya gurame di kolam terpal.

  • Siapkanlah selang dengan diameter 0,5 inci. Bagian ujung selang yang dimasukkan kedalam kolam disambungkan memakai pipa paralon yang telah diberi lubang di beberapa titik/tempat sehingga membentuk seperti abjad T. Salah satu ujung selang diletakkan di lokasi/tempat yang lebih rendah daripada saluran pembuangan atau dasar kolam. Sedangkan, ujung selang yang lainnya dimasukkan kedalam kolam. Lalu ujung selang yang ada di luar kolam disedot dengan menggunakan mesin diesel.
  • Ujung selang yang ada di dalam kolam ditenggelamkan sampai mencapai dasar kolam. Ujung selang digoyangkan ke semua bagian dasar kolam yang banyak berisi kotoran. Lakukanlah sampai air yang keluar tak berisi kotoran lagi.
  • Penyiphonan dilakukan sampai ketinggian air di dalam kolam menurun 20-30 cm. Kemudian ditambahkan air baru sampai pada ketinggian sebelumnya.
  • Taburkanlah garam sebanyak 100 gr/m3 sesudah penyiphonan guna menghindari penyakit masuk melalui air yang baru.
  • Apabila Anda telah pandai menyiphon, tinggi air cuma menyusut atau turun kira-kira 20 cm. Tetapi, bila belum pandai/mahir, ketinggian air sesudah dilakukan penyiphonan dapat menurun 30-40 cm.
  • Penyiphonan mesti tetap dikerjakan bila sudah jadwalnya/waktunya meskipun ikan telah akan dilakukan pemanenan.
  • Disamping penyiphonan, tentunya hal lain penting juga diperhatikan di dalam budidaya gurame di kolam terpal, seperti penggaraman, pemberian vitamin, probiotik nitrobacter, probiotik laktobasilus, jenis pakan dan pengaturannya serta masih banyak hal yang lainnya yang perlu diperhatikan dalam mendukung keberhasilan budidaya gurame.

Itulah beberapa cara penyiponan kolam budidaya gurame yang perlu Anda perhatikan dan lakukan. Jika Anda mau memulai urban farming, menanam sayuran hidroponik, sayuran organik, mau menanam sistem akuaponik, sebaiknya Anda berkunjung ke www.store.urbanina.com di sini tersedia berbagai starterkit dan juga alat serta bahan untuk Anda yang mau mulai menanam. Atau bisa konsultasi ke 082227639118.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *